Konten dari Pengguna

Fenomena Sinkhole, Ketika Tanah Tiba-Tiba Menghilang dan Menelan Segalanya

Kabar Harian
Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
8 Januari 2026 22:36 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Fenomena Sinkhole, Ketika Tanah Tiba-Tiba Menghilang dan Menelan Segalanya
Inilah pengertian fenomena Sinkhole yang menelan tanah secara tiba-tiba.
Kabar Harian
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi fenomena sinkhole. Unsplash/wolfgang_hasselmann
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fenomena sinkhole. Unsplash/wolfgang_hasselmann
ADVERTISEMENT
Fenomena Sinkhole kerap terjadi secara tiba-tiba dan meninggalkan tanda tanya besar tentang apa yang sebenarnya berlangsung di bawah permukaan tanah.
ADVERTISEMENT
Peristiwa ini tidak hanya mengejutkan, tetapi juga memicu kekhawatiran karena dampaknya bisa muncul di area yang sebelumnya terlihat aman.

Fenomena Sinkhole dan Proses Terjadinya

Ilustrasi fenomena sinkhole. Unsplash/Megan O'Hanlon
Dalam konteks geologi, fenomena sinkhole berkaitan erat dengan proses pelarutan batuan oleh air tanah yang berlangsung dalam waktu lama.
Rongga bawah tanah yang terus membesar lama-kelamaan menyebabkan lapisan tanah di atasnya kehilangan penyangga alami. Ketika daya dukung tanah melemah, permukaan bisa runtuh secara tiba-tiba.
Berdasarkan informasi geologi.esdm.go.id, secara geologi, sinkhole merupakan lubang atau cekungan yang terbentuk akibat runtuhnya lapisan tanah permukaan. Sinkhole umumnya terjadi di wilayah dengan batuan mudah larut seperti batu gamping.
Air yang meresap ke dalam tanah secara perlahan melarutkan batuan di bawah permukaan hingga akhirnya tidak mampu lagi menopang lapisan di atasnya.
ADVERTISEMENT
Badan Geologi Kementerian ESDM menjelaskan bahwa kemunculan sinkhole sering menjadi sinyal ketidakseimbangan antara kondisi alam dan tata ruang.
Perubahan penggunaan lahan, pembangunan berlebihan, serta sistem drainase yang tidak terkelola dengan baik dapat mempercepat proses terbentuknya rongga di bawah tanah.
Oleh karena itu, sinkhole tidak selalu murni disebabkan faktor alam, tetapi juga dipengaruhi oleh aktivitas manusia. Di berbagai negara, kasus sinkhole pernah terjadi di kawasan perkotaan, jalan raya, hingga area permukiman.
Fenomena ini menunjukkan bahwa wilayah dengan aktivitas manusia padat tetap memiliki risiko geologi jika tidak didukung perencanaan ruang yang selaras dengan kondisi bawah permukaan.
Fenomena sinkhole sering kali sulit diprediksi karena proses pembentukannya berlangsung tersembunyi. Tanda-tanda awal seperti retakan kecil di tanah, pintu atau jendela yang sulit ditutup, hingga perubahan aliran air sering diabaikan.
ADVERTISEMENT
Upaya mitigasi menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko. Badan Geologi menekankan perlunya kajian geologi sebelum pembangunan, terutama di wilayah karst.
Selain itu, pengelolaan air tanah secara berkelanjutan dan pengawasan tata ruang dapat membantu meminimalkan potensi amblesan tanah. Edukasi kepada masyarakat juga berperan penting agar tanda-tanda awal tidak diabaikan.
Fenomena sinkhole mengingatkan pentingnya memahami kondisi geologi sebelum melakukan aktivitas pembangunan. Keseimbangan antara pemanfaatan ruang dan karakter alam menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko bencana ini.
Dengan perencanaan yang tepat dan kesadaran bersama, dampak sinkhole dapat ditekan sehingga keselamatan dan keberlanjutan lingkungan tetap terjaga. (Rahma)