Cara Daftar Jadi Petugas Haji 2026 dan Persyaratannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara daftar jadi petugas haji 2026 menjadi tema yang kembali muncul seiring keterlibatan publik yang semakin luas dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji secara profesional dan berintegritas.
Proses seleksi yang panjang menuntut calon peserta memahami alur pendaftaran dengan tenang agar setiap tahap dapat dijalani secara tertib tanpa mengabaikan aspek validitas dokumen.
Setiap langkah pendaftaran memiliki ketentuan yang memerlukan perhatian penuh sehingga seluruh proses berjalan sesuai aturan yang telah ditetapkan penyelenggara.
Cara Daftar Jadi Petugas Haji 2026
Dikutip dari haji.kemenagtanbu.id dan blog.umsu.ac.id, berikut adalah cara daftar jadi petugas haji 2026 yang dapat diikuti melalui alur pendaftaran digital yang sudah disiapkan penyelenggara.
Prosesnya dilakukan melalui situs resmi petugas.haji.go.id dengan langkah awal memilih menu pendaftaran dan memasukkan nomor WhatsApp aktif untuk menerima kode OTP.
Setelah itu barulah pendaftar melanjutkan pengisian formulir yang mencakup data pribadi seperti NIK, email, username, dan password.
Unggahan dokumen wajib berupa surat rekomendasi dan KTP menjadi bagian penting pada tahap ini, sebelum peserta melakukan pengecekan mandiri atas kebenaran informasi dan mengirim formulir tersebut.
Informasi terkait lokasi pelayanan langsung atau titik koordinasi eksternal belum tersedia karena tidak ada pengumuman resmi dari Polri maupun pihak pendukung lain, sehingga seluruh alur yang digunakan mengacu pada sistem digital dan mekanisme dari penyelenggara.
Setelah berkas dikirim, proses dilanjutkan pada Verifikasi Tahap I oleh Kemenhaj kabupaten/kota dan provinsi.
Peserta yang dinyatakan memenuhi syarat akan menerima notifikasi untuk melengkapi biodata lanjutan dan mengunggah dokumen tambahan sesuai kategori petugas yang dilamar.
Setelah itu, peserta kembali login untuk melengkapi seluruh unggahan sebelum menunggu verifikasi berikutnya.
Jika dinyatakan lolos, sistem akan memberikan akses untuk mencetak kartu ujian serta instruksi untuk mengunduh aplikasi CATPETUGAS sebagai sarana pelaksanaan ujian.
Periode pendaftaran berlangsung pada 22–28 November 2025, disusul verifikasi hingga awal Desember dan pelaksanaan ujian pada jadwal yang telah ditetapkan Kementerian Agama.
Setiap pelamar petugas haji perlu memahami rangkaian ketentuan dasar yang disusun untuk memastikan kesiapan fisik, administratif, dan kompetensi sebelum mengikuti seluruh tahap seleksi yang sudah ditetapkan Kementerian Agama.
Syarat umum peserta:
• Warga Negara Indonesia beragama Islam
• Sehat jasmani dan rohani dengan bukti surat dokter pemerintah
• Tidak hamil bagi peserta perempuan
• Komitmen penuh terhadap pelayanan jemaah haji
• Identitas kependudukan sah dan tidak terlibat proses hukum
• Mampu mengoperasikan komputer dan gawai
• Mendapat izin atasan bagi pelamar dari instansi
• Kemampuan bahasa Arab atau Inggris menjadi nilai tambah
• Tidak sedang menjalani tugas belajar
• Suami istri tidak diperkenankan bertugas dalam tahun yang sama
Pola tugas yang berbeda dalam setiap formasi membuat syarat khusus disusun lebih rinci agar pelamar dapat menyesuaikan kualifikasi dengan kebutuhan seleksi yang berlaku.
Syarat khusus PPIH Kloter – Ketua Kloter:
• ASN Kemenag atau instansi terkait
• Usia 30–58 tahun
• Minimal Eselon IV atau golongan III/c
• Pendidikan minimal S1
• Diutamakan sudah berhaji
Pembimbing Ibadah Kloter:
• Usia 35–60 tahun
• Sudah berhaji
• Memiliki sertifikat pembimbing ibadah
• Pendidikan minimal S1
Syarat khusus PPIH Arab Saudi:
Pelaksana Akomodasi, Konsumsi, Transportasi
• Usia 25–57 tahun
Pelaksana Bimbingan Ibadah
• Usia 35–60 tahun
• Sudah berhaji
• Memiliki sertifikat pembimbing ibadah
Pelaksana Siskohat
• Usia 25–57 tahun
• Pengalaman operator Siskohat aktif minimal tiga tahun
• Kemampuan mengoperasikan aplikasi Siskohat
• Sertifikat pelatihan teknis menjadi nilai tambah
Tahapan verifikasi administrasi berjalan berlapis sehingga setiap dokumen yang diunggah harus benar, lengkap, dan sesuai format yang ditentukan oleh Kementerian Agama pada masing-masing formasi.
Syarat administrasi PPIH Kloter – Ketua Kloter:
• Surat rekomendasi instansi
• KTP dan ijazah terakhir
• SK pegawai terakhir
• Surat keterangan sehat
• Pernyataan mampu mengoperasikan perangkat digital
• SKCK (opsional)
• Pernyataan telah berhaji (opsional)
• Surat izin suami bagi perempuan menikah (opsional)
• Sertifikat bahasa atau piagam haji dua tahun terakhir (opsional)
Pembimbing Ibadah Kloter:
• Surat rekomendasi instansi
• KTP dan ijazah terakhir
• Sertifikat Pembimbing Ibadah
• Surat keterangan sehat
• Pernyataan telah berhaji
• Pernyataan kesediaan membimbing ibadah
• Pernyataan mampu mengoperasikan komputer atau gawai
• SKCK bagi non-ASN
• Dokumen opsional seperti SK pegawai, sertifikat bahasa, atau piagam haji
PPIH Arab Saudi – semua formasi:
• Surat rekomendasi instansi
• KTP dan ijazah
• Surat keterangan sehat
• Pernyataan mampu mengoperasikan gawai
• SKCK bagi non-ASN
• Dokumen opsional berupa surat izin suami, sertifikat bahasa, piagam haji, atau bukti pengalaman Siskohat sesuai formasi
Sebagai penutup, cara daftar jadi petugas haji 2026 perlu dipahami dengan cermat agar setiap langkah yang diambil tetap sesuai ketentuan resmi yang telah ditetapkan pemerintah.
Dengan mengikuti alur pendaftaran secara benar, calon peserta memiliki peluang lebih besar untuk lolos dan mengabdi pada penyelenggaraan layanan haji tahun mendatang. (Shofia)
Baca Juga: Syarat Rekrutmen Petugas Haji 2026 dan Cara Daftarnya sebagai Panduan
