Arti Sanggar Waringin dan Sifatnya Berdasarkan Weton Hari Pasaran

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam bahasa Jawa, sanggar waringin artinya tempat berlindung. Ungkapan ini biasa digunakan untuk mendeskripsikan orang yang dicintai karena memiliki sifat mengayomi.
Sebagaimana diketahui, dalam KBBI, sanggar diartikan sebagai suatu tempat atau sarana yang digunakan oleh komunitas atau sekumpulan orang untuk melakukan suatu kegiatan. Di sanggar, seseorang dapat merasakan aman dan nyaman dalam melakukan sesuatu.
Sedangkan waringin adalah nama lain dari pohon beringin. Masyarakat Indonesia mengambarkan pohon ini sebagai simbol yang dapat menyatukan. Pohon tersebut mampu mengayomi orang-orang yang berlindung di bawahnya dari panas dan hujan.
Dalam Primbon Jawa, sanggar waringin erat kaitannya dengan perhitungan weton jodoh. Untuk mengetahuinya, simaklah penjelasan tentang sanggar waringin selengkapnya berikut ini.
Arti Weton Sanggar Waringin
Mengutip buku Primbon Praktis susunan Mama Flo (2008), sanggar waringin merupakan salah satu bentuk rakam atau perhitungan weton untuk perjodohan. Weton ini juga dapat digunakan untuk ramalan mendirikan rumah, memulai bisnis, dan lainnya.
Perhitungan baik buruknya ramalan tersebut tergantung pada angka hari mingguan dan pasaran. Nantinya, angka tersebut harus dijumlahkan. Apabila hasilnya lebih dari 6, maka harus dikurangi 6 agar mendapatkan sisa.
Ada nilai angka yang mesti dipahami dalam perhitungan weton rakam ini. Hari Jumat nilainya 1, Sabtu nilainya 2, Minggu nilainya 3, Senin nilainya 4, Selasa nilainya 5, Rabu nilainya 6, dan Kamis nilainya 7.
Sedangkan untuk hari pasaran dimulai dari hari Kliwon yang nilainya 1, Legi nilainya 2, Pahing nilainya 3, Pon nilainya 4, dan Wage nilainya 5. Setelah mengetahui angka tersebut, Anda bisa langsung melakukan perhitungannya.
Caranya dengan menjumlahkan nilai angka dari hari mingguan dan pasaran. Jika hasilnya lebih dari 6, maka harus dikurangi 6 terlebih dahulu agar mendapat sisa. Masing-masing sisa akan dihitung dan diinterpretasikan ke dalam rakam yang berbeda.
Mengutip buku Serat Centhini 3: Perjalanan Cebolang Meraih Ilmu Makrifat karya Agus Wahyudi (2014), hari pasaran yang termasuk dalam rakam sanggar waringin yaitu Senin Wage, Selasa Pon, Rabu Pahing, Kamis Legi, Jumat Legi, dan Sabtu Kliwon. Orang dengan rakam tersebut dinilai mampu menjadi pelindung yang nyaman untuk pasangannya.
Baca juga: Cara Menghitung Weton Jodoh untuk Melihat Kecocokan Pasangan
Sanggar waringin merupakan salah satu sifat yang dicintai oleh banyak orang. Jika sepasang kekasih memiliki nama rakam ini, maka hubungannya akan dipenuhi dengan kebahagiaan.
Orang dengan sifat sanggar waringin senantiasa berwelas asih. Ia senang membantu orang lain, membuat orang di sekitarnya merasa nyaman, dan senang menolong orang yang kesusahan.
Selain sanggar waringin, ada juga sifat lainnya yang berhubungan dengan weton jodoh. Sifat-sifat tersebut ditentukan berdasarkan sisa angka dari penjumlahan hari mingguan dan pasaran. Berikut penjelasannya:
Sisa 1: Nuju padu (menuju pertengkaran)
Sisa 2: Demang kandhuruan (kekurangan makan, pakaian, dan rezeki)
Sisa 3: Sanggar waringin (tempat berlindung, tenang, dan tentram)
Sisa 4: Mantri sinaroja (berhasil baik, tercapai apa yang dicita-citakan, dan selalu bahagia)
Sisa 5: Macan ketawang (dijauhi dan ditakuti oleh banyak orang)
Sisa 6: Nuju pati (sulit mencari nafkah)
Baca juga: Watak Weton Selasa Legi dan Cara Menghitung Weton Jodoh
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa itu rakam?

Apa itu rakam?
Perhitungan weton untuk perjodohan.
Apa saja nama hari pasaran?

Apa saja nama hari pasaran?
Kliwon, Legi, Pahing, Pon, dan Wage.
Apa arti nuju padu?

Apa arti nuju padu?
Menuju pertengkaran.
