Contoh Mobilitas Vertikal dalam Kehidupan Masyarakat

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mobilitas sosial dapat terjadi ketika seseorang mengalami perubahan kedudukan dalam lingkungan masyarakat. Salah satu bentuknya dapat dipelajari melalui contoh mobilitas vertikal.
Perubahan ini berkaitan dengan naik atau turunnya status sosial seseorang dalam hierarki masyarakat.
Faktor yang memengaruhinya meliputi pekerjaan, pendidikan, kondisi ekonomi, kesehatan, dan keadaan keluarga.
7 Contoh Mobilitas Vertikal dalam Hierarki Sosial
Dikutip dari britannica.com dan study.com, berikut adalah contoh mobilitas vertikal yang menunjukkan perubahan posisi seseorang dalam hierarki sosial, baik berupa kenaikan maupun penurunan status.
1. Karyawan Dipromosikan Menjadi Manajer
Seorang karyawan yang awalnya bertugas sebagai staf kemudian diangkat menjadi manajer mengalami mobilitas vertikal naik.
Promosi tersebut biasanya disertai peningkatan tanggung jawab, kewenangan, pendapatan, dan kedudukan di lingkungan perusahaan.
2. Pedagang Kecil Berhasil Menjadi Pengusaha Besar
Pedagang yang awalnya menjual barang dalam skala kecil dapat mengembangkan usahanya hingga memiliki perusahaan dengan banyak karyawan dan cabang.
Peningkatan pendapatan serta kedudukan ekonominya menunjukkan mobilitas vertikal naik.
3. Anak Petani Berhasil Menjadi Dokter
Anak dari keluarga petani yang menyelesaikan pendidikan kedokteran dan bekerja sebagai dokter dapat mengalami kenaikan status sosial.
Pendidikan dan profesi tersebut membuka peluang untuk memperoleh pendapatan serta kedudukan sosial yang berbeda dari kondisi keluarga sebelumnya.
4. Pegawai Kehilangan Jabatan Akibat Pelanggaran
Seorang pejabat perusahaan yang diturunkan jabatannya karena melakukan pelanggaran mengalami mobilitas vertikal turun.
Perubahan ini dapat mengurangi kewenangan, penghasilan, dan prestise yang sebelumnya dimiliki.
5. Pengusaha Mengalami Kebangkrutan
Pengusaha yang kehilangan aset akibat utang dan kegagalan bisnis dapat mengalami penurunan status ekonomi.
Jika kondisi tersebut turut mengurangi kedudukan sosialnya, peristiwa itu termasuk mobilitas vertikal turun.
6. Atlet Beralih Menjadi Pelatih Profesional
Atlet yang kemudian memperoleh posisi sebagai pelatih kepala di klub besar dapat mengalami mobilitas vertikal naik apabila perubahan profesinya disertai peningkatan kedudukan sosial.
Keahlian, prestasi, dan pengalaman dapat membuka jalan menuju posisi tersebut.
7. Keluarga Mengalami Penurunan Ekonomi
Keluarga yang sebelumnya hidup berkecukupan dapat mengalami penurunan status sosial setelah pencari nafkah kehilangan pekerjaan dan pendapatan utama.
Kondisi ini dapat membatasi akses terhadap tempat tinggal, pendidikan, dan kebutuhan lain.
Mobilitas vertikal berbeda dari mobilitas horizontal. Perpindahan seorang pegawai ke perusahaan lain dengan jabatan dan kedudukan sosial yang setara termasuk mobilitas horizontal, sedangkan perubahan menuju posisi yang lebih tinggi atau lebih rendah termasuk mobilitas vertikal.
Perubahan status sosial juga tidak selalu berlangsung secara langsung setelah seseorang memperoleh pendidikan atau pekerjaan baru.
Kondisi ekonomi, kesempatan kerja, hubungan sosial, dan situasi lingkungan dapat memengaruhi arah perubahan tersebut.
Dengan memahami contoh mobilitas vertikal, perbedaan antara kenaikan dan penurunan kedudukan sosial dapat dikenali melalui kejadian dalam kehidupan sehari-hari.
Perubahan jabatan, pendapatan, dan prestise sosial dapat menjadi petunjuk untuk menentukan jenis mobilitas yang dialami seseorang. (Suc)
Baca Juga: AI Bisa Membantu Kegiatan Sehari-hari di Masa Depan
