Baby Blues: Pengertian, Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Baby blues merupakan kondisi gangguan emosional yang dialami oleh ibu setelah melahirkan. Secara umum, baby blues bersifat sementara dan mencapai puncak sekitar 3-5 hari, serta dapat berlangsung hingga dua minggu.
Pada masa tersebut, ibu masih bisa merawat diri dan bayinya yang berusia kurang dari dua minggu, tetapi merasa tidak nyaman karena kondisi perasaannya terganggu.
Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai baby blues, mulai dari pengertian, ciri-ciri, gejala, penyebab, hingga cara mengatasinya.
Pengertian Baby Blues
Apa itu baby blues? Mengutip Panduan Super Lengkap Hamil Sehat oleh Suwignyo Siswosuharjo dan Fitrio Chakrawati (2011: 216), baby blues adalah suatu gangguan psikologis sementara yang ditandai dengan memuncaknya emosi pada minggu pertama pascapersalinan.
Baby blues termasuk depresi ringan yang terjadi pada ibu setelah melahirkan, ditandai dengan perasaan sedih yang hebat tanpa sebab dan disertai dengan gejala penyertanya. Lalu, apakah baby blues berbahaya bagi penderitanya?
Baby blues umumnya masih dianggap sebagai kondisi normal yang tidak berbahaya karena dialami oleh sekitar 50-80 persen ibu pascapersalinan.
Karena berkaitan dengan perubahan yang terjadi setelah kehamilan, baby blues tidak butuh bantuan medis atau psikologis, cukup dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat.
Syndrome Baby Blues
Sindrom baby blues atau baby blues syndrome adalah kondisi emosional yang dialami oleh sekitar 50-80 persen ibu setelah melahirkan bayinya. Kondisi ini umumnya terjadi dalam dua minggu pertama setelah melahirkan dan cenderung lebih buruk sekitar hari ketiga atau empat setelah persalinan.
Sindrom baby blues pada ibu muncul karena adanya perubahan hormonal yang dialami beberapa hari setelah melahirkan. Menurut Pregnancy, Birth and Baby, hormon estrogen dan progesteron setelah melahirkan akan menurun drastis sehingga emosi menjadi tidak stabil.
Akibatnya, ibu yang terkena baby blues umumnya merasakan perasaan sedih dan senang silih berganti dalam waktu singkat.
Selain itu, sindrom ini biasanya terjadi pada kehamilan pertama, di mana muncul perasaan khawatir terhadap tanggung jawab sebagai ibu baru dan sulit menyesuaikan perubahan dengan aktivitas keseharian.
Ciri-Ciri Baby Blues Syndrome
Sindrom baby blues umumnya ditandai dengan perasaan gundah dan suasana hati yang berubah-ubah pada minggu-minggu awal setelah kelahiran. Mengutip ASI Eksklusif oleh Edita Linda (2019: 12), adapun ciri-ciri ibu mengalami baby blues adalah sebagai berikut.
Menangis tanpa sebab, terutama ketika bayi rewel.
Sensitif pada situasi emosional sederhana sekalipun.
Perubahan emosi yang cepat, sebentar senang dan sebentar sedih.
Merasa tidak mampu mengurus bayi.
Takut dan cemas berlebih.
Merasa asing pada diri sendiri.
Nafsu makan berkurang.
Kesulitan menguasai diri.
Muncul perasaan bersalah.
Mengalami insomnia atau kesulitan tidur.
Gejala Baby Blues
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa satu dari lima ibu muda saat baru melahirkan mengalami gejala sindrom baby blues. Gejala baby blues pada ibu umumnya ditandai dengan kondisi emosional yang tidak stabil dan cenderung menjadi lebih sensitif.
Mengutip Five in One: The Series of Pregnancy, Melahirkan Tanpa Rasa Sakit oleh Nurul Chomaria (2014: 109), berikut beberapa gejala baby blues setelah melahirkan yang dialami ibu.
Dipenuhi oleh perasaan kesedihan dan depresi yang disertai dengan menangis tanpa sebab.
Mudah kesal, tersinggung, sensitif, dan tidak sabaran.
Perasaan berubah-ubah dengan ekstrem, terganggu proses berpikir dan konsentrasi.
Hilangnya perasaan bahagia dan minat untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan.
Kurang memiliki tenaga.
Kurang konsentrasi.
Kelelahan yang berkepanjangan dan susah tidur.
Tidak memperhatikan diri sendiri dan menarik diri dari keluarga.
Merasa cemas, bersalah, dan tidak berharga.
Penyebab Baby Blues Syndrome
Banyak ahli kesehatan menyebutkan bahwa penyebab baby blues setelah melahirkan adalah karena peran baru sebagai ibu yang membutuhkan adaptasi yang tidak mudah, depresi selama masa kehamilan, proses kelahiran yang sulit, hingga tidak ada dukungan dari orang terdekat.
Penyebab baby blues tersebut bisa timbul dari beberapa faktor. Adapun faktor-faktor penyebab baby blues adalah sebagai berikut.
1. Perubahan Hormonal
Perubahan hormonal pada ibu kerap terjadi pascapersalinan. Hal ini disebabkan oleh penurunan kadar estrogen dan progesteron secara drastis, serta penurunan kadar hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid.
Perubahan pada kadar hormon tersebut menyebabkan ibu mengalami rasa lelah berlebihan dengan suasana hati yang berubah-ubah, bahkan mengidap perasaan tertekan dan bersalah pada bayinya.
2. Perubahan Ritme Hidup
Kehadiran bayi membawa perubahan besar pada kehidupan ibu. Ibu baru harus mengasuh bayinya sepanjang siang dan malam hingga rela mengorbankan waktu istirahatnya.
Jika secara mental dan emosional ibu tidak bisa menerima berbagai perubahan, konsekuensinya ibu bisa mengalami stres dan semakin tidak tahan menghadapi masalah.
3. Perubahan Psikis
Perubahan psikis pada ibu membuatnya didera kecemasan terhadap berbagai hal yang seharusnya tidak perlu dicemaskan, seperti ketidakmampuan dalam mengurus bayi, rasa tidak percaya diri, serta kurangnya perhatian keluarga.
4. Perubahan Sosial
Perubahan gaya hidup dengan peran sebagai ibu, membuat dirinya butuh beradaptasi pada lingkungan yang mengenalnya dengan status baru.
Rasa keterikatan yang sangat dalam pada bayi dan rasa dijauhi oleh lingkungan juga berperan dalam memicu timbulnya depresi.
Di sisi lain, sindrom baby blues juga dapat dialami ibu hamil menjelang persalinan. Kondisi ini disebabkan oleh perubahan perasaan yang dialami saat masa kehamilan.
Penyebab baby blues ibu hamil antara lain adalah perubahan fisik dan emosional yang terjadi selama beberapa bulan kehamilan, serta perubahan hormonal yang membuat ibu hamil bereaksi terhadap situasi yang berbeda.
Cara Mengatasi Baby Blues Syndrome
Ada berbagai hal yang dapat dilakukan jika ibu mengalami sindrom baby blues. Berikut cara mengatasi baby blues saat hamil dan setelah melahirkan.
1. Cara Mengatasi Baby Blues saat Hamil
Beberapa cara mengatasi baby blues saat hamil adalah sebagai berikut.
Menyibukkan diri dengan berbagai aktivitas, seperti arisan atau mempersiapkan kehadiran sang bayi.
Bergabung dengan komunitas yang berbagi ilmu seputar kehamilan.
Memperluas wawasan tentang kelahiran dan persalinan dengan bertanya pada banyak orang.
Membaca buku inspiratif perjuangan ibu dengan kondisi serupa.
Membaca buku dan majalah tentang kehamilan.
Menjaga kondisi fisik dengan mengonsumsi makanan sehat, istirahat cukup, dan olahraga ringan.
Melakukan yoga, meditasi, atau hipnoterapi.
Membuang jauh-jauh pikiran negatif.
Membuat jurnal kehamilan, tulis semua perasaan yang dialami ke dalam jurnal tersebut.
Menghindari pengambilan keputusan yang berat dan beban psikologis selama kehamilan.
Pada beberapa kasus, dapat menjalani terapi psikologis selama kehamilan untuk menghilangkan depresi.
2. Cara Mengetasi Baby Blues Setelah Melahirkan
Beberapa cara mengatasi baby blues pasca melahirkan yang disarankan untuk ibu adalah sebagai berikut.
Meminta bantuan suami atau keluarga untuk melakukan pekerjaan rumah tangga dan mengasuh bayi jika ibu ingin istirahat.
Berkomunikasi secara terbuka kepada suami, keluarga, dan orang terdekat mengenai hal-hal yang dirasakan.
Membuang rasa cemas dan khawatir akan kemampuan merawat bayi.
Meluangkan waktu dan mencari hiburan untuk diri sendiri dengan kegiatan yang memberi rasa nyaman dan rileks.
Menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk beristirahat dengan cukup saat bayi sedang tidur.
Jika dalam 2–3 minggu ibu tidak juga merasa pulih, konsultasikan ke dokter dan ungkapkan apa yang dirasakan.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan baby blues?

Apa yang dimaksud dengan baby blues?
Baby blues adalah suatu gangguan psikologis sementara yang ditandai dengan memuncaknya emosi pada minggu pertama pascapersalinan.
Apa itu baby blues dan penyebabnya?

Apa itu baby blues dan penyebabnya?
Baby blues adalah suatu gangguan psikologis sementara yang ditandai dengan memuncaknya emosi pada minggu pertama pascapersalinan. Faktor-faktor penyebab baby blues adalah perubahan hormonal, ritme hidup, psikis, dan sosial.
Berapa lama masa baby blues?

Berapa lama masa baby blues?
Kondisi ini umumnya terjadi dalam dua minggu pertama setelah melahirkan dan cenderung lebih buruk sekitar hari ketiga atau empat setelah persalinan.
