BMKG Memprediksi Potensi Hujan Lebat Selama Periode Lebaran 2026, Cek di Sini

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rasa penasaran masyarakat akan cuaca saat hari Idulfitri nanti menimbulkan pertanyaan benarkah BMKG memprediksi potensi hujan lebat selama periode Lebaran 2026? Terlebih, beberapa hari ini cuaca sedang tidak menentu di sejumlah wilayah di Indonesia.
Menikmati cuaca cerah saat perayaan Lebaran menjadi harapan bagi masyarakat Indonesia. Dengan cuaca yang mendukung, maka silaturahmi untuk merayakan Idulfitri akan lebih mudah, tanpa khawatir turun hujan.
Benarkah BMKG Memprediksi Potensi Hujan Lebat Selama Periode Lebaran 2026?
Beberapa waktu lalu beredar kabar hujan akan turun lebat saat hari Lebaran. Lantas, benarkah BMKG memprediksi potensi hujan lebat selama periode Lebaran 2026? Berikut adalah informasi selengkapnya.
Berdasarkan informasi dari situs resmi bmkg.go.id, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa selama periode mudik dan arus balik Lebaran diprediksi akan ada curah hujan, dinamika atmosfer, hingga potensi terjadinya banjir rob, serta gangguan penerbangan.
Hal ini terjadi saat Indonesia masih berada dalam periode puncak musim hujan, yaitu selama bulan Januari hingga Februari, dan akan melandai seiring berjalannya waktu. Namun, saat ini hujan dengan intensitas tinggi masih melanda sebagian besar wilayah Indonesia.
Pada bulan Maret 2026, BMKG memprediksi hujan akan berada di kategori menengah hingga tinggi dengan potensi hujan sangat tinggi. Prediksi tersebut akan terjadi di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua Tengah.
Sementara itu, selama periode Lebaran, beberapa fenomena atmosfer diprediksi masih aktif. Mulai dari Monsun Asia, Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer, serta potensi bibit siklon atau siklon tropis, terutama di wilayah Indonesia bagian selatan.
Kondisi cuaca didominasi berawan hingga hujan sedang diperkirakan terjadi pada tanggal 1-31 Maret 2026. Tidak hanya itu, potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) perlu diwaspadai di beberapa wilayah, seperti Sumatera Barat, Samudra Hindia, Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku, Papua, hingga Pasifik Utara.
Dampaknya adalah akan ada turbulensi dan petir pada rute penerbangan, hujan lebat, badai guntur, wind gust, hingga wind shear di bandara. BKMG turut mengingatkan adanya potensi banjir rob pada bulan Maret akibat kombinasi fase Bulan Baret dan fase Perigee.
Masyarakat yang berada di wilayah pesisir Indonesia diharapkan dapat meningkatkan rasa waspada terhadap potensi genangan. Sebab, kemungkinan akan ada peningkatan ketinggian pasang air laut.
Meski BMKG memprediksi potensi hujan lebat selama periode Lebaran 2026, masyarakat dapat mengetahui kondisi cuaca terkini melalui platform informasi cuaca yang tersedia. Dengan begitu, dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi cuaca tertentu saat Idulfitri. (Prima)
Baca juga: Perkiraan Lebaran 2026 yang Patut Diketahui Umat Islam di Indonesia
