Konten dari Pengguna

Daerah yang Berpotensi Terdampak Bibit Siklon 93S dan Cara Menghadapinya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi daerah yang berpotensi terdampak bibit siklon 93S, Pexels/Ralph W. lambrecht
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi daerah yang berpotensi terdampak bibit siklon 93S, Pexels/Ralph W. lambrecht

Aktivitas bibit siklon tropis 93S membawa dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di berbagai wilayah Indonesia. Daerah yang berpotensi terdampak bibit siklon 93S perlu diwaspadai terutama oleh masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir.

Sejumlah daerah berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai angin kencang dan peningkatan tinggi gelombang laut. Kondisi ini dapat meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi.

Daerah yang Berpotensi Terdampak Bibit Siklon 93S

Ilustrasi daerah yang berpotensi terdampak bibit siklon 93SPexels/Johannes Plenio

Terdapat berbagai informasi penting mengenai bibit siklon 93S. Inilah daerah yang berpotensi terdampak bibit siklon 93S dan cara menghadapinya berdasarkan situs web bmkg.go.id.

Bibit Siklon Tropis 93S merupakan sistem cuaca yang terpantau oleh BMKG di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat. Pematauan ini dilakukan sejak 11 Desember 2025.

Meskipun sistem ini diperkirakan bergerak menjauhi daratan Indonesia, dampaknya tetap dapat dirasakan secara tidak langsung di sejumlah wilayah. BMKG menekankan bahwa bibit siklon ini belum terorganisir sepenuhnya.

Bibit siklon ini memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 15 knot (sekitar 28 km/jam) dan tekanan minimum sekitar 1009 hPa. Pengukuran ini masih belum memenuhi kriteria siklon tropis yang kuat.

Daerah yang berpotensi terdampak dari bibit ini adalah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Potensi hujan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan akan berlangsung beberapa hari ke depan.

Gelombang tinggi kategori sedang (1,25–2,5 meter) diprakirakan terjadi di perairan selatan Jawa Timur, selat Bali Lombok Alas bagian selatan, serta perairan selatan Bali hingga selatan NTT. Kondisi ini disebabkan oleh interaksi bibit siklon dan sistem angin di sekitarnya.

Warga yang terdapat di wilayah pesisir di daerah tersebut perlu meningkatkan kewaspadaan. Hal ini disebabkan karena gelombang tinggi dapat berdampak pada aktivitas pelayaran, perikanan, dan rekreasi pantai.

BMKG mengimbau agar masyarakat yang tinggal di pesisir atau melakukan kegiatan di laut selalu merujuk pada informasi resmi. Masyarakat diminta terus memantau informasi peringatan gelombang tinggi dan prakiraan cuaca yang terus diperbarui.

Hal ini penting dilakukan untuk menghindari risiko kecelakaan laut, kerusakan infrastruktur pantai, serta gangguan terhadap keseluruhan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir. Edukasi kepada masyarakat tentang risiko cuaca ekstrem menjadi kunci kesiapsiagaan.

Jawa Timur, Bali, dan kepulauan di sekitar Nusa Tenggara menjadi daerah yang berpotensi terdampak bibit siklon 93S. Keberadaan bibit Siklon Tropis 93S menjadi pengingat penting bahwa dinamika cuaca di wilayah Indonesia. (Fia)

Baca juga: Apa Itu Hujan meteor Geminid? Inilah Fenomena Langit yang Spektakuler