Konten dari Pengguna

Contoh Hal yang Membuat Tidak Nyaman Selama Kegiatan MPLS

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Hal yang Membuat Tidak Nyaman Selama Kegiatan MPLS. Foto: Fachrul Irwinsyah/ KumparanNEWS
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Hal yang Membuat Tidak Nyaman Selama Kegiatan MPLS. Foto: Fachrul Irwinsyah/ KumparanNEWS

Hal apa saja yang membuatmu merasa nyaman/tidak nyaman selama kegiatan MPLS? Pertanyaan ini menjadi salah satu bentuk refleksi yang dapat diajukan kepada peserta didik setelah mengikuti rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Refleksi tersebut bertujuan untuk mengetahui pengalaman siswa selama menjalani masa adaptasi di lingkungan sekolah yang baru. Melalui jawaban yang diberikan, sekolah dapat memperoleh masukan mengenai pelaksanaan MPLS dari sudut pandang peserta didik.

Refleksi Hal yang Membuat Tidak Nyaman Selama Kegiatan MPLS

Kegiatan MPLS. Foto: Fachrul Irwinsyah/ KumparanNEWS

Hal apa saja yang membuatmu merasa nyaman/tidak nyaman selama kegiatan MPLS? Pertanyaan ini mengajak peserta didik untuk menceritakan pengalaman yang dirasakan selama mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Jawaban yang diberikan dapat berupa kesan positif maupun hal-hal yang dirasa kurang nyaman selama proses mengenal lingkungan sekolah baru.

Dikutip dari laman bbpmpjatim.kemendikdasmen.go.id, pada dasarnya, MPLS Ramah 2026 diselenggarakan untuk membantu murid baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengenal guru, teman, aturan, serta berbagai kebiasaan di sekolah.

Kegiatan ini juga bertujuan membangun rasa aman, nyaman, dan percaya diri sehingga siswa dapat memulai proses belajar dengan baik. Karena itu, pengalaman setiap peserta didik selama MPLS bisa berbeda-beda sesuai kondisi yang mereka alami.

Hal-hal yang membuat siswa merasa nyaman umumnya berkaitan dengan suasana sekolah yang ramah dan mendukung. Misalnya, guru dan panitia menyambut siswa dengan baik, kegiatan berlangsung menyenangkan, kesempatan berkenalan dengan teman baru, hingga lingkungan sekolah yang bersih dan aman.

Selain itu, dukungan orang tua, seperti memberikan semangat sebelum berangkat sekolah dan mendengarkan cerita anak setelah pulang, juga dapat membantu proses adaptasi menjadi lebih mudah.

Sebaliknya, ada pula beberapa hal yang dapat membuat siswa merasa kurang nyaman. Contohnya, masih merasa malu atau gugup karena berada di lingkungan baru, belum memiliki teman dekat, kesulitan mengikuti beberapa kegiatan, atau belum terbiasa dengan aturan di sekolah. Perasaan tersebut merupakan hal yang wajar dialami oleh peserta didik baru selama masa penyesuaian.

Perlu diketahui bahwa MPLS Ramah tidak membenarkan adanya kegiatan yang membuat peserta didik merasa tidak aman atau tertekan. Selama pelaksanaan MPLS, sekolah dilarang melakukan praktik senioritas atau aksi sok kuasa, kekerasan fisik maupun mental, kontak fisik yang membuat tidak nyaman, kegiatan yang berlangsung melebihi batas waktu, hingga pungutan liar dalam bentuk apa pun. Seluruh rangkaian kegiatan harus dilaksanakan secara ramah anak, inklusif, bermakna, menyenangkan, dan bebas dari perpeloncoan.

Sebagai contoh, siswa dapat menjawab, "Saya merasa nyaman karena guru dan teman-teman menyambut saya dengan ramah serta kegiatan MPLS berlangsung menyenangkan. Namun, saya sempat merasa tidak nyaman karena masih gugup dan belum mengenal banyak teman. Setelah beberapa hari mengikuti kegiatan, saya mulai terbiasa dan merasa lebih percaya diri di lingkungan sekolah."

Dengan menyampaikan pengalaman yang sebenarnya, peserta didik dapat membantu sekolah menciptakan pelaksanaan MPLS yang semakin baik. Masukan tersebut menjadi bagian penting untuk mewujudkan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan setiap siswa baru. (Idaf)

Baca juga: Tes Fleksibilitas MPLS adalah Apa? Ini yang Perlu Dipahami