Contoh Khutbah Jumat tentang Zakat Fitrah sebagai Referensi

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Khutbah Jumat tentang zakat fitrah menjadi topik menarik yang bisa dibahas saat pelaksanaan salat Jumat pada hari ini. Terlebih, bulan Ramadan telah memasuki hari-hari terakhir dan menjadi waktunya untuk membayar zakat fitrah sebelum datangnya Idulfitri.
Zakat fitrah merupakan zakat wajib bagi setiap muslim yang dilakukan pada bulan Ramadan, dikutip dari situs resmi baznas.go.id. Tidak hanya sebagai bentuk mensucikan diri, menunaikan zakat juga menjadi wujud kepedulian sosial kepada sesama yang membutuhkan.
Contoh Khutbah Jumat tentang Zakat Fitrah sebagai Pengingat Diri
Untuk mengingatkan umat muslim pentingnya zakat fitrah, maka membawakan khutbah Jumat mengenai hal tersebut bisa dilakukan. Dikutip dari situs kotasukabumi.baznas.go.id, inilah contoh khutbah Jumat tentang zakat fitrah yang bisa dijadikan sebagai referensi.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaaha Illallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillaahil Hamd.
Segala puji bagi Allah Swt. yang telah memberikan kesempatan untuk merasakan indahnya bulan Ramadan. Salawat serta salam kita haturkan kepada, Nabi Muhammad Saw., keluarganya, para sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Hari ini adalah Jumat terakhir yang ada di bulan Ramadan. Sebuah momen yang penuh dengan perenungan karena kita akan segera berpisah dengan bulan yang penuh berkah ini.
Saat ini menjadi momen untuk bertanya pada diri sendiri mengenai sejauh mana kita telah memanfaatkan bulan Ramadan. Apakah kita telah mengisi hari-hari di bulan ini dengan ibadah dan amal saleh? Atau Ramadan akan berlalu begitu saja tanpa makna yang berarti?
Sebagai persiapan untuk menyambut Idulfitri, ada tiga pesan penting yang dapat kita renungkan dalam khutbah Jumat kali ini. Pesan pertama adalah beribadah di 10 hari terakhir Ramadan dengan maksimal
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Rasulullah Saw, menganjurkan umatnya untuk meningkatkan ibadah di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Bahkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, beliau bersabda:
"Adalah Rasulullah Saw. apabila telah masuk sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, beliau menghidupkan malam-malamnya, membangunkan keluarganya, dan mengencangkan sarungnya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Sepuluh malam terakhir Ramadan merupakan kesempatan emas untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Oleh karena itu, mari kita manfaatkannya dengan salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan memperbanyak doa kepada Allah Swt.
Pesan kedua adalah mempererat tali silaturahmi dan memaafkan sesama.
Jamaah salat Jumat yang dimuliakan Allah,
Hari Raya Idulfitri tidak hanya mengenai perayaan dan kebahagiaan, tetapi juga tentang menyambung tali silaturahmi serta saling memaafkan. Rasulullah Saw. bersabda:
"Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi." (HR. Bukhari dan Muslim)
Di momen yang fitri ini, mari kita saling membuka hati, menghapus kesalahan, dan mempererat ukhuwah Islamiyah. Jangan membiarkan rasa dendam dan kebencian menghalangi kita untuk memperoleh keberkahan di hari kemenangan.
Pesan ketiga adalah menunaikan zakat fitrah sebagai penyempurna ibadah puasa.
Jamaah salat Jumat yang dirahmati Allah,
Pesan yang paling penting adalah menunaikan zakat fitrah. Zakat fitrah adalah kewajiban bagi setiap muslim yang memiliki kecukupan harta. Tujuannya adalah untuk membersihkan jiwa dan mensucikan puasa yang telah kita jalani. Rasulullah Saw. bersabda:
"Zakat fitrah itu mensucikan orang yang berpuasa dari perkataan sia-sia dan kotor serta memberi makan kepada orang miskin." (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah)
Zakat fitrah harus ditunaikan sebelum salat Idulfitri agar dianggap sah dan dapat diberikan kepada yang berhak menerimanya. Oleh karena itu, mari kita tunaikan zakat fitrah melalui lembaga yang terpercaya, agar dapat tersalurkan dengan baik kepada mereka yang membutuhkan.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Khutbah Jumat terakhir pada bulan Ramadan ini mengingatkan kita akan tiga hal penting, yaitu:
Memaksimalkan ibadah di sepuluh hari terakhir untuk meraih keberkahan Lailatul Qadar.
Mempererat silaturahmi dan saling memaafkan untuk menyambut Idulfitri dengan hati tulus dan ikhlas.
Menunaikan zakat fitrah sebagai penyempurna ibadah puasa.
Semoga Allah menerima amal ibadah di bulan Ramahan ini dan mempertemukan kita dengan Ramadan berikutnya. Sebagai bentuk kepedulian, marilah kita menyalurkan zakat agar mereka yang membutuhkan dapat merasakan kebahagiaan di hari kemenangan.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaaha Illallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillaahil Hamd.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Itu dia contoh khutbah Jumat tentang zakat fitrah yang bisa dijadikan sebagai referensi. Dengan membahas zakat fitrah, maka bisa menjadi pengingat kepada para umat muslim untuk menunaikan salah satu kewajiban yang ada pada bulan Ramadan ini. (Prima)
Baca juga: Khutbah Jumat tentang Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar yang Inspiratif
