Konten dari Pengguna

Cara Membaca Multimeter Analog untuk Mengukur Besaran Listrik

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi multimeter analog. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi multimeter analog. Foto: Pixabay

Multimeter analog merupakan alat ukur besaran listrik yang mempunyai tiga fungsi utama pengukuran, yakni untuk mengukur resistansi (hambatan), arus listrik, dan tegangan listrik. Karena itu, multimeter analog biasa disebut dengan AVO-meter (Ampere-Volt Ohm meter).

Cara membaca multimeter analog dilakukan secara manual sehingga diperlukan ketelitian untuk mendapatkan hasil pengukuran yang tepat. Berbeda dengan multimeter digital yang hasil pengukurannya dapat langsung dilihat pada monitor.

Penggunaan multimeter analog juga dianggap lebih sulit karena ada banyak deretan angka yang bertumpuk dan dua jenis jarum untuk mengukur hasilnya. Agar tidak salah hitung, berikut penjelasan cara membaca multimeter analog yang dapat disimak.

Bagian-Bagian Multimeter Analog

Ilustrasi multimeter analog. Foto: Pixabay

Sebelum mengetahui cara membaca hasil pengukurannya, sebaiknya pahami dulu apa saja bagian-bagian multimeter analog. Dikutip dari Buku Ajar Listrik dan Elektronika Dasar Teknik Pertanian oleh Mareli Telaumbanua, berikut penjelasannya:

1. Papan Skala

Papan skala berfungsi untuk membaca hasil pengukuran dari suatu komponen. Papan skala terdiri atas skala tegangan (ACV dan DCV), tahanan/resisten dalam satuan ohm, kuat arus (DCmA), dan skala-skala lainnya.

2. Saklar Jangkauan Ukur (Selector)

Skala ini digunakan untuk menentukan posisi besaran yang akan diukur dan batas maksimum pengukurannya. Umumnya, ada empat posisi pilihan besaran pada alat ukur ini, yaitu pengukuran resistansi (ohm), arus DC (ampere), tegangan DC (volt), dan tegangan AC (volt).

3. Sekrup

Digunakan untuk mengatur posisi Zero Adjust Screw, yakni keadaan di mana jarum pada multimeter sudah berada di titik nol. Sekrup ini bisa diubah dengan cara diputar ke kanan atau kiri menggunakan obeng.

Baca juga: 7 Cara Menggunakan Multimeter Digital sebagai Alat Ukur Listrik

4. Tombol Zero Adjustment

Merupakan tombol yang berfungsi untuk mengatur jam penunjuk ada posisi nol dalam satuan ohm. Cara menggunakannya yaitu dengan menyatukan kedua kabel penyidik (probes) dan memutar tombolnya hingga posisi jarum berada pada angka nol.

5. Saklar Pemilih

Saklar pemilih atau disebut juga selektor skala ukur berfungsi untuk memilih batas skala ukur besaran listrik yang diukur, seperti tegangan, arus, resistansi, dan lain-lain. Sebagai contoh, jika ingin mengukur tegangan AC, maka saklar pemilih diputar hingga menyentuh skala AC.

6. Lubang Kutub +

Merupakan tempat memasukkan lead test + (probe positif) yang digunakan pada multimeter analog maupun digital. Lubang kutub + biasanya berwarna merah untuk membedakannya dengan probe negatif.

Cara Membaca Multimeter Analog

Ilustrasi multimeter, alat ukur listrik. Foto: Pixabay

Multimeter analog menggunakan jarum penunjuk yang diarahkan pada skala yang tertera pada alat ukur. Prinsip kerjanya menggunakan kumparan yang terpasang jarum penunjuk dan diletakkan di antara kutub magnet.

Secara garis besar, cara membaca multimeter analog dilakukan dengan tiga langkah. Berikut panduannya yang dikutip dari buku Listrik & Elektronika Dasar Otomotif tulisan Dr. Muji Setiyo, MT. dan Buku Ajar Dasar-Dasar Teknik Pengukuran Besaran Listrik oleh Ivany Sarief, S.T., M.T. dkk.:

1. Mengukur Tegangan DC

  • Sebelum melakukan pengukuran tegangan pastikan jarum skala ukur mengarah ke angka 0 (nol) terlebih dahulu dengan menghubungkan probe + dan probe -.

  • Pada pengaturan nol Ohm diputar perlahan hingga jarum mengarah penunjuk ke angka nol.

  • Amati skala ukur dengan posisi mata tegak lurus terhadap jarum penunjuk untuk memperoleh hasil yang akurat.

2. Mengukur Tahanan

  • Tempelkan probe secara bersamaan beberapa kali untuk melihat gerakan pointer.

  • Pastikan jarum berada di sisi kiri dalam posisi tak terhingga dan bergerak ke posisi nol saat kedua ujung probe ditempelkan.

  • Baca skala Ohmmeter dari kiri ke kanan.

  • Tempelkan kedua probe dan tahan beberapa waktu, lalu gunakan tombol Zero Adjustment untuk mengalibrasi pada posisi 0.

  • Gunakan selektor yang tepat untuk memperoleh hasil pengukuran yang akurat.

3. Mengukur Arus

  • Atur saklar selektor pemilih pada pengukuran arus maksimum yang mungkin akan terukur.

  • Sematkan probe ke soket yang sesuai pada multimeter analog.

  • Matikan power supply rangkaian, lalu buka titik di mana aru akan diukur.

  • Sambungkan probe hitam ke sisi negatif rangkaian dan probe merah ke sisi positif rangkaian.

  • Baca hasil pengukuran.

(ADS)

Baca juga: 14 Kegunaan Multimeter dalam Alat Ukur Elektronika

Frequently Asked Question Section

Bagaimana cara kerja multimeter analog?
chevron-down

Prinsip kerjanya menggunakan kumparan yang terpasang jarum penunjuk dan diletakkan di antara kutub magnet.

Skala apa saja yang ada pada multimeter analog?
chevron-down

Skala tegangan (ACV dan DCV), tahanan/resisten dalam satuan ohm, kuat arus (DCmA).

Apa perbedaan multimeter digital dan analog?
chevron-down

Berbeda dengan multimeter digital yang hasil pengukurannya dapat langsung dilihat pada monitor, cara membaca multimeter analog dilakukan secara manual.