Tes Fleksibilitas MPLS adalah Apa? Ini yang Perlu Dipahami

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), istilah tes fleksibilitas MPLS menjadi salah satu hal yang perlu dipahami oleh peserta didik baru. Istilah ini ada dalam susunan kegiatan maupun informasi yang dibagikan oleh pihak sekolah.
Oleh karena itu, penting bagi guru, peserta didik, maupun orang tua untuk memahami apa yang dimaksud dengan tes fleksibilitas MPLS beserta tujuan dan bentuk kegiatannya. Dengan memahami hal tersebut, siswa dapat mengikuti seluruh rangkaian MPLS dengan lebih siap dan tidak salah memahami pelaksanaan tes tersebut.
Tes Fleksibilitas MPLS yang Menjadi Rangkaian Asesmen Kebugaran dalam Instrumen MPLS Ramah 2026
Tes fleksibilitas MPLS, salah satu rangkaian Asesmen Kebugaran Jasmani dalam Instrumen MPLS Ramah 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Dikutip dari laman cerdasberkarakter.kemendikdasmen.go.id, asesmen ini bertujuan memperoleh gambaran awal mengenai kondisi kebugaran dan kesehatan fisik peserta didik baru melalui tiga jenis pemeriksaan, yaitu Identifikasi Indeks Massa Tubuh (IMT), cek denyut jantung, dan tes fleksibilitas.
Hasil asesmen tersebut menjadi data awal bagi sekolah untuk mengenali kondisi fisik murid, menyusun program kesehatan dan pembinaan kebugaran, serta mendukung terciptanya lingkungan belajar yang sehat, aman, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Dalam pelaksanaannya, tes fleksibilitas bertujuan mengukur tingkat kelentukan tubuh bagian bawah, khususnya fleksibilitas otot paha belakang dan punggung bawah. Hasil tes kemudian dicatat oleh guru dan diunggah ke sistem informasi MPLS Ramah Kemendikdasmen sebagai bagian dari pelaporan sekolah
Nantinya, hasil tersebut digunakan sebagai dasar pemberian rekomendasi umum terkait edukasi kesehatan, pembinaan aktivitas fisik, serta komunikasi dengan orang tua apabila diperlukan
Sekolah juga dapat menyesuaikan program pembinaan sesuai tingkat fleksibilitas masing-masing murid, mulai dari pengembangan potensi di bidang olahraga maupun seni hingga pendampingan khusus untuk meningkatkan mobilitas tubuh dan mencegah cedera.
Selain tes fleksibilitas, Asesmen Kebugaran juga mencakup Identifikasi Indeks Massa Tubuh (IMT) yang dilakukan melalui pengukuran tinggi dan berat badan untuk mengetahui status gizi peserta didik, serta cek denyut jantung sebelum dan sesudah aktivitas fisik guna mengetahui kondisi kerja jantung secara sederhana.
Seluruh hasil pengukuran ini hanya digunakan sebagai identifikasi awal, bukan diagnosis medis ataupun dasar untuk memberi label kepada peserta didik. Kemendikdasmen juga menegaskan bahwa pelaksanaan tes harus mengutamakan keamanan dan kenyamanan murid.
Guru tidak diperkenankan menggunakan istilah yang dapat menimbulkan stigma, seperti "terlalu gemuk", "terlalu kurus", atau "tidak lentur". Selain itu, hasil tes bersifat rahasia dan harus menjaga privasi peserta didik.
Bagi murid yang mengalami cedera, nyeri punggung, nyeri lutut, gangguan muskuloskeletal, atau kondisi kesehatan tertentu, tes fleksibilitas dapat ditunda maupun disesuaikan. Saat pelaksanaan, murid juga tidak boleh dipaksa melakukan gerakan melebihi batas kemampuan dan harus menghentikan tes apabila merasakan nyeri.
Itulah penjelasan mengenai tes fleksibilitas MPLS yang perlu dipahami oleh guru, peserta didik baru, hingga orang tua sebagai bagian dari Instrumen MPLS Ramah 2026 di sekolah. (Idaf)
Baca juga: Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, Fenomena Alam yang Menarik dan Unik
