Film Meong! Karya LFM ITB Sukses Raih Penghargaan Internasional

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Film Meong! karya Liga Film Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (LFM ITB) sukses raih penghargaan di tingkat internasional. Penghargaan Most Inspiring Film Award diberikan kepada Ophiuchus Project dalam NextScene Kids & Youth Film Festival 2026.
“Meong!” adalah film pendek yang menceritakan interaksi kucing kampus dengan mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir, sesuai informasi dari itb.ac.id. Film ini menjadi salah satu yang mendapat penghargaan di antara 54 film dari 14 negara.
Sekilas tentang Film Meong! Karya LFM ITB
Film Meong! yang berhasil meraih penghargaan dalam festival internasional ini merupakan film drama slice of life. Mengambil sudut pandang seekor kucing bernama Meong, film ini menggambarkan interaksi kucing dengan lingkungan di sekitarnya di Kampus ITB.
Fokus ceritanya mengisahkan pertemuan Meong dengan seorang mahasiswa yang tengah menghadapi kesulitan saat mengerjakan tugas akhir. Pertemuan tersebut menjadikan Meong sebagai salah satu bagian yang menemani perjalanan sang mahasiswa di tingkat akhir.
Inti dari film “Meong!” bertujuan untuk menunjukkan bahwa suatu hal kecil seperti kucing atau lainnya bisa sangat menginspirasi dan bermakna. Walau terkadang hal tersebut biasa saja, tetapi setiap hal memiliki makna masing-masing dalam kehidupan.
Film “Meong!” mulai diproduksi pada Maret 2025 dengan 10 kru dan satu pemeran utama. Dikutip dari situs itb.ac.id, beberapa kru dari tim tersebut antara lain adalah:
Vincentius Bhagaskara (AS’22) sebagai penulis dan produser.
Fransiska Fernanda (EB’22) sebagai penulis dan sutradara.
Dudih Purwadi (AS’22) sebagai Director of Photography, Sound Director, dan editor.
Sementara, tokoh Meong yang diperankan oleh kucing yang berada di sekitar Gedung Labtek VII ITB, yang bernama Siti. Dalam proses pembuatan film tersebut, tim turut melibatkan komunitas peduli kucing ITB Street Feeding untuk membantu brainstorming ide cerita.
Menariknya, pemilihan pemeran utama mempertimbangkan warna bulu dan karakter kucing. Ada sekitar 40 kucing yang dicasting oleh tim dengan memerhatikan warna bulu dan karakter kucing yang mudah untuk diarahkan.
Dengan proses produksi yang memerhatikan perilaku dan kondisi kucing, berbagai tantangan dihadapi oleh tim. Tidak jarang perubahan cuaca yang tiba-tiba dan perubahan perilaku Siti menjadi hambatan dalam proses pengambilan gambar.
Meski demikian, perjuangan dalam proses produksi sukses membuahkan hasil dengan meraih penghargaan Most Inspiring Film Award di NextScene Kids & Youth Film Festival. Acara tersebut digelar di Jakarta, pada 6–9 Agustus 2026 lalu.
Keberhasilan film “Meong!” dalam meraih penghargaan di ajang internasional membuktikan bahwa mahasiswa Indonesia memiliki kemampuan mumpuni dalam memproduksi film pendek. Diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk berprestasi. (PRI)
Baca juga: Apakah Memburu Pemangsa Kisah Nyata? Cari Tahu Info Film Kriminal-Horor di Sini
