Perkiraan Lebaran 2026 yang Patut Diketahui Umat Islam di Indonesia

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perkiraan Lebaran 2026 menjadi topik yang menarik di kalangan umat Islam di Indonesia mengingat saat ini telah mendekati akhir bulan Ramadan.
Dikutip dari situs pendidikan-sains.fmipa.unesa.ac.id, sebentar lagi, umat Islam akan merayakan Idulfitri tahun 2026 setelah menjalani ibadah puasa selama kurang lebih 1 bulan.
Namun, penetapan tanggal 1 Syawal mempunyai potensi berbeda antara pemerintah RI serta organisasi Islam, seperti Muhammadiyah, karena perbedaan metode yang dipakai untuk menentukan awal bulan Hijriah.
Perkiraan Lebaran 2026
Dikutip dari situs pendidikan-sains.fmipa.unesa.ac.id dan daftarsekolah.spmb.teknokrat.ac.id, terkait perkiraan Lebaran 2026, Muhammadiyah telah menentukan tanggal Idulfitri tahun 2026 lewat maklumat resmi PP Muhammadiyah.
Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Jumat, tanggal 20 Maret 2026. Penetapan 1 Syawal 1447 H ini diketahui menurut hasil perhitungan astronomi atau metode hisab.
Penentuan ini memakai metode hisab dengan pendekatan kalender Hijriah global yang memperhitungkan posisi Matahari serta Bulan secara astronomis. Karena berdasarkan perhitungan ilmiah, metode ini memungkinkan penetapan tanggal lebih awal.
Lewat Kementerian Agama, pemerintah RI memakai metode kombinasi antara hisab serta rukyat dalam menentukan awal bulan Hijriah.
Metode yang digunakan pemerintah RI ini memadukan antara perhitungan astronomi dengan pengamatan langsung hilal (bulan sabit mudah).
Menurut kalender Hijriah yang disusun oleh Kemenag RI, perkiraan Lebaran 2026 adalah pada hari Sabtu, tanggal 21 Maret 2026.
Namun, perkiraan ini masih bersifat sementara sebab keputusan final mengenai jadwal Idulfitri tahun 2026 akan ditentukan dalam sidang isbat yang direncanakan akan dilangsungkan pada hari Kamis, tanggal 19 Maret 2026.
Dalam sidang isbat ini, pemerintah RI akan meninjau hasil pengamatan hilal yang dilakukan di berbagai wilayah di Tanah Air untuk menentukan apakah bulan Ramadan akan berakhir sesudah 29 atau 30 hari.
Perbedaan hari Idulfitri di Indonesia bukanlah hal yang baru. Hal ini terjadi sebab adanya perbedaan metode yang digunakan.
Selama beberapa dekade terakhir, perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah sering kali menghasilkan selisih 1 hari tetapi dalam beberapa tahun terakhir, penentuan Idulfitri antara organisasi Islam serta pemerintah RI juga bisa bertepatan pada hari yang sama.
Sidang isbat yang akan dilangsungkan pada tanggal 19 Maret 2026 nanti akan menjadi momen penentu final pelaksanaan Idulfitri tahun 2026 sehingga tidak ada lagi perkiraan Lebaran 2026 di kalangan umat Islam di Indonesia. (Mey)
Baca juga: 1 Syawal 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Cari Tahu di Sini
