Bagaimana Tata Cara Khutbah Idul Fitri? Ini Penjelasannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana tata cara khutbah Idul Fitri? Menjelang hari raya, umat Islam dianjurkan untuk mengerjakan salat Idulfitri. Salat Idulfitri merupakan salat sunnah yang dikerjakan pada hari pertama bulan Syawal, untuk menandai berakhirnya bulan Ramadan, sekaligus menyambut datangnya Hari Raya Idulfitri.
Berdasarkan Buku Panduan Sholat Lengkap (Wajib & Sunah), Saiful Hadi El Sutha, (2012:122), hukum mengerjakan salat Idulfitri yaitu sunah mu'akkadah. Berarti sangat dianjurkan, mendekati wajib.
Waktu menerjakan salat Idulfitri yakni mulai dari naiknya matahari setinggi tombak hingga tergelincir. Dalam pelaksanaan salat Idulfitri disunnahkan untuk sedikit ditunda (hingga hari menjadi sedikit siang), supaya kaum muslimin dapat menunaikan zakat fitrah.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Bagaimana Tata Cara Khutbah Idul Fitri?
Berdasarkan laman resmi nu.or.id, berikut merupakan penjelasan bagaimana tata cara khutbah Idul Fitri?
Dalam melaksanakan khutbah Idulfitri, mirip dengan melaksanakan khutbah pada salat Jumat. Hanya saja terdapat beberapa tambahan teknis. Adapun tata cara khutbah Idul Fitri adalah sebagai berikut.
Rukun khutbah pada salat Idul Fitri tidak berbeda dari rukun khutbah pada salat Jumat, yaitu:
Memuji Allah Swt.
Membaca shalawat.
Berwasiat tentang takwa.
Membaca ayat suci Al-Qur'an pada salah satu khutbah.
Mendoakan kaum muslimin pada khutbah kedua.
Khutbah Idulfitri dikerjakan sebanyak dua kali, di antara dua khutbah tersebut khatib disunnahkan untuk duduk (bagi yang mampu berdiri). Hal tersebut sudah dijelaskan dalam Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah berikut,
السُّنَّةُ أَنْ يَخْطُبَ الإِمَامُ فِي العِيدَيْنِ خُطْبَتَيْنِ يَفْصِلُ بَيْنَهُمَا بِجُلُوسٍ
Artinya: “Sunnah seorang Imam berkhutbah dua kali pada shalat hari raya (Idulfitri dan Idul Adha), dan memisahkan kedua khutbah dengan duduk.” (HR Asy-Syafi’i)
Pada pelaksanaan khutbah Idulfitri pertama khatib disunahkan atau dianjurkan untuk memulainya dengan membaca takbir sebanyak sembilan kali, dan untuk khutbah yang kedua, khatib disunahkan atau dianjurkan membukanya dengan takbir sebanyak tujuh kali.
Sedangkan menurut buku Panduan Khutbah Ied Keluarga, Tim Penyusun MUI, (2021:6), tata cara pelaksanaan khutbah Idul Fitri adalah sebagai berikut:
Khutbah Idulfitri hukumnya sunnah yang merupakan kesempuranaan shalat Idulfitri
Khutbah Idulfitri dilaksanakan dengan dua khutbah, dilaksanakan dengan berdiri dan di antara keduanya dipisahkan dengan duduk sejenak
Khutbah pertama dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a. Membaca takbir sebanyak sembilan kali
b. Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca الحمد لله
c. Membaca shalawat Nabi Muhhammad saw, antara lain dengan membaca اللهم صل على سيدنا محمد
Berwasiat tentang takwa
Membaca ayat Al-Qur'an
Khutbah kedua dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a. Membaca takbir sebanyak tujuh kali
b. Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca الحمد لله
c. Membaca shalawat Nabi Muaammad saw, antara lain dengan membaca اللهم صل على سيدنا محمد
Berwasiat tentang takwa
Mendoakan kaum muslimin
Tata Cara Salat Idul Fitri
Adapun tata cara melaksanakan salat Idul Fitri berdasarkan buku yang berjudul Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMP/MTs Kelas VIII, Aris Abi Syaifullahh, dkk., (2021:82), adalah sebagai berikut:
Imam memimpin pelaksanaan shalat Idulfitri diawali dengan niat yang ikhlas di dalam hati. Jika diucapkan maka bunyi niatnya adalah:
أصلى سُنَّةَ لِعِيدِ الْفِطْرِ رَكَعَتَيْنِ اللَّهِ تَعَالَى
Artinya: "Saya berniat sholat sunnah Idulfitri dua rakaat karena Allah ta'ala."
Pada rakaat pertama sesudah membaca do'a iftitah bertakbir sambil mengangkat tangan sebanyak tujuh kali. Di sela-sela takbir satu dan lainnya disunnahkan membaca:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Artinya: "Maha suci Allah, dan segala puji bagi Allah, tiada Tuhan kecuali Allah, Allah maha besar."
Setelah takbir tujuh kali dan membaca tasbih tersebut dilanjutkan membaca surah Al-Fatihah dan membaca salah satu surah dalam Al- Qur'an. Namun, diutamakan surah Qaf atau surah Al-A'la.
Pada rakaat kedua, setelah takbir berdiri kemudian membaca takbir lima kali sambil mengangkat tangan dan di antara setiap takbir disunnahkan membaca tasbih. Setelah itu membaca surah Al-Fatihah dan surah-surah pilihan. Surah yang diutamakan dibaca adalah surah Al-Qamar atau surah Al-Ghasyiyah.
Salat Idul Fitri ditutup dengan salam. Setelah itu khatib mengumandangkan khutbah dua kali. Khutbah yang pertama dibuka dengan takbir sembilan kali dan khutbah yang kedua dibuka dengan takbir tujuh kali. Ada pula yang melaksanakan khutbah hanya satu kali.
Adab-Adab Pelaksanaan Salat Idul Fitri
Berikut merupakan adab-adab pelaksanaan salat Idulfitri mengutip dari buku yang berjudul Panduan Muslim Sehari-hari, DR. KH. M. Hamdan Rasyid, MA., dkk., (2016:274).
Sebelum melaksanakan salat Idulfitri hendaklah seseorang mandi terlebih dahulu, memakai wewangian, dan memakai pakaian yang bagus. Berdasar penuturan Al-Hasan bin Ali, "Nabi Muhammad saw memerintahkan kami dalam Idain (Idul Fitri dan Idul Adha) agar memakai pakaian terbogus yang kami miliki, memakai minyak wangi terbaik yang kami miliki, dan berkurban (pada hari Raya Idul Adha) dengan binatang kurban termahal dari apa yang kami miliki." (HR. Al-Hakim)
Makan terlebih dahulu sebelum berangkat menuju tempat dilaksanakannya salat Idulfitri, berdasar hadis riwayat Buraidah yang menjelaskan. "Nabi itu tidak berangkat (untuk salat) di hari Raya Idulfitri sehingga beliau makan dahulu." (HR. At-Tirmidzi)
Banyak membaca "takbir" pada malam Idulfitri, sampai imam keluar untuk memimpin pelaksanaan salat Idulfitri. Bunyi kalimat takbir pada malam Idulfitri adalah:
اللهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ . لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَاللَّهِ الْحَمْدُ.
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Allaahu Akbar. Laa ilaaha illallaahu wallaahu Akbar. Allaahu Akbar wa lillaahil hamd. Artinya:
"Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. Allah Mahabesar, tiada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar. Allah Mahabesar, dan hanya bagi Allah segala puji."
Berangkat ke tempat salat dari satu jalan dan pulang dari salat melalui jalan yang berbeda, sebagaimana hadis riwayat Jabir bin Abdillah yang menjelaskan, "Rasulullah itu keluar dan pulang dari dari jalan yang berbeda di hari raya." (HR. Al-Bukhari)
Dalam cuaca yang bagus, sebaiknya salat Idulfitri dilaksanakan di lapangan atau tempat-tempat terbuka yang luas. Karena Nabi Muhammad saw selalu melaksanakan salat Idulfitri di lapangan.
Memberikan ucapan selamat hari raya Idulfitri kepada saudara sesama muslim seusai melaksanakan salat Idulfitri.
Merayakan hari raya dengan bersenang-senang, dengan makan dan minum serta permainan yang dibolehkan oleh syariat. Tentunya tidak boleh dilakukan secara berlebihan.
Berdasar hadis riwayat Anas bin Malik yang menyebutkan, "Nabi Muhammad saw datang ke Madinah sementara penduduknya mempunyai dua hari untuk bersenang-senang dan bermain- main, maka beliau pun bersabda, "Sungguh Allah telah mengganti keduanya dengan apa yang lebih baik, yakni hari raya Idulfitri dan hari raya Idul Adha." (HR. Abu Dawud, An-Nasa'l, dan Ahmad)
Setelah selesai dari melaksanakan salat Idulfitri, maka biasanya umat Islam di seluruh penjuru dunia merayakan hari kemenangan, yaitu hari raya Idulfitri. Dalam merayakan hari raya Idulfitri ini, seluruh umat Islam larut dalam kegembiraan, kebahagiaan, dan suka cita.
Hakikat Idulfitri bukanlah memakai pakaian yang baru atau menghidangkan makanan dan minuman yang lezat, melainkan kembalinya manusia pada kondisi yang suci dari noda dan dosa seperti bayi yang baru dilahirkan, sehingga dapat menemukan kembali kemanusiaannya serta berikrar kembali kepada tuhannya.
Hal ini dapat dibuktikan dengan kesediaannya untuk membayar zakat pada sesamanya yang selama ini terlupakan. Di samping itu juga semakin bertakwa kepada Allah, bermurah hati dalam bidang moral dan spiritual, sehingga bersedia untuk meminta dan memberi maaf kepada sesamanya, memperkokoh tali persaudaraan, mengikis habis perasaan dendam, dengki, dan iri hati serta persengketaan dan permusuhan, sebagaimana tuntunan Rasulullah:
اجْتَهِدُوا يَوْمَ الْفِطْرِ فِي الصَّدَقَةِ وَ أَعْمَالِ الْخَيْرِ وَ البِرِّ مِنَ الصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ
و التَّسْبِيحِ وَ التَّهْلِيْلِ فَإِنَّهُ الْيَوْمُ الَّذِي يَغْفِرُ اللَّهُ تَعَالَى فِيْهِ ذُنُوبَكُمْ وَ يَسْتَجِبُ دُعَاءَكُمْ وَ يَنْظُرُ إِلَيْكُمْ بِالرَّحْمَةِ.
Artinya:
"Bersungguh-sungguhlah kalian pada hari raya Idulfitri dengan mengeluar- kan sedekah serta melaksanakan perbuatan baik dan kebajikan, seperti shalat. zakat. bertasbih dan bertahlil. Karena sesungguhnya hari raya Idulfitri adalah hari di mana Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian, menjawab doa-doa kalian, dan melihat kalian dengan pandangan rahmat (kasih sayang)."
Hari raya Idulfitri adalah hari yang suci dan penuh kemuliaan, maka pada hari itu setiap muslim dan muslimah disunahkan untuk saling mengunjungi (bersilaturahmi), saling berbagi kebahagiaan dengan saling memberikan jamuan.
Baca juga: Bacaan Niat Itikaf di Masjid dan Tata Caranya
Demikianlah penjelasan tentang bagaimana tata cara khutbah Idul Fitri. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat untuk orang yang sedang membutuhkannya. (Ria)
