Konten dari Pengguna

Bentuk Tarian dengan Ciri Khas Masing-masing

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bentuk Tarian dengan Ciri Khas Masing-masing. Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO/KumparanNEWS
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bentuk Tarian dengan Ciri Khas Masing-masing. Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO/KumparanNEWS

Setiap bentuk tarian yang muncul akan punya ciri khas masing-masing. Tarian yang tumbuh dan berkembang di kalangan istana, tata busana terkesan estetis dan mewah, pengembangannya lebih sulit dan tarian berfungsi sebagai upacara kerajaan merupakan ciri tari.

Dalam perkembangannya, seni tari hadir dengan beragam bentuk dan fungsi yang berbeda-beda. Ada tarian yang tumbuh di lingkungan rakyat, ada pula yang berkembang di lingkungan bangsawan atau kerajaan dengan aturan dan pakem yang lebih ketat.

Bentuk Tarian yang Muncul akan Punya Ciri Khas Masing-masing Sebagai Tari Klasik

Ilustrasi Bentuk Tarian dengan Ciri Khas Masing-masing. Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO/KumparanNEWS

Setiap bentuk tarian yang muncul akan punya ciri khas masing-masing. Tarian yang tumbuh dan berkembang dikalangan istana, tata busana terkesan estetis dan mewah, pengembangannya lebih sulit dan tarian berfungsi sebagai upacara kerajaan merupakan ciri tari klasik.

Dikutip dari laman repositori.unwira.ac.id, tari klasik diwariskan secara turun-temurun oleh kalangan bangsawan dan memiliki aturan gerak yang baku atau pakem sehingga tidak dapat diubah sembarangan.

Tari klasik termasuk jenis seni tari tertua di Indonesia karena telah berkembang sejak masa kerajaan dan masih dilestarikan hingga sekarang. Memiliki nilai seni dan estetika yang sangat tinggi. Gerakan dalam tari klasik biasanya dilakukan dengan lembut, anggun, tegas, dan penuh penghayatan.

Selain itu, setiap gerakan memiliki makna tertentu yang berkaitan dengan budaya dan kehidupan masyarakat kerajaan pada masa lampau. Karena berkembang di lingkungan istana, tarian ini juga identik dengan kesan mewah dan elegan.

Mempunyai aturan yang jelas mengenai gerakan, pola lantai, kostum, hingga makna tariannya. Aturan tersebut tidak boleh diubah karena dapat mengubah makna tarian itu sendiri.

Penari tari klasik biasanya menggunakan riasan yang tebal dan menyesuaikan karakter tokoh yang diperankan. Tata rias bertujuan memperjelas ekspresi dan memperkuat karakter penari di atas panggung.

Tari klasik pada awalnya digunakan dalam acara kerajaan, penyambutan tamu penting, upacara adat, maupun pertunjukan di lingkungan keraton. Oleh karena itu, tari klasik sering dianggap sebagai simbol kehormatan dan kebudayaan istana.

Contoh tari klasik di Indonesia antara lain Tari Bedhaya dan Serimpi dari Jawa, yang berkembang di lingkungan keraton dan memiliki gerakan lembut serta penuh makna filosofis.

Demikianlah ulasan mengenai bentuk tarian dengan ciri khas yang berkembang di lingkungan istana atau kerajaan, yaitu tari klasik. (Idaf)

Baca juga: Renang dan Pencak Silat sebagai Sarana Pembelajaran Kontekstual