Di Waktu Tambahan Berapa Meksiko Disingkirkan Belanda dalam Piala Dunia 2014

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam Piala Dunia 2014, Meksiko disingkirkan Belanda setelah keputusan kontroversial wasit atas pelanggaran pemain mana di waktu tambahan? Pertanyaan tersebut terus dikenang penggemar sepak bola internasional hingga sekarang.
Pertandingan fase gugur turnamen besar sering menghadirkan momen dramatis yang memengaruhi hasil akhir sekaligus memunculkan perdebatan panjang berbagai pihak dunia sepak bola.
Duel antara Belanda dan Meksiko pada babak 16 besar berlangsung sengit dengan tekanan tinggi sejak menit awal pertandingan berlangsung di Brasil.
Dalam Piala Dunia 2014, Meksiko Disingkirkan Belanda Setelah Keputusan Kontroversial Wasit atas Pelanggaran Pemain Mana di Waktu Tambahan?
Dalam Piala Dunia 2014, Meksiko disingkirkan Belanda setelah keputusan kontroversial wasit atas pelanggaran pemain mana di waktu tambahan? Jawabannya adalah Rafael Márquez yang dianggap melanggar Arjen Robben di kotak penalti pada menit ke-94.
Dikutip dari nytimes.com, pertandingan babak 16 besar tersebut berlangsung pada 29 Juni 2014 di Estádio Castelão, Fortaleza, Brasil.
Meksiko tampil sangat disiplin sepanjang pertandingan dan mampu memberikan tekanan besar terhadap Belanda yang sebelumnya tampil tajam pada fase grup.
Meksiko bahkan berhasil unggul lebih dahulu pada awal babak kedua melalui gol spektakuler Giovani dos Santos.
Gol tersebut tercipta pada menit ke-48 setelah dos Santos menerima bola dari sisi kanan lapangan, menahan tekanan pemain belakang Belanda, lalu melepaskan tendangan keras kaki kiri dari luar kotak penalti.
Bola meluncur deras menuju sudut bawah gawang tanpa mampu dihentikan kiper Belanda.
Gol itu membuat permainan Meksiko semakin percaya diri, sedangkan Belanda mulai meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan.
Sepanjang pertandingan, kiper Meksiko Guillermo Ochoa tampil luar biasa di bawah mistar gawang.
Ochoa beberapa kali menggagalkan peluang emas Belanda melalui penyelamatan penting, termasuk menepis tendangan jarak dekat yang hampir menghasilkan gol penyama kedudukan.
Belanda terus menekan memasuki menit-menit akhir pertandingan. Serangan dari sisi sayap melalui Arjen Robben dan pergerakan Robin van Persie membuat lini pertahanan Meksiko bekerja keras sepanjang babak kedua.
Tekanan Belanda akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-88. Wesley Sneijder mencetak gol penyama kedudukan setelah bola hasil sepak pojok jatuh di depan kotak penalti.
Sneijder langsung melepaskan tendangan keras mendatar menuju sudut kiri gawang Meksiko.
Gol tersebut mengubah jalannya pertandingan secara drastis. Meksiko yang sebelumnya terlihat mampu mempertahankan keunggulan mulai kehilangan momentum akibat tekanan bertubi-tubi dari Belanda.
Puncak kontroversi terjadi pada menit ke-94 ketika Arjen Robben menggiring bola masuk ke area penalti Meksiko. Rafael Márquez mencoba menghentikan pergerakan Robben melalui tekel dari samping.
Wasit kemudian menunjuk titik penalti setelah menilai terdapat pelanggaran terhadap pemain Belanda tersebut.
Keputusan penalti langsung memicu perdebatan besar karena banyak pihak menganggap kontak yang terjadi tidak cukup kuat untuk menjatuhkan Robben.
Beberapa penggemar sepak bola bahkan menilai Robben melakukan simulasi demi mendapatkan keuntungan bagi timnya.
Klaas-Jan Huntelaar yang masuk sebagai pemain pengganti dipercaya menjadi eksekutor penalti.
Striker Belanda tersebut sukses menaklukkan Guillermo Ochoa melalui tendangan keras ke sisi kiri bawah gawang. Ochoa bergerak ke arah berlawanan sehingga Belanda berbalik unggul 2-1.
Gol Huntelaar menjadi pukulan berat bagi Meksiko karena terjadi hanya beberapa detik sebelum pertandingan berakhir.
Kekalahan tersebut membuat Meksiko kembali gagal melewati babak 16 besar untuk keenam kalinya secara beruntun pada ajang Piala Dunia.
Arjen Robben setelah pertandingan mengakui sempat melakukan diving dalam beberapa situasi berbeda sepanjang laga.
Pernyataan itu semakin memperbesar kontroversi mengenai keputusan penalti yang diberikan wasit kepada Belanda pada masa tambahan waktu.
Rafael Márquez sendiri merupakan salah satu pemain paling berpengalaman dalam skuad Meksiko saat itu.
Bek senior tersebut dikenal sebagai pemimpin pertahanan dan pernah bermain untuk klub besar Eropa seperti Barcelona serta AS Monaco.
Pertandingan Belanda melawan Meksiko akhirnya dikenang sebagai salah satu duel paling dramatis pada Piala Dunia 2014.
Kombinasi gol telat, penyelamatan penting, tekanan tinggi, serta keputusan kontroversial membuat laga tersebut terus dibicarakan hingga bertahun-tahun kemudian.
Dalam Piala Dunia 2014, Meksiko disingkirkan Belanda setelah keputusan kontroversial wasit atas pelanggaran pemain mana di waktu tambahan? Jawaban itu selalu berkaitan dengan Rafael Márquez dan duel melawan Arjen Robben di kotak penalti.
Momen kontroversial tersebut tetap menjadi bagian penting dalam sejarah pertandingan dramatis Piala Dunia yang menghadirkan perubahan hasil hanya dalam hitungan menit terakhir. (Khoirul)
Baca Juga: Apa yang Terjadi dengan Meksiko di FIFA World Cup 2022? Cek di Sini
