Bagaimana Proses Terjadinya Angin Darat? Berikut Penjelasannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Angin darat merupakan salah satu jenis angin lokal. Angin ini berembus pada malam hari dan dini hari. Proses terjadinya angin darat dapat terbentuk melalui pergerakan udara.
Jenis angin ini banyak dimanfaatkan oleh manusia, khususnya para nelayan untuk mencari ikan di laut. Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai bagaimana proses terjadinya angin darat. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Apa Itu Angin Darat?
Angin secara sederhana dapat diartikan sebagai suatu gerakan udara yang berpindah dari tempat dengan suhu yang bertekanan tinggi ke daerah yang bertekanan rendah.
Menurut Sri Pujiastuti, dkk dalam buku IPS Terpadu 1B untuk SMP dan MTs Kelas VII Semester 2, angin bisa bergerak dan berpindah sebab adanya perbedaan tekanan pada bumi.
Jika dilihat dari cara geraknya, angin diklasifikasikan menjadi beberapa jenis. Salah satu jenis angin disebut adalah angin darat.
Dikutip dari buku Ips Terpadu: Jilid 1B yang ditulis oleh N. Suparno, dkk, pengertian angin darat adalah pergerakan udara dari darat ke laut.
Angin ini terjadi karena tekanan udara di permukaan laut lebih rendah daripada tekanan udara di daratan. Jenis angin ini pada umumnya terjadi pada malam hari.
Adanya gerakan angin dari malam hari ini biasa dimanfaatkan oleh nelayan untuk berlayar. Selain itu, terdapat beberapa manfaat lain dari angin darat. Untuk lebih lengkapnya, berikut daftar manfaat angin darat.
Membantu aktivitas berlayar bagi para nelayan yang menggunakan perahu yang bergerak tanpa mesin.
Membantu perpindahan uap air yang bisa memberikan kesejukan ketika udara sangat panas, khususnya saat kemarau.
Secara tidak langsung membantu proses pembenihan tumbuhan yang ada di sekitar pantai sehingga terhindar dari serangga penyerbuk.
Memberikan gas serta senyawa yang dibutuhkan oleh tumbuhan agar bisa membantu proses tumbuh kembangnya.
Membantu pergerakan awan yang bisa mempercepat proses turunnya hujan ke bumi.
Dijadikan sebagai ukuran pada beberapa cabang olahraga, seperti olahraga paralayang dan ski air.
Sebagai instrumen alternatif pembangkit listrik tenaga angin dengan bantuan kincir angin.
Bagaimana Proses Terjadinya Angin Darat?
Seperti yang disebutkan sebelumnya, angin darat terjadi akibat tekanan udara pada permukaan laut lebih rendah daripada yang ada di daratan.
Angin darat terjadi di malam hari sebab daratan memiliki sifat yang mudah menyerap dan melepaskan energi panas dibandingkan dengan permukaan laut.
Proses terjadinya angin darat dimulai dari udara panas yang ada di permukaan laut bergerak naik. Saat itu, tempat udara panas tersebut digantikan oleh udara yang lebih dingin yang berasal dari daratan.
Udara dingin yang ada di daratan disebabkan oleh kemampuan daratan yang cepat dalam melepaskan energi panas, sedangkan laut pada malam hari sedang proses melepaskan energi panas.
Akibat adanya udara dingin di laut, proses dan gerakan konveksi yang menyebabkan udara dingin dari daratan bergerak menggantikan udara yang naik di lautan.
Adanya pergerakan udara dari arah daratan ke lautan tersebut disebut sebagai angin darat. Gerakan udara ini kemudian dimanfaatkan oleh nelayan untuk melaut agar lebih mudah mencapai tengah laut untuk mencari ikan.
Apa Perbedaan Angin Laut dan Angin Darat?
Perbedaan umum dari angin laut dan angin darat adalah sifat anginnya. Angin laut cenderung lambat dalam menyerap dan melepaskan energi panas, sedangkan angin darat sangat cepat.
Jika ditinjau dari arah gerak dari kedua jenis angin tersebut, angin darat berembus dari darat ke laut, sedangkan angin laut bertiup dari laut ke darat.
Pada sisi waktu terjadinya, kedua jenis angin ini memiliki perbedaan. Angin darat terjadi pada malam hari hingga dini hari, sedangkan angin laut mulai dari pagi hingga sore hari.
Dari sisi pemanfaatannya juga berbeda. Biasanya, angin darat digunakan oleh nelayan untuk berlayar ke laut, sedangkan angin darat untuk pulang ke daratan
Itulah beberapa penjelasan mengenai angin darat. Kesimpulannya adalah proses terjadinya angin darat pada malam hari dimulai dari energi panas yang dilepaskan oleh daratan.
Pelepasan energi panas yang memiliki tekanan maksimum dibandingkan lautan sehingga udara yang ada di daratan (daerah dengan tekanan tinggi) berpindah ke daratan (daerah dengan tekanan rendah).
Baca Juga: Arah Mata Angin: Jenis dan Cara Menentukannya dengan Kompas
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Bagaimana proses terjadinya angin darat?

Bagaimana proses terjadinya angin darat?
Proses terjadinya angin darat pada malam hari dimulai dari energi panas yang dilepaskan oleh daratan. Pelepasan energi panas yang memiliki tekanan maksimum dibandingkan lautan sehingga udara yang ada di daratan (daerah dengan tekanan tinggi) berpindah ke daratan (daerah dengan tekanan rendah).
Apa perbedaan umum angin laut dan angin darat?

Apa perbedaan umum angin laut dan angin darat?
Perbedaan umum dari angin laut dan angin darat adalah sifat anginnya. Angin laut cenderung lambat dalam menyerap dan melepaskan energi panas, sedangkan angin darat sangat cepat.
Apa pemanfaatan angin laut dan angin darat?

Apa pemanfaatan angin laut dan angin darat?
Biasanya, angin darat digunakan oleh nelayan untuk berlayar ke laut, sedangkan angin darat untuk pulang ke daratan.
