Konten dari Pengguna

Cara Melakukan Adaptasi dari Kurikulum Nasional Sesuai Kebutuhan Peserta Didik

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Melakukan Adaptasi dari Kurikulum Nasional,Foto:Unsplash/MD Duran
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Melakukan Adaptasi dari Kurikulum Nasional,Foto:Unsplash/MD Duran

Apakah anda sudah terbiasa melakukan adaptasi dari kurikulum nasional? Pertanyaan ini cukup penting untuk direnungkan, terutama bagi para pendidik dan tenaga kependidikan yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran.

Setiap perubahan kurikulum membawa konsekuensi pada cara mengajar, penyusunan perangkat ajar, hingga strategi penilaian yang diterapkan di kelas.

Cara Melakukan Adaptasi dari Kurikulum Nasional

Ilustrasi Cara Melakukan Adaptasi dari Kurikulum Nasional,Foto:Unsplash/Kenny Eliason

Apakah anda sudah terbiasa melakukan adaptasi dari kurikulum nasional? Pertanyaan ini menjadi relevan ketika dunia pendidikan di Indonesia memasuki masa transisi dari Kurikulum 2013 menuju Kurikulum Merdeka.

Dikutip dari jurnal Kurikulum Merdeka: Proses Adaptasi dan Pembelajaran di Sekolah Menengah Atas oleh Iwan (2023) dijelaskan bahwa sebagian besar sekolah dan pendidik telah mulai terbiasa dengan proses adaptasi ini.

Melalui pelatihan, pembiasaan perangkat ajar, serta penerapan pembelajaran berdiferensiasi secara bertahap dalam aktivitas belajar mengajar sehari-hari. Proses adaptasi terhadap Kurikulum Merdeka dilakukan melalui beberapa langkah strategis.

1. Persiapan Awal

Sekolah mengikuti program seperti Sekolah Penggerak dan Guru Penggerak sebagai langkah awal penyelarasan visi pembelajaran.

Pada tahap ini, sekolah mulai menyeimbangkan pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler sebagai bagian dari proses pendidikan holistik.

2. Pelatihan dan Sosialisasi

Guru mendapatkan pelatihan profesional dari Kemendikbud Ristek untuk memahami prinsip fleksibilitas Kurikulum Merdeka. Sosialisasi internal juga dilakukan agar seluruh pendidik memiliki pemahaman yang sama dalam penerapan kurikulum.

3. Perancangan Perangkat Pembelajaran

Guru merancang modul ajar, media pembelajaran, dan bahan ajar yang mendukung kebutuhan siswa. Penyusunan dilakukan dengan memperhatikan karakter, minat, kemampuan awal, serta konteks lingkungan belajar.

4. Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi

Guru menyesuaikan metode pembelajaran berdasarkan perbedaan kebutuhan belajar siswa. Pembelajaran berdiferensiasi biasanya dimulai dengan asesmen diagnostik untuk memetakan kemampuan dasar dan gaya belajar siswa agar pembelajaran lebih tepat sasaran.

5. Evaluasi dan Penyesuaian Berkelanjutan

Evaluasi dilakukan di akhir proses pembelajaran untuk mengukur ketercapaian kompetensi. Hasil evaluasi digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki strategi, metode, atau perangkat ajar pada pertemuan berikutnya.

6. Kolaborasi dengan Berbagai Stakeholder

Adaptasi kurikulum melibatkan kerjasama guru dengan orang tua, konselor, psikolog, dan pihak sekolah lainnya. Kolaborasi ini membantu mendukung penentuan peminatan dan pengembangan potensi siswa agar lebih terarah.

Cara melakukan adaptasi dari kurikulum nasional pada dasarnya bukanlah proses yang instan, melainkan perubahan bertahap yang memerlukan kesiapan, pemahaman, serta kolaborasi dari berbagai pihak.

Adaptasi ini juga menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa pendidikan tidak hanya sekadar menyampaikan materi, tetapi juga mengembangkan karakter, minat, serta kompetensi peserta didik agar lebih siap menghadapi tantangan di masa depan. (shr)

Baca juga: Manfaat Melaksanakan Kewajiban di Sekolah bagi Peserta Didik