Konten dari Pengguna

Bacaan Mahalul Qiyam untuk Acara Maulid Nabi Muhammad saw

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bacaan Mahalul Qiyam. Unsplash.com/ochimax studio
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bacaan Mahalul Qiyam. Unsplash.com/ochimax studio

Di dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad saw, berbagai kegiatan keagamaan seperti pengajian, shalawatan, doa bersama, dan ceramah agama diadakan. Dalam acara ini, bacaan Mahalul Qiyam juga tak pernah ketinggalan.

Dikutip dari kampungkb.kemendukbangga.go.id, peringatan hari kelahiran baginda Nabi Muhammad saw jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal berdasarkan kalender hijriyah.

Peringatan ini sudah menjadi tradisi umat Islam di berbagai belahan dunia. Tujuannya adalah untuk menghormati dan mengenang kelahiran dan kebesaran Nabi Muhammad saw.

Bacaan Mahalul Qiyam dengan Tulisan Latin dan Artinya

Ilustrasi Bacaan Mahalul Qiyam. Unsplash.com/SMKN 1 Gantar

Dalam acara peringatan Maulid Nabi saw, bacaan Mahalul Qiyam umumnya dipimpin oleh satu orang yang cakap membaca Kitab Barzanji atau Kitab Rawi.

Mahalul Qiyam adalah momentum saat semua orang berdiri setelah sebelumnya duduk pada majelis pembacaan maulid Barzanji. Posisi berdiri yang dilakukan ini adalah bentuk akhlak penghormatan kepada Nabi Muhammad saw.

Sesuai yang dijelaskan oleh ulama Muslim Sayyid Bakri bin Sayid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi dalam kitabnya, I‘anatut Thalibin:

“Telah menjadi tradisi bahwa saat mendengar kelahiran Nabi Muhammad saw disebut-sebut, orang-orang akan berdiri sebagai bentuk penghormatan bagi rasul akhir zaman. Berdiri semacam itu didasarkan pada istihsan (anggapan baik) sebagai bentuk penghormatan bagi Rasulullah saw. Hal ini dilakukan banyak ulama terkemuka panutan umat Islam”.

Berikut ini adalah bunyi bacaan mahalul qiyam lengkap yang disertai dengan tulisan latin dan terjemahannya, diambil dari jatim.nu.or.id.

صَلَّى اللهُ عَلى مُحَمَّدْ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ

مَرْحَبًا يَا مَرْحَبًا يَا مَرْحَبًا، مَرْحَبًا جَدَّ الحُسَيْنِ مَرْحَبًا

Shallallāhu ‘alā Muhammad, shāllallāhu ‘alayhi wasallam Marhaban yā marhaban yā marhaban, marhaban jaddal Husaini marhaban.

Artinya: Allah bershalawat untuk Nabi Muhammad saw, Allah bershalawat dan mengucap salam sejahtera untuknya. Selamat datang, selamat datang, selamat datang, selamat datang kakek dari Husain, selamat datang.

يَا نَبِى سَلَامْ عَلَيْكَ، يَا رَسُوْلْ سَلَامْ عَلَيْكَ يَا حَبِيْبْ سَلَامْ عَلَيْكَ، صَلَوَاتُ اللهْ عَلَيْكَ

Yā nabī salām ‘alayka, yā rasūl salām ‘alayka Yā habīb salām ‘alayka, shalawātullāh ‘alayka

Artinya: Wahai Nabi, salam sejahtera untukmu, wahai Rasul salam sejahtera untukmu Wahai Kekasih, salam sejahtera untukmu, shalawat (rahmat) Allah untukmu

اَشْرَقَ الْبَدْرُ عَلَيْنَا، فَاخْتَفَتْ مِنْهُ الْبُدُوْرُ مِثْلَ حُسْنِكْ مَا رَأَيْنَا، قَطُّ يَا وَجْهَ السُّرُوْرِ

Asyraqal badru ‘alayna, fakhtafat minhul budūru Mitsla husnik mā ra’aynā, qaththu yā wajhus surūri

Artinya: Satu purnama telah terbit di atas kami, pudarlah jutaan purnama lain karenanya Belum pernah kulihat seperti keelokanmu, wahai wajah yang gembira

اَنْتَ شَمْسٌ اَنْتَ بَدْرٌ، اَنْتَ نُوْرٌ فَوْقَ نُوْرِ اَنْتَ اِكْسِيْرٌ وَّغَالِى، اَنْتَ مِصْبَاحُ الصُّدُوْرِ

Anta syamsun anta badrun, anta nūrun fawqa nūri Anta iksīruw wa ghālī, anta mishbāhus shudūri

Artinya: Kau bak mentari, kau juga laksana purnama, kau cahaya di atas cahaya Kau laksana obat segala guna lagi mahal, kau adalah lentera hati

يَاحَبِيْبِيْ يَامُحَمَّدْ، يَا عَرُوْسَ الخَافِقَيْنِ يَا مُؤَيَّدْ يَا مُمَجَّدْ، يَا اِمَامَ القِبْلَتَيْنِ

Yā habībi yā Muhammad, yā ‘arūsal khāfiqayniYā mu’ayyad yā mumajjad, yā imāmal qiblatayni

Artinya: Wahai Kekasih, wahai Muhammad saw, wahai pengantin Timur dan Barat Wahai Rasul yang diperkuat (oleh wahyu), wahai Nabi yang agung, wahai imam dua kiblat

مَنْ رَآى وَجْهَكَ يَسْعَدْ، يَا كَرِيْمَ الوَالِدَيْنِ حَوْضُكَ الصَّافِى الْمُبَرَّدْ، وِرْدُنَا يَوْمَ النُّشُوْرِ

Man ra’ā wajhaka yas‘ad, yā karīmal wālidayni Hawdhukas shāfil mubarrad, wirdunā yawman nusyūri

Artinya: Siapapun yang memandang wajahmu pasti bahagia, wahai manusia yang memiliki orang tua mulia. Telagamu berair jernih dan sejuk, yang kelak kami datangi pada hari kebangkitan

مَا رَأَيْنَا الْعِيْسَ حَنَّتْ، بِالسُّرَى اِلَّا اِلَيْكَ وَاْلَغَمَامَةْ قَدْ اَظَلَّتْ، وَالْمَلَا صَلُّوْا عَلَيْكَ

Mā ra’aynal ’īsa hannat, bis surā illā ilayka Wal ghamāmah qad azhallat, wal malā shallū ‘alayka

Artinya: Belum pernah kami melihat unta peranakan unggul yang bersuara sambil berjalan malam hari, kecuali menuju kepadamu Gumpalan awan menaungimu, semua makhuk mengucapkan shalawat untukmu.

Umat Islam yang sudah mengetahui bacaan Mahalul Qiyam di atas, hendaknya berdiri pada saat shalawat ini dibacakan oleh pemimpin majelis. Ini adalah bagian dari penghormatan kepada Baginda Nabi Muhammad saw di hari kelahirannya. (Win)

Baca juga: Khutbah Jumat Bulan Maulid yang Dapat Jadi Referensi