Konten dari Pengguna

Cara Merobohkan Sapi Kurban yang Benar dan Efisien

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Merobohkan Sapi Kurban yang Benar, Foto: Unsplash/Andrey Câmara
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Merobohkan Sapi Kurban yang Benar, Foto: Unsplash/Andrey Câmara

Memahami tata cara merobohkan sapi kurban yang benar dan efisien sangat penting agar proses penyembelihan dapat dilakukan dengan aman, cepat, serta tetap memperhatikan kondisi hewan kurban sesuai prosedur yang dianjurkan.

Dalam praktiknya, proses merobohkan sapi kurban tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena dapat meningkatkan risiko cedera bagi panitia maupun hewan.

Oleh sebab itu, diperlukan teknik yang tepat, kerja sama tim yang baik, serta penggunaan alat bantu yang sesuai agar sapi dapat direbahkan dengan lebih mudah dan terkendali.

Cara Merobohkan Sapi Kurban yang Benar sebelum Disembelih

Ilustrasi Cara Merobohkan Sapi Kurban yang Benar, Foto: Unsplash/Rachel Lees

Dikutip Petunjuk Pemotongan Hewan Qurban, oleh Hendrik Sutopo (2017), dalam situs desagombang.gunungkidulkab.go.id, berikut adalah cara merobohkan sapi kurban yang benar:

  1. Teknik perebahan sapi dapat dilakukan dengan metode yang relatif sederhana dan mudah diterapkan, salah satunya menggunakan metode Burley maupun teknik ikatan pada bagian leher.

  2. Penggunaan metode tersebut bertujuan agar proses penanganan hewan sebelum penyembelihan tetap memperhatikan prinsip kesejahteraan hewan, sehingga hewan tidak mengalami perlakuan kasar atau tekanan yang berlebihan.

  3. Pada penerapannya, kedua metode tersebut bekerja dengan memanfaatkan tarikan tali yang diarahkan secara tepat sehingga tubuh sapi kehilangan keseimbangan dan bergerak ke arah belakang hingga akhirnya jatuh atau terduduk secara perlahan.

  4. Cara ini dinilai lebih aman karena dapat membantu mengendalikan gerakan hewan serta meminimalkan risiko cedera, baik pada hewan maupun petugas penyembelih.

  5. Setelah sapi berhasil direbahkan, tahap berikutnya dilakukan pengikatan pada keempat kaki hewan. Pengikatan ini bertujuan untuk mengunci posisi tubuh sapi agar tetap stabil dan tidak melakukan gerakan berlebihan selama proses selanjutnya berlangsung. Dengan posisi yang terkendali, proses penyembelihan dapat dilakukan dengan lebih aman, tertib, dan efisien.

  6. Sesudah hewan berada dalam posisi rebah atau telah dijatuhkan, arah tubuh hewan diupayakan menghadap kiblat apabila kondisi dan tempat memungkinkan.

  7. Selain itu, sapi biasanya disiram menggunakan air dingin agar kondisi hewan menjadi lebih tenang dan tidak terlalu stres sebelum proses penyembelihan dilakukan.

Itulah cara merobohkan sapi kurban yang benar. Melalui penerapan teknik tersebut, proses penanganan dan penyembelihan hewan diharapkan dapat berlangsung secara aman dan tetap memperhatikan kesejahteraan hewan. (IF)

Baca juga: Apa Itu Kurban? Ini Sejarah, Dasar Hukum, dan Tujuannya