Ending Novel The Early Spring yang Mengungkap Nasib Hubungan Kedua Tokohnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ending novel The Early Spring membawa kisah Luan Nian dan Shang Zhitao menuju keputusan penting setelah perjalanan panjang yang mereka lalui.
Hubungan keduanya tidak berhenti pada persoalan pekerjaan ataupun romansa yang tumbuh perlahan, tetapi berkembang menjadi ikatan yang kembali dipilih setelah melewati berbagai fase kehidupan.
Klimaks cerita utama kemudian mempertemukan keduanya dalam perjalanan yang menjadi bagian penting sebelum kisah berakhir.
Ending Novel The Early Spring Chapter 134
Dikutip dari mydramanovel.com, berikut adalah penjelasan ending novel The Early Spring yang terdapat pada Chapter 134, sekaligus menjadi penutup cerita utama sebelum novel memasuki rangkaian side story.
Pada bab terakhir, Luan Nian dan Shang Zhitao melakukan perjalanan darat selama 30 hari bersama anjing peliharaan bernama Luke.
Perjalanan tersebut menempuh jarak sekitar 13.000 kilometer dengan rute yang menyusuri wilayah perbatasan Tiongkok hingga berakhir di Lhasa, Tibet.
Perjalanan panjang itu bukan sekadar kesempatan untuk berlibur. Setelah menghadapi berbagai persoalan dan sempat menjalani masa perpisahan, Luan Nian dan Shang Zhitao akhirnya memiliki waktu untuk menikmati kebersamaan jauh dari rutinitas sebelumnya.
Perjalanan tersebut juga menjadi bagian penting sebelum kisah keduanya mencapai puncak cerita.
Salah satu momen yang membuka kembali kenangan masa lalu berkaitan dengan Lin Chuner. Ia mengirimkan sebuah video yang direkam saat Luan Nian dan Shang Zhitao masih menjalani masa perpisahan.
Rekaman tersebut memperlihatkan sisi emosional Luan Nian yang selama ini jarang terlihat di hadapan Shang Zhitao.
Dalam video itu, Luan Nian terlihat mabuk dan menangis di bawah cahaya aurora. Pada saat emosinya tidak lagi terbendung, ia mengungkapkan betapa besar rasa cinta dan kerinduannya kepada Shang Zhitao.
Rekaman tersebut kemudian memberikan gambaran tentang perasaan yang selama ini dipendam Luan Nian selama masa perpisahan.
Setelah perjalanan selama 30 hari berakhir, Luan Nian membawa Shang Zhitao ke sebuah taman yang telah dipersiapkan secara khusus.
Tempat tersebut diberi nama “Shang Zhitao's Time-Space Museum” atau Museum Ruang-Waktu Shang Zhitao.
Taman itu memiliki makna yang sangat pribadi. Di dalamnya terdapat berbagai lukisan yang menggambarkan perjalanan hidup Shang Zhitao sejak tahun 2010 hingga 2021. Setiap bagian menyimpan jejak waktu serta fase kehidupan yang telah dilalui selama bertahun-tahun.
Pilihan untuk membuat museum tersebut menunjukkan cara Luan Nian mengungkapkan perasaannya. Alih-alih memberikan hadiah berupa benda biasa, ia menciptakan sebuah ruang khusus yang menyimpan perjalanan dan kenangan hidup Shang Zhitao.
Puncak cerita terjadi ketika Luan Nian melamar Shang Zhitao di tempat tersebut. Luke juga ikut mengambil bagian dalam momen penting itu dengan membawa cincin untuk membantu sang pemilik menyampaikan lamaran.
Cincin tersebut bertuliskan “Marry Dad”, yang membuat suasana lamaran terasa semakin manis dan personal. Luke telah menjadi bagian dari keluarga kecil Luan Nian dan Shang Zhitao, sehingga kehadirannya dalam momen tersebut memiliki arti tersendiri.
Setelah mendengar keinginan Luan Nian untuk menikah, Shang Zhitao pun menerima lamaran tersebut.
Diterimanya lamaran itu menjadi akhir bahagia bagi kisah utama Luan Nian dan Shang Zhitao.
Hubungan yang telah melewati jarak, waktu, perpisahan, dan berbagai persoalan akhirnya membawa keduanya pada keputusan untuk melangkah ke tahap kehidupan berikutnya.
Chapter 134 menjadi klimaks sekaligus penutup kisah utama novel. Cerita kemudian berlanjut ke Chapter 135 yang masuk dalam bagian side story, sementara perjalanan utama Luan Nian dan Shang Zhitao telah ditutup dengan akhir yang bahagia.
Ending novel The Early Spring memperlihatkan bahwa perjalanan panjang kedua tokoh akhirnya bermuara pada keputusan untuk menikah.
Lamaran di Museum Ruang-Waktu menjadi penutup yang mengikat kembali berbagai kenangannya sebelum cerita beralih ke kisah tambahan. (Shofia)
Baca Juga: Jumlah Penonton Harusnya Horor per Hari Ini 1 September 2026 Terbaru
