Khutbah Jumat tentang Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar yang Inspiratif

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Khutbah jumat tentang nuzulul quran dan lailatul qadar sering menjadi tema yang diangkat pada bulan Ramadan, terutama ketika memasuki pertengahan hingga akhir bulan.
Momen ini dipandang sangat penting karena berkaitan dengan peristiwa besar dalam sejarah Islam yang memiliki makna mendalam bagi kehidupan umat Muslim.
Pembahasan mengenai tema tersebut kerap disampaikan dalam khutbah sebagai pengingat sekaligus refleksi spiritual selama menjalani ibadah puasa.
Khutbah Jumat tentang Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar
Khutbah jumat tentang Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar dalam penyampaiannya biasanya mengajak jamaah untuk kembali merenungkan nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa turunnya Al-Qur’an serta momentum istimewa yang hadir pada malam-malam di bulan Ramadan.
Berdasarkan kajian yang diterbitkan mpai.ums.ac.id, Lailatul Qadar merupakan malam ketika Al-Qur’an diturunkan secara sekaligus dari Lauhul Mahfudz ke langit dunia, sebelum kemudian disampaikan kepada Nabi Muhammad saw melalui perantaraan Malaikat Jibril secara bertahap selama 23 tahun.
Dalam hadis riwayat Muslim dijelaskan bahwa malam Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.
Sementara itu, dalam riwayat Bukhari disebutkan bahwa malam tersebut lebih berpeluang terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan. Berikut beberapa contoh khutbah Jumat yang bisa dijadikan referensi.
Khutbah 1
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah. Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan berbagai nikmat kepada kita sehingga dapat memenuhi panggilan-Nya untuk menunaikan shalat Jumat.
Nikmat tersebut hendaknya dimanfaatkan untuk menjalankan syariat yang telah ditetapkan. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, para sahabat, serta seluruh umat yang mengikuti ajaran beliau hingga akhir zaman.
Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh kemuliaan, rahmat, dan ampunan. Pada bulan inilah Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia, sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 185:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ
Artinya: “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia serta penjelasan tentang petunjuk itu dan pembeda antara yang benar dan yang batil.” (QS. Al-Baqarah: 185).
Jamaah halat Jumat yang dimuliakan Allah,
Dalam tafsir Marah Labid karya Syekh Nawawi al-Bantani dijelaskan bahwa pada malam Lailatul Qadar, Al-Qur’an diturunkan secara keseluruhan dari Lauhul Mahfudz ke langit dunia.
Setelah itu, wahyu disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW secara bertahap selama kurang lebih 23 tahun sesuai dengan kebutuhan dan peristiwa yang terjadi. Peristiwa ini dikenal sebagai Nuzulul Qur’an.
Al-Qur’an merupakan pedoman hidup bagi umat manusia. Karena itu, pada bulan Ramadhan umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an, meneladani kebiasaan Rasulullah SAW yang sering membacanya bersama Malaikat Jibril. Bahkan Al-Qur’an akan menjadi pemberi syafaat bagi orang yang membacanya pada hari kiamat.
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah. Oleh sebab itu, marilah memanfaatkan bulan Ramadhan ini dengan meningkatkan ibadah, terutama dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an.
Semoga Ramadhan menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT sehingga kita termasuk hamba yang meraih derajat takwa. Aamiin.
Khutbah 2
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati Allah. Kita tentu masih mengingat peristiwa ketika Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama dari Allah SWT. Saat itu Nabi sedang beruzlah, kemudian Malaikat Jibril datang membawa risalah dari Allah.
Jibril berkata, “Bacalah!” Nabi yang terkejut kemudian menjawab, “Apa yang harus aku baca?” Percakapan ini terjadi beberapa kali hingga akhirnya Jibril membacakan firman Allah dalam QS. Al-‘Alaq ayat 1–5.
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia, yang mengajar manusia dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-‘Alaq [96]: 1–5). Nabi kemudian mengikuti bacaan tersebut hingga Malaikat Jibril pergi.
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati Allah Turunnya wahyu pertama berupa perintah membaca tentu bukan tanpa hikmah. Allah SWT menjadikannya sebagai dasar penting dalam membangun peradaban manusia. Kesadaran tentang keberadaan Allah dapat diperkuat melalui proses membaca dan menuntut ilmu.
Dengan memperkuat literasi dan spiritualitas, manusia dapat keluar dari masa jahiliah menuju zaman yang lebih tercerahkan dengan hadirnya cahaya Islam.
Nasiruddin al-Baidhawi dalam kitab Anwarut Tanzil wa Asrarut Ta’wil menjelaskan bahwa QS. Al-‘Alaq ayat 1-2 memerintahkan manusia untuk membaca dengan menyebut nama Allah serta menjelaskan proses penciptaan manusia. Adapun ayat 3-5 menunjukkan kemuliaan Allah yang mengajarkan manusia melalui pena dan memberikan ilmu pengetahuan.
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati Allah Peristiwa turunnya wahyu pertama dalam Nuzulul Qur’an mengajarkan pentingnya membaca sebagai langkah awal dalam membangun peradaban manusia.
Oleh karena itu, marilah meluangkan waktu untuk membaca, menambah ilmu, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT, terutama dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an.
Khutbah 3
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah SWT. Selain Nuzulul Quran, bulan Ramadan juga menyimpan malam yang sangat istimewa, yaitu Lailatul Qadar. Allah SWT menjelaskan keutamaan malam tersebut dalam Surah Al-Qadr ayat 3 yang menyebutkan bahwa Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan.
Makna ayat tersebut menunjukkan bahwa ibadah yang dilakukan pada malam Lailatul Qadar memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Amalan yang dapat dilakukan antara lain membaca Al-Qur’an, memperbanyak doa, melaksanakan salat malam, serta memohon ampun kepada Allah SWT. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memberikan contoh dengan meningkatkan ibadah pada malam-malam terakhir Ramadan.
Kesempatan meraih Lailatul Qadar menjadi pengingat bahwa kehidupan di dunia sangat singkat, sedangkan pahala yang diberikan Allah SWT dapat menjadi bekal menuju kehidupan akhirat.
Khutbah jumat tentang nuzulul quran dan lailatul qadar bukan hanya menjadi pengingat tentang dua peristiwa penting dalam Islam, tetapi juga menjadi ajakan untuk memperkuat iman, memperbanyak ibadah, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup sepanjang waktu. (Rahma)
Baca juga: Kultum Ramadhan Hari ke 13 untuk Menjaga Ibadah Puasa
