Konten dari Pengguna

Dalil Yaumul Jaza dalam Alquran: Ingatkan tentang Hari Pembalasan

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalil yaumul jaza dalam Al-Quran berikut ini dapat dijadikan pengingat manusia tentang hari pembalasan. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Dalil yaumul jaza dalam Al-Quran berikut ini dapat dijadikan pengingat manusia tentang hari pembalasan. Foto: Unsplash.com

Yaumul jaza atau hari pembalasan adalah peristiwa yang telah dijelaskan dalam Al-Quran. Dalil yaumul jaza banyak menerangkan mengenai apa saja yang berkaitan dengan hari tersebut.

Mengutip dari buku Pendidikan Agama Islam: Akidah Akhlak yang ditulis oleh Drs. H. Masan AF, M.Pd, pengertian yaumul jaza adalah hari pembalasan seluruh amal manusia.

Hari tersebut dikatakan sebagai akhir dari alam semesta dan isinya. Setelah diperhitungkan amal dan perbuatan manusia, maka setiap manusia akan memperoleh balasan dari segala hal yang telah diperbuat.

Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, yaumul jaza sudah diterangkan dalam Alquran untuk memperingatkan seluruh umat manusia agar berhati-hati dalam melakukan suatu perbuatan.

Artikel ini akan membahas lebih rinci mengenai dalil-dalil yang menerangkan tentang yaumul jaza. Simak uraian selengkapnya di bawah ini.

Dalil Yaumul Jaza

Berikut ini adalah kumpulan kutipan ayat dalam kitab suci Alquran yang menerangkan tentang hari pembalasan.

1. Surah Luqman Ayat 33

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَا يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلَا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا ۚ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ ۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ

Artinya:

Hai manusia, bertakwalah pada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (setan) memperdayakan kamu dalam (menaati) Allah.

Dikutip dari laman Kemenag RI, tafsir dari ayat di atas ialah hari kebangkitan, pahala, dan siksaan merupakan janji Allah yang kebenarannya sangatlah pasti.

Dalam ayat tersebut, umat manusia dilarang untuk terpedaya oleh orang lain yang sesat. Ayat tersebut juga menerangkan perihal azab yang tertunda kepada orang-orang yang terperdaya tersebut.

Berdasarkan tafsir tersebut, surah Luqman ayat 33 menerangkan soal kebenaran akan datangnya hari pembalasan. Oleh karenanya, manusia harus bersiap-siap sebelum menghadapi hari tersebut.

2. An-Najm ayat 31

وَلِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ لِيَجْزِىَ ٱلَّذِينَ أَسَٰٓـُٔوا۟ بِمَا عَمِلُوا۟ وَيَجْزِىَ ٱلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ بِٱلْحُسْنَى

Artinya:

Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. (Dengan demikian) Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan dan Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga).

Tafsir dari ayat tersebut ialah Allah SWT sebagai penguasa alam semesta telah memberikan akal dan kebebasan kepada manusia untuk menemukan kepercayaan kepada-Nya.

Dalam ayat tersebut juga menyebutkan bahwa Allah akan memberi balasan dan hukuman kepada orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang telah diperbuat dan Allah akan memberi balasan dan anugerah kepada orang-orang yang berbuat baik.

Surah An-Najm ayat 31 menyebutkan bahwa akan tiba saatnya manusia akan mendapatkan balasan dari apa yang telah diperbuat.

3. Surah Gafir ayat 17

Ilustrasi dalil yaumul jaza. Foto: Unsplash.com

لْيَوْمَ تُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ ۚ لَا ظُلْمَ الْيَوْمَ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Artinya:

Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya.

Tafsir dari ayat Alquran di atas ialah pada hari pembalasan nanti, Allah SWT akan menghitung seluruh amal perbuatan manusia dan setiap manusia akan diberi balasan setimpal sesuai dengan apa yang diperbuat.

4. Al-An’am ayat 160

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا ۖ وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَىٰ إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

Artinya:

Siapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan).

Berdasarkan ayat di atas, Allah akan memberikan balasan pada hari pembalasan kepada manusia sesuai dengan amal yang telah diperbuat.

5. An Nisa ayat 56

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا الْعَذَابَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا

Artinya:

"Sungguh, orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain, agar mereka merasakan azab. Sungguh, Allah Maha-perkasa, Mahabijaksana."

Surah An-Nisa ayat 56 di atas menerangkan perihal azab yang diperoleh orang-orang kafir setelah hari pembalasan nanti.

Itulah kumpulan beberapa dalil mengenai hari pembalasan dalam Alquran. Semoga dengan mengingatnya, umat manusia dapat kembali ke jalan yang benar.

(SAI)

Frequently Asked Question Section

Yaumul Jaza apa itu?
chevron-down

Pengertian yaumul jaza adalah hari pembalasan seluruh amal manusia.

Kenapa hari akhir disebut juga Yaumul Jaza?
chevron-down

Yaumul jaza atau hari pembalasan adalah peristiwa yang telah dijelaskan dalam Alquran. Dalil yaumul jaza banyak menerangkan mengenai apa saja yang berkaitan dengan hari tersebut.

Pada saat Yaumul Jaza apa yang dialami oleh manusia?
chevron-down

Hari tersebut dikatakan sebagai akhir dari alam semesta dan isinya. Setelah diperhitungkan amal dan perbuatan manusia, maka setiap manusia akan memperoleh balasan dari segala hal yang telah diperbuat.