Konten dari Pengguna

Bacaan Doa Qunut Tarawih Malam ke-18 Ramadan Beserta Keutamaannya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bacaan doa qunut Tarawih . Foto: Unsplash/Masjid MABA
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bacaan doa qunut Tarawih . Foto: Unsplash/Masjid MABA

Bacaan doa qunut Tarawih malam ke-18 Ramadan menjadi salah satu amalan yang banyak dilakukan umat Islam ketika memasuki separuh akhir bulan Ramadan.

Pada fase ini, sebagian imam membaca doa qunut pada rakaat terakhir salat Witir setelah salat Tarawih. Amalan tersebut memiliki dasar dari praktik para sahabat Nabi serta penjelasan para ulama dalam kitab fikih.

Membaca qunut pada separuh akhir Ramadan juga menjadi momen untuk memperbanyak doa dan memohon ampunan kepada Allah SWT, terutama karena umat Islam semakin mendekati malam-malam istimewa seperti Lailatul Qadar.

Bacaan Doa Qunut Tarawih Malam ke-18

Ilustrasi Bacaan doa qunut Tarawih . Foto: Unsplash/Imad Alassiry

Bacaan doa qunut Tarawih malam ke-18 Ramadan pada dasarnya sama dengan doa qunut yang sering dibaca pada salat Subuh.

Menurut penjelasan dari laman mui.or.id, dalam mazhab Syafi’i dianjurkan membaca qunut pada rakaat terakhir salat Witir ketika memasuki separuh akhir bulan Ramadan.

Doa tersebut biasanya dibaca setelah bangun dari rukuk (i’tidal) pada rakaat terakhir Witir. Berikut bacaan doa qunut Witir yang umum dibaca:

اللَّهُمَّ اهْدِنَا فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنَا فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنَا فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لَنَا فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، وَأَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ.

Latin:

Allahummahdina fi man hadait, wa ‘afina fi man ‘afait, wa tawallana fi man tawallait, wa barik lana fima a’thait, wa qina syarra ma qadhait. Fa innaka taqdhi wa la yuqdha ‘alaik. Wa innahu la yadzillu man walait, wa la ya’izzu man ‘adait. Tabarakta rabbana wa ta’alait. Fa lakal hamdu ‘ala ma qadhait. Wa astaghfiruka wa atubu ilaik.

Artinya:

“Ya Allah, berilah kami petunjuk sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah kami kesehatan sebagaimana orang-orang yang Engkau beri kesehatan. Peliharalah kami sebagaimana orang-orang yang Engkau pelihara. Berkahilah kami pada apa yang Engkau karuniakan.

Lindungilah kami dari keburukan yang Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkaulah yang menetapkan dan tidak ada yang dapat menetapkan atas-Mu.

Sesungguhnya tidak akan hina orang yang Engkau lindungi dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi Engkau.”

Adapun keutamaan membaca doa qunut pada Witir di separuh akhir Ramadan adalah sebagai bentuk permohonan hidayah, perlindungan, keberkahan, serta ampunan kepada Allah SWT. D

Dalam literatur fikih juga disebutkan bahwa amalan ini telah dipraktikkan sejak masa sahabat Nabi, seperti pada masa Umar bin Khattab yang memimpin salat Tarawih dan membaca qunut pada sisa malam-malam Ramadan. Hal ini menunjukkan bahwa qunut Witir merupakan amalan sunnah yang dianjurkan, khususnya menurut mazhab Syafi’i.

Dengan membaca doa qunut pada malam-malam terakhir Ramadan, umat Islam diharapkan semakin khusyuk dalam beribadah dan memperbanyak doa kepada Allah SWT. Momen ini juga menjadi kesempatan untuk memohon ampunan, keberkahan hidup, serta keselamatan di dunia dan akhirat. (Yolan)

Baca juga: Doa Kamilin Tarawih Lengkap dengan Latin, Arti, dan Maknanya