Bracket M7 Terbaru di M7 World Championship 2026

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bracket M7 terbaru menjadi sorotan utama dalam lanjutan turnamen M7 World Championship Mobile Legends karena menentukan peta persaingan menuju partai puncak.
Babak Knockout Stage menghadirkan tensi tinggi dengan sistem eliminasi ganda yang menuntut konsistensi serta ketahanan mental setiap tim.
Perkembangan hasil pertandingan hingga akhir Januari 2026 menunjukkan dinamika kuat, termasuk jatuh bangunnya wakil dari berbagai region.
Bracket M7 Terbaru Mobile Legends
Dikutip dari Instagram @mpl.id.official, berikut adalah bracket M7 terbaru yang mencerminkan alur kompetisi dari babak Wildcard Mobile Legends, Swiss Stage, hingga Knockout Stage dengan format double elimination.
Babak Wildcard berlangsung pada 3–6 Januari dan dibagi ke dalam dua grup. Grup A dihuni Team Zone, ZETA, Boostgate, serta LEON, sedangkan Grup B diisi GZG, Axe, Virtus.pro, dan RLG SE.
Pertandingan fase ini menggunakan sistem round robin terbatas, di mana setiap hasil menentukan peluang melaju ke semifinal.
Team Zone tampil dominan di Grup A, sementara Virtus.pro menunjukkan konsistensi kuat di Grup B sebelum akhirnya tersingkir pada fase lanjutan.
Semifinal Wildcard pada 6 Januari menjadi gerbang penting menuju Swiss Stage. Team Zone menang tipis 3-2 atas Guangzhou, sedangkan Boostgate memastikan kelolosan setelah duel ketat melawan Virtus.pro dengan skor 3-2.
Hasil ini memperlihatkan bahwa sejak awal, jalur kompetisi sudah menuntut daya tahan strategi dan mental.
Swiss Stage dimulai pada 10 Januari dengan format pool berbasis catatan menang dan kalah. Stage 1 menggunakan Best of 1, membuat setiap pertandingan sangat menentukan. Kekalahan langsung menempatkan tim dalam posisi sulit.
Stage 2 hingga Stage 5 secara bertahap meningkatkan tekanan melalui kombinasi Best of 1 dan Best of 3. Pada fase ini, tim yang mencapai tiga kemenangan lebih cepat mengamankan tiket Playoff, sementara tim dengan tiga kekalahan harus tersingkir.
Alter Ego, SRG, Aurora, Aurora PH, Team Liquid PH, Team Spirit, Yangon Galacticos, dan ONIC berhasil lolos sebagai delapan besar.
Memasuki Playoff, format double elimination bracket mulai diterapkan secara penuh. Sistem ini membagi jalur kompetisi menjadi Upper Bracket dan Lower Bracket.
Upper Bracket berfungsi sebagai jalur utama bagi tim yang menang di pertandingan awal.
Kekalahan di Upper Bracket tidak langsung mengeliminasi tim, tetapi menurunkannya ke Lower Bracket. Lower Bracket menjadi jalur terakhir karena kekalahan di sini berarti akhir perjalanan di turnamen.
Perempat Final Upper Bracket pada 18 Januari memperlihatkan persaingan sengit.
Aurora PH menyingkirkan Team Liquid PH 2-1, Aurora mengalahkan Yangon Galacticos 2-0, Selangor Red Giants menundukkan Team Spirit 2-0, serta Alter Ego mengalahkan ONIC 2-0.
Semifinal Upper Bracket pada 21 Januari semakin menentukan arah turnamen. Selangor Red Giants menang dramatis 3-2 atas Aurora, sementara Aurora PH mengalahkan Alter Ego 3-1 dan melaju ke Final Upper Bracket.
Upper Bracket Final mempertemukan Aurora PH dan Selangor Red Giants pada 22 Januari.
Pertandingan Best of 5 ini berakhir dengan skor 3-2 untuk Aurora PH, sekaligus memastikan satu tempat di Grand Final. Selangor Red Giants harus turun ke Lower Bracket untuk mempertahankan peluang juara.
Lower Bracket menjadi arena dengan tekanan tertinggi. ONIC tersingkir setelah kalah 1-3 dari Team Liquid PH pada 22 Januari.
Alter Ego yang sebelumnya kalah di Upper Bracket harus menjalani jalur panjang di Lower Bracket, dimulai dengan laga melawan Team Spirit pada 23 Januari.
Jalur ini menuntut kemenangan beruntun tanpa celah kesalahan hingga Final Lower Bracket.
Grand Final dijadwalkan pada 25 Januari dengan format Best of 7. Format ini memberikan keunggulan bagi tim dengan kedalaman strategi, adaptasi draft, dan konsistensi permainan dalam durasi panjang.
Sistem double elimination memastikan bahwa tim juara bukan hanya kuat di satu pertandingan, tetapi mampu bertahan dari tekanan berlapis sepanjang turnamen.
Bracket M7 terbaru menggambarkan peta persaingan yang ketat dengan perubahan posisi yang cepat dan penuh tekanan.
Perjalanan menuju gelar juara M7 World Championship ditentukan oleh kemampuan bertahan, adaptasi strategi, serta konsistensi performa di setiap fase M7 yang terbaru. (Shofia)
Baca Juga: Hasil ONIC vs TLPH di M7 World Championship 2026, Siapa yang Menang?
