Konten dari Pengguna

Cara Mendesain Inovasi Modul Ajar yang Mudah Dipahami Peserta Didik

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pembelajaran. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pembelajaran. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Tahun ajaran baru 2023/2024 untuk jenjang SD, SMP, dan SMA akan segera dimulai. Salah satu persiapan yang perlu dilakukan guru adalah menyusun modul ajar yang menarik dan mudah dipahami peserta didik.

Modul ajar merupakan salah satu perangkat ajar yang digunakan dalam Kurikulum Merdeka. Selain bertujuan untuk memudahkan peserta didik dalam memahami materi yang diajarkan, modul ajar juga menjadi panduan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran.

Satuan pendidikan dapat menggunakan modul ajar yang disediakan pemerintah atau mengembangkannya secara mandiri. Lantas, bagaimana cara mendesain inovasi modul ajar dengan baik? Simak panduannya dalam artikel ini.

Apa Itu Modul Ajar?

Ilustrasi Pembelajaran. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Mengutip laman pusatinformasi.kolaborasi.kemdikbud.go.id, modul ajar adalah perangkat ajar berupa dokumen yang berisi tujuan, langkah, media pembelajaran, serta asesmen yang dibutuhkan dalam satu unit/topik berdasarkan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).

Sama seperti RPP atau lesson plan, modul ajar memuat berbagai rencana pembelajaran di kelas untuk diterapkan selama tahun ajaran berlangsung. Tujuannya agar proses pembelajaran yang dilakukan mampu mencapai Capaian Pembelajaran (CP).

Dikutip dari situs guru.kemdikbud.go.id, dalam penyusunannya, ada beberapa kriteria yang harus dimiliki modul ajar, yaitu:

  • Esensial, yakni mengandung pemahaman konsep dari setiap mata pelajaran melalui pengalaman belajar dan lintas disiplin.

  • Menarik, bermakna, dan menantang, artinya modul ajar harus dapat menumbuhkan minat belajar dan melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar.

  • Relevan dan kontekstual. Modul ajar harus berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki sebelumnya serta sesuai dengan konteks waktu dan lingkungan siswa.

  • Berkesinambungan, artinya ada alur kegiatan pembelajaran harus disesuaikan dengan fase belajar siswa.

Baca juga: Alasan Mengapa Guru Perlu Mengembangkan Modul Ajar untuk Siswa

Cara Mendesain Inovasi Modul Ajar

Ilustrasi pembelajaran Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Seperti yang disebutkan, satuan pendidikan atau guru dibebaskan untuk memilih atau memodifikasi modul ajar yang sudah disediakan agar sesuai dengan karakteristik murid. Mereka juga bisa menyusun sendiri modul ajar agar lebih relevan dengan karakteristik peserta didik yang diajarkan.

Agar lebih mudah menyusunnya, berikut cara mendesain inovasi modul ajar yang dapat dijadikan sebagai panduan:

1. Kenali Kebutuhan Peserta Didik

Guru perlu mengetahui kondisi dan kebutuhan peserta didik berdasarkan latar belakang serta sarana dan prasarana sekolah. Pertimbangkan pula tingkat pengetahuan mereka, minat, dan gaya belajar yang disukai. Ini akan membantu guru dalam menyesuaikan konten, strategi pengajaran, dan pendekatan evaluasi yang sesuai.

2. Identifikasi Tujuan Pembelajaran

Langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi tujuan pembelajaran yang jelas dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Guru dapat memilih ATP hasil pengembangan sekolah atau mengacu pada ATP yang ada.

3. Pilih Materi yang Relevan

Pilihlah materi pembelajaran yang relevan dan penting bagi peserta didik. Pastikan materi yang dipilih berkaitan langsung dengan tujuan pembelajaran dan relevan dengan kehidupan nyata peserta didik.

Baca juga: Pengertian dan Contoh Bahan Ajar SD Lengkap untuk Referensi

4. Pilih Tampilan Desain Grafis yang Menarik

Ilustrasi kegiatan pembelajaran di sekolah. Foto: Jojon/ANTARA FOTO

Setelah memilih materi, langkah berikutnya adalah menentukan desain yang akan digunakan. Pilihlah desain yang menarik, memikat, dan memudahkan siswa dalam memahami isi materinya.

Misalnya, dengan menggunakan gambar dan ilustrasi yang relevan serta mendukung konten pemelajaran, memadukan warna yang menarik dan harmonis, serta menggunakan font yang meningkatkan daya tarik siswa.

5. Gunakan Cara Belajar yang Kreatif

Selain tampilan desain grafis yang menarik, mengimplementasikan gaya belajar yang kreatif juga dapat meningkatkan minat siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Materi pembelajaran yang diajarkan pun jadi lebih mudah dipahami.

Contoh cara belajar kreatif yang bisa diterapkan antara lain menggunakan beragam metode belajar seperti diskusi kelompok dan simulasi serta menggunakan alat pembelajaran menarik seperti video, animasi, dan gambar.

(ADS)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan modul ajar?
chevron-down

Modul ajar adalah perangkat ajar berupa dokumen yang berisi tujuan, langkah, media pembelajaran, serta asesmen yang dibutuhkan dalam satu unit/topik berdasarkan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).

Apa tujuan penyusunan modul ajar?
chevron-down

Selain bertujuan untuk memudahkan peserta didik memahami materi yang diajarkan, modul ajar juga berfungsi sebagai panduan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran.

Kriteria apa saja yang harus dimiliki dalam penyusunan modul ajar?
chevron-down

Di antaranya esensial, menarik, relevan dan kontekstual, serta berkesinambungan.