Beli Museum Passport di Mana Saja? Ini Lokasi Pembeliannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Beli Museum Passport di mana? Sejak peluncuran produk koleksi museum ini pada awal Juni 2026, masyarakat mencari informasi tentang pembelian capnya.
Museum Passport menghadirkan cara baru untuk mencatat perjalanan budaya melalui pengumpulan cap kunjungan dari berbagai museum Indonesia.
Harga promosi yang berlaku hingga akhir Juni membuat produk ini menarik bagi pencinta sejarah, kolektor stempel, dan wisatawan.
Beli Museum Passport di Mana Saja untuk Kunjungannya?
Beli Museum Passport di mana saja? Jawabannya saat ini Museum Passport tersedia di IHA Shop Museum Nasional Indonesia, Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, dan Museum Perjuangan Yogyakarta.
Dikutip dari Instagram @museumnasionalindonesia, Museum Passport resmi diluncurkan mulai 16 Juni 2026 oleh Museum dan Cagar Budaya (MCB).
Produk ini dirancang sebagai buku koleksi yang memungkinkan pemiliknya mengumpulkan stempel dari museum-museum yang berada di bawah naungan MCB.
Setiap kunjungan dapat ditandai dengan cap khusus sehingga perjalanan ke berbagai museum terdokumentasi dalam satu buku yang sama.
Bagi pengunjung yang berada di Jakarta, Museum Passport dapat diperoleh melalui IHA Shop yang berada di kawasan Museum Nasional Indonesia. Lokasi ini menjadi salah satu titik penjualan resmi sejak awal peluncuran.
Kehadiran Museum Passport di Museum Nasional memudahkan pengunjung yang ingin langsung memulai koleksi stempel saat berkunjung.
Di wilayah Yogyakarta, Museum Passport sudah tersedia di Museum Benteng Vredeburg dan Museum Perjuangan Yogyakarta.
Pengunjung yang membeli di kedua lokasi tersebut dapat langsung memperoleh stempel museum pertama sebagai awal perjalanan koleksi.
Fasilitas ini menjadi nilai tambah karena buku tidak hanya dibeli, tetapi juga langsung dapat digunakan pada hari yang sama.
Harga Museum Passport selama masa promosi HUT ke-4 Museum dan Cagar Budaya ditetapkan sebesar Rp81.000. Harga tersebut merupakan potongan dari harga normal Rp89.000.
Program promosi berlaku hingga 30 Juni 2026, sehingga pembelian sebelum tanggal tersebut memberikan keuntungan berupa harga yang lebih rendah dibandingkan harga reguler.
Keunggulan Museum Passport tidak berhenti pada fungsi pengumpulan stempel. Di dalam buku juga terdapat voucher tiket masuk gratis yang dapat digunakan pada sejumlah museum yang dikelola MCB.
Total terdapat sepuluh voucher kunjungan gratis yang dapat dimanfaatkan untuk menjelajahi berbagai museum di Indonesia.
Beberapa museum yang termasuk dalam manfaat voucher tersebut antara lain Museum Nasional Indonesia, Museum Kebangkitan Nasional, dan Galeri Nasional Indonesia.
Kehadiran voucher ini membuat Museum Passport bukan sekadar barang koleksi, melainkan juga sarana yang dapat digunakan untuk mengunjungi lebih banyak destinasi budaya tanpa biaya tiket tambahan pada museum tertentu.
Minat masyarakat terhadap Museum Passport terbilang cukup tinggi sejak hari pertama penjualan. Dalam dua hari awal peluncuran di Museum Benteng Vredeburg, penjualan telah melampaui puluhan unit.
Angka tersebut menunjukkan bahwa konsep buku perjalanan museum mendapat respons positif dari berbagai kalangan, mulai dari kolektor hingga keluarga yang gemar mengunjungi tempat bersejarah.
Museum Passport juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas pada masa mendatang.
Selain museum yang berada di bawah pengelolaan MCB, museum lain berpotensi ikut berpartisipasi dengan menyediakan stempel khusus bagi pemilik Museum Passport.
Langkah tersebut dapat memperluas jaringan destinasi yang dapat dicatat dalam buku koleksi tersebut.
Keberadaan Museum Passport mendorong aktivitas kunjungan museum menjadi lebih menarik karena setiap perjalanan meninggalkan jejak dalam bentuk cap dan catatan kunjungan.
Pengalaman tersebut menghadirkan nilai koleksi yang terus bertambah seiring banyaknya museum yang dikunjungi.
Beli Museum Passport di mana saja kini sudah memiliki jawaban yang jelas melalui titik penjualan resmi di Jakarta dan Yogyakarta.
Ketersediaan voucher gratis serta sistem pengumpulan stempel membuat produk ini memiliki fungsi koleksi sekaligus pendamping perjalanan budaya yang praktis. (Shofia)
Baca Juga: Museum Passport, Program Baru dari Kementerian Kebudayaan
