Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Rangkaian Paralel, Cara Membuat, dan Contohnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi rangkaian paralel yang terpasang pada komponen listrik. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi rangkaian paralel yang terpasang pada komponen listrik. Foto: Pixabay

Dalam hal kelistrikan, rangkaian paralel digunakan untuk menyusun sebuah komponen listrik. Pada rangkaian inilah terdapat ciri khas yang membedakan dengan jenis rangkaian lainnya. Lantas, apa saja ciri-ciri rangkaian paralel?

Rangkaian listrik adalah sebuah jalur atau rangkaian yang menunjukkan adanya aliran elektron dari sumber voltase atau arus listrik. Proses perpindahan elektron inilah yang dikenal sebagai listrik.

Rangkaian listrik sendiri dibagi menjadi tiga tipe, yaitu seri, paralel, dan campuran dari keduanya. Rangkaian listrik seri adalah rangkaian yang disusun secara berurutan. Keuntungan listrik seri adalah menghemat penghantar atau kabel.

Rangkaian seri memiliki perbedaan dengan dengan rangkaian paralel yang dapat dilihat dari bentuk, susunan, hingga kegunaannya. Rangkaian paralel juga memiliki kelebihan dan kekurangan ketika digunakan sebagai sebuah komponen listrik.

Untuk menambah pengetahuan tentang rangkaian paralel, berikut ulasannya yang dikutip dari beberapa sumber.

Rangkaian paralel adalah rangkaian yang disusun secara bercabang. Foto: Pixabay

Pengertian Rangkaian Paralel

Apa yang dimaksud rangkaian paralel? Merujuk pada buku Cerdas IPA Terpadu SD Kelas 4, 5, dan 6 oleh Siti Nurhayati, S.Pd., rangkaian paralel adalah rangkaian alat-alat listrik yang disusun/dihubungkan secara berjajar atau bercabang. Pada rangkaian ini, terbentuk cabang di antara sumber arus listrik (oleh sebab itu rangkaian paralel disebut dengan rangkaian bercabang).

Semua percabangan yang ada dalam rangkaian paralel bisa dilewati oleh arus listrik. Pada setiap cabang inilah komponen listrik terpasang, sehingga tiap komponen mempunyai arus sekaligus cabangnya tersendiri.

Rangkaian paralel dibutuhkan, apabila arus listrik diatur dengan cara membagi atau mengubah beban yang melewati setiap percabangan. Itulah sebabnya, rangkaian paralel berfungsi untuk membagi arus.

Setelah keluar melalui kutub negatif sumber arus listrik dan melalui rangkaian percabangan, arus listrik rangkaian paralel akan menyatu kembali, sebelum menuju kutub positif.

Berbeda dengan rangkaian seri, arus pada rangkaian paralel tidak melewati satu persatu komponen secara runtut, melainkan arus mengalir dengan cara terbagi ke masing-masing komponen penyusunnya.

Adapun kelebihan dan kekurangan rangkaian paralel yang dihimpun dari buku Karakteristik Arus dan Tegangan pada Rangkaian Seri dan Rangkaian Paralel dengan Menggunakan Resistor milik Andi Rosman dkk.

Kelebihan rangkaian paralel, yaitu:

  • Hambatan yang dihasilkan kecil, sehingga nyala lampu lebih terang.

  • Masing-masing komponen dapat bekerja secara bebas, tanpa dipengaruhi komponen lain.

  • Bila salah satu lampu atau alat listrik dilepas/rusak/padam, maka lampu/alat listrik yang lain tidak ikut mati atau tetap menyala/berfungsi sebagaimana mestinya.

Kekurangan rangkaian paralel, ialah:

  • Biaya lebih mahal karena memerlukan banyak kabel.

  • Kurang efisien dalam menghantarkan arus listrik.

  • Rangkaian lebih rumit karena terdiri dari banyak percabangan.

Ilustrasi instalasi lampu rumah tangga yang menggunakan rangkaian paralel. Foto: Pixabay

Ciri Ciri Rangkaian Paralel

Ciri khas dari rangkaian paralel adalah adanya pembagian beban yang sama. Sebagai informasi tambahan, terdapat ciri-ciri rangkaian paralel lainnya.

Untuk menjawab pertanyaan, sebutkan ciri-ciri rangkaian listrik paralel, simak uraian berikut ini yang disadur dalam buku karangan A.M Shidiq Yunus dkk., berjudul Permodelan Untuk Rangkaian Listrik.

  • Rangkaian paralel membutuhkan lebih dari satu saklar (switch).

  • Sebagian besar tahanan listrik dirangkai dalam rangkaian paralel dan tahanan total rangkaian mengecil, sehingga arus total lebih besar. Artinya, tahanan total rangkaian paralel lebih kecil dari tahanan terkecil dalam rangkaiannya.

  • Jika salah satu cabang tahanan paralel terputus, arus listrik yang terputus hanya pada rangkaian tersebut. Rangkaian cabang lain tetap bekerja, tanpa terganggu oleh rangkaian cabang yang terputus itu.

  • Masing-masing cabang dalam rangkaian paralel adalah rangkaian individu. Dengan demikian, arus masing-masing cabang tergantung besar tahanan cabang.

  • Tegangan pada masing-masing beban listrik sama dengan tegangan sumber.

  • Total hambatan (hambatan pengganti) rangkaian paralel lebih kecil dari nilai hambatan tiap-tiap komponen yang ada. [Rtotal = 1 : (1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + … dst)].

  • Pada rangkaian paralel, meski salah satu komponen terputus (terbuka), maka komponen lainnya masih terhubung (tertutup).

Ilustrasi bahan-bahan untuk membuat rangkaian paralel. Foto: Pixabay

Cara Membuat Rangkaian Paralel

Membuat rangkaian paralel ternyata sangatlah mudah. Dikutip dari buku Siap Menghadapi Ujian Nasional SMP/MTs 2011 tulisan Wahono dkk., berikut langkah-langkah pembuatannya:

Alat dan Bahan

  • Tang pengupas kabel

  • 3 buah lampu

  • Baterai 12 volt

  • Kabel

  • Saklar

  • Isolasi

Langkah Pembuatan

  1. Potong kabel menjadi beberapa bagian sebanyak yang diperlukan.

  2. Kupas semua ujung kabel menggunakan tang.

  3. Gabungkan ketiga baterai dengan susunan paralel (bercabang).

  4. Ambil 4 potongan kabel, sambungkan masing-masing ujungnya ke satu per satu kutub positif lampu, kemudian gabungkan semua ujung yang lain menjadi satu.

  5. Terapkan langkah ke-3 pada kutub negatif lampu.

  6. Ambil 1 potongan kabel, sambungkan salah satu ujungnya ke gabungan kabel kutub positif, bungkus dengan isolasi. Kemudian, ujung yang lain disambungkan ke salah satu kutub saklar.

  7. Ambil 1 potongan kabel lagi, sambungkan salah satu ujungnya ke kutub saklar yang masih kosong, kemudian ujung yang lain disambung ke kutub positif baterai.

  8. Ambil 1 potongan kabel sekali lagi, sambungkan salah satu ujungnya ke gabungan kabel kutub negatif, bungkus dengan isolasi. Kemudian, ujung yang lain disambungkan ke kutub negatif baterai.

  9. Bungkus baterai sedemikian rupa dengan isolasi, agar kabel yang terhubung tidak terlepas.

  10. Rangkaian paralel telah selesai dibuat.

Ilustrasi resistor yang dipasang secara paralel. Foto: Pixabay

Contoh Rangkaian Paralel

Yohandri dalam bukunya berjudul Elektronika Dasar memaparkan contoh rangkaian paralel, di antaranya sebagai berikut:

1. Rangkaian paralel lampu rumah

Peralatan listrik yang sering dirangkai secara paralel adalah lampu pada instalasi rumah tangga. Keuntungan merangkai lampu secara paralel adalah nyala lampu lebih terang, karena hambatan total seluruh lampu menjadi kecil.

Keuntungan lainnya adalah jika salah satu lampu rusak atau mati, maka lampu yang lain bisa tetap menyala atau berfungsi dengan baik.

2. Rangkaian paralel lampu lalu lintas

Lampu lalu lintas di jalan raya dirangkai secara paralel. Tujuannya agar masing-masing lampu bisa menyala secara bergantian, yaitu merah, kuning, dan hijau.

Masing-masing lampu memiliki jalur arus yang berbeda. Kontroller akan mengatur sedemikian rupa, agar arus listrik mengaliri setiap jalur secara bergantian.

3. Rangkaian paralel resistor

Dalam elektronika, resistor adalah komponen dasar yang berfungsi untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam sebuah rangkaian. Resistor yang disusun secara paralel, maka nilai hambatannya akan semakin kecil. Resistor yang disusun secara paralel berfungsi untuk membagi arus yang mengalir.

4. Rangkaian paralel kapasitor

Kapasitor merupakan komponen yang berfungsi untuk menyimpan muatan listrik dalam waktu tertentu. Kapasitor yang disusun secara paralel menyebabkan nilai kapasitansi pengganti semakin besar. Oleh sebab itu, muatan listrik yang tersimpan akan semakin banyak.

(VIO)