Konten dari Pengguna

Fungsi Bahasa yang Berhubungan dengan Perintah dalam Pandangan Karl Buhler

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi Dalam pandangan Karl Buhler fungsi bahasa yang berhubungan dengan perintah adalah. Unsplash/Brooke Cagle
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi Dalam pandangan Karl Buhler fungsi bahasa yang berhubungan dengan perintah adalah. Unsplash/Brooke Cagle

Dalam pandangan Karl Buhler fungsi bahasa yang berhubungan dengan perintah adalah salah satu konsep yang sering dibahas dalam kajian linguistik dan komunikasi.

Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk menyampaikan informasi, tetapi juga digunakan untuk mengungkapkan perasaan, mempengaruhi lawan bicara, serta membangun interaksi sosial.

Para ahli bahasa mengembangkan berbagai teori untuk menjelaskan fungsi bahasa dalam kehidupan manusia, termasuk teori yang dikemukakan oleh Karl Buhler.

Penjelasan Tentang Fungsi Bahasa yang Berhubungan dengan Perintah dalam Pandangan Karl Buhler

ilustrasi Dalam pandangan Karl Buhler fungsi bahasa yang berhubungan dengan perintah adalah. Unsplash/Vitaly Gariev

Dalam pandangan Karl Buhler fungsi bahasa yang berhubungan dengan perintah adalah fungsi apelatif (Appell). Fungsi ini menunjukkan hubungan antara lambang bahasa dengan pendengar atau petutur.

Tujuan utama fungsi apelatif adalah mendorong, memengaruhi, atau mengarahkan petutur agar melakukan suatu tindakan tertentu sesuai dengan maksud penutur.

Berdasarkan modul repository.ut.ac.id, Karl Buhler merupakan seorang psikolog sekaligus pakar bahasa asal Jerman yang memandang bahasa sebagai alat komunikasi antara penutur dan petutur mengenai suatu hal.

Pandangan tersebut dikenal dengan istilah organon model of language. Melalui konsep ini, bahasa dipahami sebagai sarana yang menghubungkan penutur, pendengar, dan objek atau hal yang dibicarakan dalam proses komunikasi.

Menurut Karl Buhler, fungsi bahasa dapat dipahami melalui hubungan yang terjalin antara lambang bahasa dengan unsur-unsur yang terlibat dalam komunikasi. Berdasarkan hubungan tersebut, Karl Buhler membagi fungsi bahasa menjadi beberapa kategori yang memiliki peran berbeda dalam penyampaian pesan.

Dalam kehidupan sehari-hari, fungsi apelatif dapat ditemukan pada berbagai bentuk komunikasi, seperti perintah, ajakan, permintaan, larangan, maupun imbauan.

Ketika seseorang mengatakan "Tolong tutup pintu" atau "Silakan duduk", bahasa digunakan untuk mempengaruhi tindakan pendengar sehingga termasuk ke dalam fungsi apelatif.

Selain fungsi apelatif, Karl Buhler juga menjelaskan dua fungsi bahasa lainnya. Pertama adalah fungsi representatif (Darstellung), yaitu fungsi yang berkaitan dengan hubungan antara lambang bahasa dan objek yang diwakilinya.

Fungsi ini digunakan untuk menggambarkan, menjelaskan, atau menyampaikan informasi mengenai suatu hal. Dalam fungsi representatif, bahasa berperan sebagai alat penyampai fakta atau keterangan.

Kedua adalah fungsi ekspresif (Ausdruck), yaitu fungsi yang menunjukkan hubungan antara bahasa dan penutur. Melalui fungsi ini, bahasa digunakan untuk mengungkapkan perasaan, suasana hati, sikap, atau keadaan emosional penutur.

Ungkapan kegembiraan, kesedihan, kemarahan, maupun rasa syukur merupakan contoh penggunaan fungsi ekspresif dalam komunikasi.

Dalam kajian pragmatik, dalam pandangan Karl Buhler fungsi bahasa yang berhubungan dengan perintah adalah fungsi apelatif karena berfokus pada pengaruh yang ingin diberikan penutur kepada petutur.

Fungsi ini menunjukkan bahwa bahasa tidak hanya berperan sebagai alat penyampai informasi, tetapi juga sebagai sarana untuk mengarahkan tindakan atau respons tertentu dari pihak yang menerima pesan.

Jika ditinjau dari sudut pandang komunikasi, ketiga fungsi bahasa menurut Karl Buhler saling melengkapi. Dalam pandangan Karl Buhler fungsi bahasa yang berhubungan dengan perintah adalah fungsi apelatif (Appell), yaitu fungsi bahasa yang bertujuan mempengaruhi atau mendorong petutur untuk melakukan sesuatu.

Bersama fungsi representatif dan fungsi ekspresif, fungsi apelatif menjadi bagian penting dari teori Karl Buhler yang menjelaskan peran bahasa sebagai alat komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. (Rahma)

Baca juga: Cikal Bakal Terbentuknya Bahasa Indonesia Berawal dari Bahasa? Ini Jawabannya