Contoh Perubahan Lingkungan: Pengertian, Faktor Penyebab, dan Upaya Pencegahan

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
ยทwaktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Perubahan lingkungan merupakan peristiwa yang dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. Lantas, apa pengertian perubahan lingkungan?
Penyebab perubahan lingkungan ada dua macam, yakni karena faktor alam dan faktor manusia itu sendiri. Selain itu, perubahan lingkungan juga memberikan berbagai macam dampak bagi makhluk hidup.
Contoh dari perubahan lingkungan adalah pencemaran. Untuk mengetahuinya lebih lanjut, simak penjelasan lengkapnya di bawah sini.
Memahami Pengertian Perubahan Lingkungan
Mengutip buku Geografi Lingkungan oleh I Gusti Bagus Arjana, perubahan lingkungan dapat diartikan dengan kerusakan lingkungan hidup, daya dukung lingkungan dan daya tampung lingkungan.
Kerusakan lingkungan hidup dimaknai sebagai โperubahan langsung atau tidak langsung terhadap sifat fisik, kimia, dan hayati lingkungan hidup yang melampaui kriteria baku kerusakan lingkungan hidup.โ
Dalam Buku Ajar Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan hidup karya Dra. Florentina Y. Sepe, M.Pd, disebutkan perubahan lingkungan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Perubahan yang terjadi pada lingkungan hidup manusia menyebabkan adanya gangguan terhadap keseimbangan karena sebagian dari komponen lingkungan dapat terjadi karena campur tangan manusia dan faktor alam.
Faktor-faktor Perubahan Lingkungan
Dikutip buku Kuark - Struktur Daun, Alat Pernapasan Hewan Air, Perubahan Lingkungan oleh Gelar Soetopo, faktor penyebab perubahan lingkungan adalah sebagai berikut.
1. Faktor Alam
Faktor alam merupakan perubahan yang terjadi secara alami yang terjadi sejak zaman bumi terbentuk. Mulai dari bumi yang tidak memiliki kehidupan, lalu lambat laun dengan berbagai peristiwa alam yang terjadi membentuk kehidupan hingga saat ini.
Contoh perubahan lingkungan akibat faktor alam adalah bencana alam, seperti gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, kekeringan, gunung meletus, dan lainnya. Selain itu, curah hujan yang tinggi dan gelombang pasang juga dapat mempengaruhi perubahan lingkungan. Dampak dari faktor alam itu adalah terjadinya tanah longsor dan banjir di beberapa bagian wilayah di bumi ini.
2. Faktor Manusia
Perubahan lingkungan akibat campur tangan manusia berkaitan dengan kegiatan konsumsi dan segala aktivitas manusia yang terjadi. Manusia melakukan segala cara untuk memenuhi kebutuhan hidup, sehingga beberapa hal dapat berpengaruh terhadap ekosistem di sekitarnya, bahkan dampaknya dapat dirasakan oleh manusia itu sendiri.
Contoh faktor perubahan lingkungan disebabkan manusia adalah penebangan hutan, perluasan lahan pertanian, kegiatan pertambangan, industri pabrik besar, pembangunan pemukiman, dan sebagainya.
Baca Juga: Pengaruh Perubahan Cuaca bagi Lingkungan dan Kehidupan Manusia
Contoh Perubahan Lingkungan
Contoh perubahan lingkungan adalah pencemaran. Pencemaran merupakan peristiwa masuknya zat-zat atau pun komponen lain yang dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. Tak hanya itu, pencemaran juga dapat merugikan makhluk hidup dalam ruang lingkup interaksi untuk mempertahankan kehidupannya.
Merujuk buku SKS Pendalaman Materi IPA Sains Terpadu Kelas 7, 8, 9 karya M. Nurun Shofi, dan Tri Astuti S.Pd.I, jenis-jenis pencemaran adalah sebagai berikut.
1. Pencemaran Berdasarkan Tempat terjadinya
Menurut tempat terjadinya, pencemaran lingkungan dibagi menjadi empat jenis, yakni:
Pencemaran air, yaitu pencemaran yang disebabkan oleh sampah atau cairan limbah buangan yang bercampur dengan air bersih. Pencemaran air terjadi di sungai, danau, laut, hingga air dalam tanah. Air yang tercemar tidak dapat diminum dan digunakan mandi.
Pencemaran udara, yakni pencemaran yang disebabkan oleh asap yang dihasilkan kendaraan, cerobong pabrik, rokok, atau kebakaran hutan. Asap-asap tersebut mengandung zat-zat berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan makhluk hidup. Apabila udara tercemar dihirup, maka akan menyebabkan sesak dada.
Pencemaran tanah, adalah pencemaran yang disebabkan oleh banyaknya sampah plastik, penggunaan pupuk secara berlebihan, hingga penggundulan tanah. Akibatnya, kesuburan tanah menurun sehingga tumbuhan tidak bisa hidup subur.
Pencemaran suara, merupakan pencemaran yang disebabkan oleh suara kendaraan dan getaran mesin. Selain itu, menyalakan musik dengan suara keras hingga mengganggu orang lain juga dapat disebut sebagai pencemaran suara. Pencemaran suara dapat merusak pendengaran seseorang.
2. Pencemaran Berdasarkan Bahan Pencemarannya
Berdasarkan macam bahan pencemarannya, jenis ini dibagi menjadi tiga, yaitu:
Kimiawi, berupa zat radio aktif, logam, pupuk anorganik, pestisida, detergen, dan minyak.
Biologi, seperti mikroorganisme, misalnya Entamoeba coli dan Salmonella thyposa.
Fisik, menyerupai kaleng-kaleng, botol, plastik, dan karet.
3. Pencemaran Berdasarkan Tingkat Pencemarannya
Menurut WHO pencemaran berdasarkan tingkat pencemarannya didasarkan pada kadar zat pencemar dan waktu (lamanya) kontak. Adapun tingkat pencemaran dibedakan menjadi tiga, yakni:
Pencemaran yang mengakibatkan iritasi (gangguan) ringan pada panca indra dan tubuh, serta telah menimbulkan kerusakan pada ekosistem lain, seperti gas buangan kendaraan bermotor yang menyebabkan mata pedih.
Pencemaran yang sudah mengakibatkan reaksi pada bagian tubuh, hingga menyebabkan penyakit kronis, seperti penyebaran penyakit kanker dan lahirnya bayi cacat di Minamata, Jepang akibat pencemaran air raksa.
Pencemaran yang kadar zat pencemarannya begitu besar, sehingga menimbulkan sakit bahkan kematian dalam lingkungan. Contohnya adalah pencemaran nuklir.
Baca Juga: 5 Dampak Pemanasan Global terhadap Ekologi
Upaya Mencegah Perubahan Lingkungan
Berikut ini beberapa upaya mencegah perubahan lingkungan yang dapat diterapkan, yakni:
1. Reboisasi
Perubahan lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran udara dapat menimbulkan efek rumah kaca, hujan asam, hingga penipisan lapisan ozon. Maka, untuk mencegah hal tersebut, kita dapat melakukan reboisasi atau penanaman kembali hutan yang gundul. Sehingga, karbondioksida di udara dapat berkurang.
2. Tidak Membuang Sampah Sembarangan
Membuang sampah sembarangan dapat menimbulkan pencemaran air dan tanah. Hal tersebut dapat mengganggu kelangsungan hidup ekosistem dan menyebarkan penyakit. Oleh sebab itu, kita harus membuang sampah pada tempatnya.
3. Melakukan Daur Ulang
Recycle atau daur ulang adalah proses pengolahan limbah menjadi barang baru yang bisa digunakan kembali. Melalui daur ulang, barang-barang yang tidak berguna atau sampah dapat diolah menjadi barang baru yang dapat dimanfaatkan.
(SNS)
Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang luar biasa, namun baru kurang dari 1% yang dimanfaatkan. kumparan Green Initiative Conference 2025 hadir sebagai forum lintas sektor untuk mendorong pemanfaatan sumber energi ini demi tercapainya kedaulatan energi bersih. Bergabung pada 17โ18 September 2025 di Hotel Borobudur Jakarta. Daftar sekarang di ๐ kum.pr/gic2025.
