Aset Lancar: Pengertian, Contoh, dan Rumus Nilai Rasio

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aset merupakan unsur persamaan dasar akuntansi yang digunakan sejumlah perusahaan untuk membayarkan biaya-biaya, seperti gaji, utang, dan lain sebagainya. Ada beberapa jenis aset, yaitu aset lancar, aset tidak lancar, aset tidak berwujud.
Aset adalah keseluruhan sumber daya yang dimiliki oleh suatu bisnis. Contohnya, yaitu kas, piutang usaha, perlengkapan, peralatan, tanah, bangunan, dan lain-lain.
Menurut buku Pengantar Akuntansi 1 karangan Mujairimi, SE., Ak., M.Ak., CA, aset merupakan harta kekayaan yang dimiliki entitas atau non entitas untuk dijadikan dasar dalam menjalankan dan mengembangkan aktivitas bisnis atau non bisnis suatu entitas.
Simak penjelasan tentang pengertian, contoh, jenis-jenis, dan rumus aset lancar berikut ini.
Pengertian Aset Lancar dan Aset Tidak Lancar
Dalam buku karangan Mardiyanti, S.Pd yang berjudul Praktikum Akuntansi Lembaga atau Instansi Pemerintah SMK/MAK Kelas XII, aset lancar adalah aset yang dalam periode waktu tertentu (tidak lebih dari satu tahun) dapat dicairkan menjadi uang kas atau menjadi bentuk aset lainnya.
Umumnya, aset lancar memiliki ciri khas, yaitu:
Mudah untuk diperjualbelikan dan digunakan dalam kurun waktu kurang dari 12 bulan
Disimpan agar dapat diperjualbelikan lagi
Pencairan yang relatif singkat, sehingga dapat dimunculkan dalam 12 bulan setelah akhir periode neraca
Biasanya aset lancar berbentuk uang tunai atau kas
Sementara itu, aset tidak lancar adalah aset yang mempunyai nilai ekonomi lebih dari satu tahun. Biasanya, aset tidak lancar terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
Aset tetap adalah properti atau peralatan perusahaan untuk menghasilkan pendapatan
Aset tidak tetap disebut sebagai aset tak berwujud. Artinya, jenis aset ini dapat diidentifikasi namun tak ada bentuk fisiknya
Contoh Aset Lancar dan Tidak Lancar
Menurut buku Laporan Keuangan Perusahaan Jasa karya Rahmat Hidayat Lubis, berikut adalah contoh aset lancar dan aset tidak lancar:
1. Contoh aset lancar
Uang tunai atau yang lebih dikenal dengan sebutan kas dan bank dalam akuntansi dan sering digunakan untuk operasional perusahaan.
Surat berharga merupakan surat yang dikeluarkan oleh instansi sebagai bukti kepemilikan suatu kekayaan yang bernilai. Contoh dari surat-surat berharga, yakni deposito bangunan, obligasi, saham, hingga wesel tagih.
Piutang adalah tagihan kepada pelanggan yang membeli barang secara kredit dan dibayarkan dalam tempo waktu tertentu.
Persediaan merupakan jumlah barang yang belum terjual dan memiliki nilai ekonomi.
Biaya dibayar di muka merupakan aset lancar karena pembayaran yang dilakukan di awal oleh perusahaan, sehingga tidak membebani di akhir periode.
2. Contoh aset tidak lancar
Sebelumnya, aset tidak lancar terbagi menjadi dua jenis, yakni aset tetap dan aset tidak berwujud. Kedua aset ini memiliki contohnya masing-masing. Berikut adalah contoh aset tetap dan tidak berwujud, di antaranya:
Aset tetap, seperti gedung, mobil perusahaan, mesin-mesin, tanah, dan sebagainya.
Aset tidak berwujud, seperti hak cipta, hak paten, dan hak merk dagang, hak kontrak, franchise, dan goodwill.
Macam-Macam Aset Lancar
Menurut buku Teori Akuntansi dan Implementasi karya Ibrahim Inggar, aset lancar sering disebut juga dengan aktiva lancar. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, masa penggunaan aset ini hanya dalam jangka waktu yang singkat.
Apa saja yang termasuk aset lancar? Yang termasuk aset lancar adalah kas, sekuritas, piutang, persediaan, pembayaran di muka, dan pendapatan.
Sementara itu, aset tidak lancar adalah aset yang memberikan manfaat ekonomi kepada perusahaannya dalam jangka waktu yang panjang. Umumnya, yang termasuk aset tidak lancar adalah tanah, peralatan, mesin, bangunan, hak cipta, dan lain sebagainya.
Rumus Aset Lancar
Current ratio dikenal sebagai alat yang digunakan untuk mengevaluasi posisi solvabilitas jangka pendek suatu bisnis. Menurut buku Rahasia Profit 500.000 Per Hari dari Saham: AK Pedia karya Alief K, rasio ini menunjukkan sejauh mana aset lancar dapat menutupi kewajiban lancar.
Semakin besar hasil perbandingan aset lancar dengan utang lancar, maka semakin tinggi kemampuan perusahaan untuk menutupi kewajiban jangka pendeknya.
Sebelum mengetahui rumus rasio aset lancar, pahami syarat-syarat menilai keadaan current ratio, yaitu:
1. Posisi nilai ideal
Posisi nilai ideal dinilai dari semakin tinggi rasio lancarnya, maka semakin besar likuid perusahaannya. Sejumlah perusahaan menganggap hasil dari rasio lancar sebesar 2 kali dikatakan lebih ideal.
Dengan mengetahui posisi nilai ideal keuangan, perusahaan mampu melakukan pembayaran piutang atau tagihannya dalam membayarkan utang lancar.
2. Posisi nilai rendah
Pada kondisi ini, nilai rasio lancar yang rendah menunjukkan bahwa kemungkinan perusahaan berada dalam kesulitan posisi keuangan untuk memenuhi utang lancarnya.
Namun, investor dan kreditor perlu memperhatikan arus kas yang digunakan untuk operasional agar paham dengan tingkat likuiditas perusahaan.
3. Posisi nilai terlalu tinggi
Nilai rasio lancar diperuntukkan jika terlalu tinggi hingga mencapai nilai di atas 2 kali. Jika rasio lancar terlalu tinggi, kemungkinan besar perusahaan kurang mempergunakan aset lancar atau utang lancarnya dengan efisien.
Jika dilihat dari sudut pandang kreditor rasio lancar dengan nilai tinggi, perusahaan akan lebih bisa memenuhi utang lancarnya yang akan jatuh tempo paling lambat 12 bulan atau satu periode.
Berikut rumus rasio aset lancar beserta dengan contohnya:
Current ratio = aset lancar / kewajiban lancar
Aset lancar meliputi kas, piutang, persediaan dan aset lancar lainnya, rasio ini bisa dikatakan berbeda dari rasio cepat karena termasuk persediaan.
Kewajiban termasuk utang, akrual, utang bunga, dan kewajiban lancar.
Berikut contoh menghitung rumus rasio aset lancar:
Melalui laporan posisi keuangan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020, sebuah perusahaan bernama PT Makmur Jaya memiliki saldo aset lancar dan liabilitas lancar, yaitu:
Aset lancar
Kas dan setara kas Rp30.000.000
Piutang usaha Rp150.000.000
Persediaan Rp200.000.000
Aset lancar lainnya Rp100.000.000
Kewajiban lancar
Utang akun Rp25.000.000
Utang pajak saat ini Rp140.000.000
Beban akrual Rp150.000.000
Pinjaman Rp90.000.000
Lantas, berapakah rasio lancar dari perusahaan di atas?
Total aset lancar meliputi kas, piutang usaha, persediaan, dan aset lancar lainnya adalah Rp480.0000.000
Total kewajiban lancar meliputi utang akun, utang pajak, beban akrual, pinjaman adalah Rp405.000.000
Current rasionya pun Rp480.000.000 / Rp405.000.000 = 1,2
Melihat dari nilai hasil dari rasio tersebut, maka perusahaan dapat dikatakan aman dan mampu untuk membayar kewajiban lainnya.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan aset?

Apa yang dimaksud dengan aset?
Aset adalah keseluruhan sumber daya yang dimiliki oleh suatu bisnis. Contohnya, yaitu kas, piutang usaha, perlengkapan, peralatan, tanah, bangunan, dan lain-lain.
Apa saja jenis aset tidak lancar?

Apa saja jenis aset tidak lancar?
Aset tidak lancar terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu aset tetap dan aset tidak tetap.
Apa yang dimaksud dengan aset lancar?

Apa yang dimaksud dengan aset lancar?
Aset lancar adalah aset yang dalam periode waktu tertentu (tidak lebih dari satu tahun) dapat dicairkan menjadi uang kas atau menjadi bentuk aset lainnya.
