Konten dari Pengguna

Demam Berdarah pada Anak: Gejala, Fase, dan Cara Mengobatinya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 5 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilsutrasi seorang anak yang mengalami demam berdarah. Foto: iStock
zoom-in-whitePerbesar
Ilsutrasi seorang anak yang mengalami demam berdarah. Foto: iStock

Demam berdarah pada anak merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang dibawa nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini umumnya terjadi akibat kebersihan lingkungan yang kurang terjaga sehingga nyamuk pembawa virus menyebarkannya ke manusia yang ada di dekatnya, terutama anak-anak dengan kondisi tubuh lemah.

Secara alami, daya tahan maupun kualitas tubuh anak sebenarnya cukup baik dalam menangkal setiap serangan penyakit yang datang. Terlebih lagi untuk anak-anak yang secara konsisten memperoleh air susu ibu sampai berumur 2 tahun.

Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai gejala, ciri-ciri, dan fase demam berdarah serta cara mengobatinya.

Gejala Demam Berdarah pada Anak

Ilustrasi salah satu gejala demam berdarah pada anak adalah demam tinggi. Foto: iStock

Dikutip dari Pola Asuhan Anak dan Ibu Hamil oleh Yusuf CK Arianto, penyakit demam berdarah umumnya bersifat asimtomatis, artinya gejalanya tidak terlihat. Beberapa gejala demam berdarah pada anak yang muncul sering kali salah diagnosis.

Tidak jarang, penyakit ini dikira sebagai penyakit flu, tipes, ataupun gejala batuk dan pilek biasa. Salah diagnosis dapat menyebabkan salah pengobatannya. Hal ini dapat berakibat fatal hingga menyebabkan kematian karena penanganan yang terlambat.

Untuk itu, ketahui gejala awal demam berdarah pada anak agar bisa diwaspadai dan ditangani dengan cepat. Berikut beberapa gejala demam berdarah yang perlu diketahui.

  1. Demam tinggi selama 2-7 hari

  2. Kulit memiliki bintik-bintik merah

  3. Nyeri sendi atau otot, terutama pada bagian pinggang dan tungkai tubuh

  4. Sakit perut

  5. Diare

  6. Muntah

  7. Lemas

Ciri-Ciri Demam Berdarah pada Anak

Ilustrasi salah satu ciri-ciri demam berdarah pada anak adalah sakit kepala. Foto: iStock

Setelah mengalami gejala awal, umumnya anak-anak yang terserang demam berdarah akan mengalami tanda-tanda lanjutan. Dikutip dari Buku Pintar Mencegah dan Mengobati Penyakit Bayi dan Anak oleh Eiyta Ardinasari, berikut beberapa tanda demam berdarah pada anak yang perlu diwaspadai.

  1. Anak menggigil

  2. Sakit kepala dan nyeri pada saat menggerakkan bola mata

  3. Bola mata atau wajah kemerahan

  4. Terdapat pembesaran hati dan limpa

  5. Hilangnya nafsu makan

  6. Trombosit turun secara berangsur

  7. Pada keadaan yang sudah sangat berat, kesadaran anak menurun dan menjadi apatis (tidak peduli terhadap sekitarnya)

  8. Pendarahan yang tampak dari luar maupun dari dalam, yaitu di mulut, hidung, dan dubur

Apabila terdapat beberapa tanda-tanda lanjutan seperti yang disebutkan di atas, anak yang terkena demam berdarah harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis. Jika tidak, anak akan mengalami dehidrasi, pendarahan berat, hingga tekanan darah menurun dengan cepat.

Fase Demam Berdarah pada Anak

Ilustrasi fase pertama yang dialami anak yang terkena demam berdarah adalah fase demam. Foto: iStock

Dikutip dari laman resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, siklus demam berdarah pada anak memiliki tiga fase. Adapun tiga fase demam berdarah pada anak yang akan dilalui tersebut adalah sebagai berikut.

1. Fase Demam

Pada fase ini, kehadiran virus dalam aliran darah yang menyebabkan demam tinggi. Tingkat veremia dan demam biasanya erat mengikuti satu sama lain. Kehadiran virus yang tertinggi ialah tiga atau empat hari setelah demam pertama muncul.

2. Fase Kritis

Pada fase ini, terdapat berbagai kebocoran plasma secara tiba-tiba ke dalam rongga pleura dan perut.

Penderita menunjukkan tanda-tanda penyempitan intravaskuler, syok, atau pendarahan berat, dan harus segera dirawat di rumah sakit. Fase ini terjadi 3-7 hari sejak demam dan berlangsung selama 24-48 jam.

3. Fase Penyembuhan

Pada fase ini, kebocoran plasma berhenti seiring dengan reabsorpsi plasma dan cairan. Indikator yang menunjukkan masuknya fase penyembuhan antara lain:

  • Kembalinya nafsu makan

  • Stabilnya tanda-tanda vital (tekanan nadi melebar, denyut nadi teraba kuat)

  • Kadar hematokrit kembali normal

  • Meningkatnya urine dan pemulihan ruam-ruam kemerahan pada kulit

Fase penyembuhan demam berdarah pada anak biasanya terjadi dalam waktu satu atau dua minggu dan tidak akan menyisakan masalah apa-apa.

Cara Mengobati Demam Berdarah pada Anak

Ilustrasi anak yang terkena demam berdarah mendapat perawatan medis di rumah sakit. Foto: iStock

Untuk memberikan pertolongan pertama demam berdarah pada anak, ada sejumlah cara yang dapat dilakukan. Berikut beberapa cara mengobati demam berdarah pada anak yang bisa dilakukan para orang tua sebagai bantuan awal.

  1. Lakukan kompres dengan air dingin pada kepala, kening, dan ketiak anak terutama bila demamnya tinggi. Kalau perlu lakukan kompres pada seluruh tubuh anak.

  2. Selain kompres dengan air dingin, orang tua juga dapat membuatkan kompres dengan menggunakan herbal, yaitu bawang merah yang ditumbuk dan dicampur dengan minyak kelapa atau baby oil, kemudian oleskan ke seluruh tubuh anak.

  3. Orang tua sebaiknya tidak menyelimuti anak yang menderita demam berdarah, meskipun demam tinggi menyebabkan mereka menggigil.

  4. Minum air putih sebanyak mungkin.

  5. Minum obat penurun demam atau panas.

  6. Berikan air kelapa muda yang ditambahkan madu sebagai obat alami dan lakukan setidaknya 3 kali sehari.

  7. Untuk mengatasi nafsu makan yang hilang, dapat memberikan jus buah-buahan yang ditambahkan madu.

  8. Bila demam tinggi maupun gejala atau tanda demam berdarah bertambah parah hingga hari kedua, segera bawa ke dokter anak untuk mendapatkan pertolongan medis yang lebih tepat.

Dikutip dari laman resmi Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Bandung, sampai saat ini belum ada obat (antivirus) yang spesifik untuk mengatasi demam berdarah.

Penanganan demam berdarah pada anak yang utama adalah terapi suportif atau mempertahankan keseimbangan cairan dengan pemberian cairan yang cukup.

Jika tidak ada muntah dan anak masih mau minum pada fase demam, boleh dirawat di rumah dengan pemberian cairan atau minum air dengan jumlah yang lebih banyak dari biasanya.

Obat anak sakit demam berdarah yang direkomendasikan untuk dikonsumsi adalah obat yang mengandung parasetamol. Dilarang menggunakan asetosal dan ibuprofen.

Namun, apabila demam tidak turun dalam dua atau tiga hari setelah pemberian obat, segera dibawa ke dokter atau puskesmas terdekat untuk diperiksa.

(SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa saja gejala demam berdarah pada anak?

chevron-down

Gejala demam berdarah pada anak adalah demam tinggi, muncul bintik-bintik merah pada kulit, nyeri sendi atau otot, sakit perut, diare, muntah, dan lemas.

Masa kritis DBD hari ke berapa?

chevron-down

Fase ini terjadi 3-7 hari sejak demam dan berlangsung selama 24-48 jam.

Bagaimana cara mengobati demam berdarah pada anak?

chevron-down

Ada pertolongan pertama yang bisa membantu mengatasi demam berdarah pada anak, yaitu dengan mengompres anak dengan air dingin dan herbal, menyelimuti anak, hingga memberikan minum air putih dan obat penurun panas. Segera lakukan konsultasi dokter jika anak menunjukkan gejala yang lebih parah.