Konten dari Pengguna

Hal yang Digagas oleh Richard Stallman Mengenai FOSS

Kabar Harian
Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
21 November 2025 16:54 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Hal yang Digagas oleh Richard Stallman Mengenai FOSS
Apakah hal yang digagas oleh Richard Stallman mengenai FOSS? Ketahui penjelasannya di sini.
Kabar Harian
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi hal yang digagas oleh Richard Stallman mengenai FOSS. Foto: Unsplash.com/Ben Spray
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hal yang digagas oleh Richard Stallman mengenai FOSS. Foto: Unsplash.com/Ben Spray
ADVERTISEMENT
Pertanyaan mengenai apakah hal yang digagas oleh Richard Stallman mengenai FOSS sering muncul ketika membahas perkembangan konsep kebebasan dalam ranah perangkat lunak dan bagaimana istilah ini membentuk sudut pandang berbeda.
ADVERTISEMENT
Gagasan Stallman tidak hanya menyoroti pentingnya akses sumber kode, tetapi juga menekankan nilai etika dalam berbagi dan kolaborasi.
Pemikirannya kemudian menjadi fondasi yang memengaruhi arah gerakan perangkat lunak bebas dan open-source di berbagai belahan dunia.

Hal yang Digagas oleh Richard Stallman Mengenai FOSS

Ilustrasi hal yang digagas oleh Richard Stallman mengenai FOSS. Foto: Unsplash.com/Mimi Thian
Pertanyaan apakah hal yang digagas oleh Richard Stallman mengenai FOSS berkaitan erat dengan pandangannya terhadap istilah yang digunakan untuk menggambarkan perangkat lunak bebas dan konsekuensi politis yang mengikuti penggunaan istilah tersebut.
Mengutip situs gnu.org, gagasan utama Stallman menegaskan bahwa istilah FOSS dianggap kurang tepat karena mencampurkan dua posisi politik berbeda, perangkat lunak bebas dan open source, seolah keduanya satu hal yang sama.
Sikap ini muncul karena bagi Stallman, istilah “Free Software” bukan sekadar label teknis, melainkan representasi perjuangan etis mengenai kebebasan pengguna.
ADVERTISEMENT
Nilai ini berpotensi kabur ketika dipadukan dengan istilah open source yang lebih menekankan manfaat pragmatis.
Pemahaman mengenai perbedaan motivasi ini menjadi bagian penting dari gagasan Stallman yang memandang pemilihan istilah sebagai tindakan politis, bukan sekadar soal penyederhanaan komunikasi.
Gagasan Stallman juga menyoroti bahwa FOSS gagal menjelaskan makna kata “free” yang seharusnya merujuk pada kebebasan, bukan harga.
Ketidakjelasan ini dinilai dapat menyesatkan pembaca, karena istilah tersebut tidak memperlihatkan bahwa kebebasan pengguna adalah prinsip inti dari gerakan perangkat lunak bebas.
Ketika kata “free” kehilangan konteksnya, fokus publik cenderung bergeser pada aspek teknis open source yang sejak awal mengedepankan manfaat efisiensi, kolaborasi, dan kualitas perangkat lunak, tanpa menegaskan isu keadilan bagi pengguna.
ADVERTISEMENT
Bagi Stallman, kaburnya konsep kebebasan berarti hilangnya pesan moral yang menjadi dasar gerakan perangkat lunak bebas sejak awal.
Dalam gagasannya, Stallman menilai bahwa FOSS juga memperkuat dominasi istilah “open source” karena struktur penyebutannya memecah istilah “free software” menjadi dua bagian yang kurang menonjol.
Kondisi ini memberi kesan bahwa open source adalah pusat dari istilah tersebut, sementara perangkat lunak bebas hanya menjadi sisipan yang kurang kuat secara konseptual.
Ketidakseimbangan ini dianggap sebagai hambatan bagi publik untuk memahami bahwa perangkat lunak bebas dan open source memiliki tujuan politik berbeda, meskipun berbagi sebagian praktik teknis yang sama.
Stallman juga menekankan bahwa penggunaan istilah FOSS menyiratkan bahwa kedua posisi ideologis itu setara atau bahkan identik, padahal menurutnya keduanya tidak dapat disatukan tanpa menimbulkan salah penafsiran.
ADVERTISEMENT
Perangkat lunak bebas berfokus pada keadilan dan hak moral pengguna, sedangkan open source memposisikan diri sebagai pendekatan pragmatis untuk memproduksi perangkat lunak yang lebih baik.
Dengan menyatukan keduanya, FOSS menciptakan persepsi keliru bahwa tidak ada perbedaan filosofis mendalam di balik dua gerakan tersebut, sehingga pembaca gagal memahami keberpihakan politis dari masing-masing pandangan.
Stallman kemudian menawarkan alternatif lebih netral, yaitu FLOSS, karena istilah ini memasukkan kata “libre” yang menjelaskan bahwa “free” merujuk pada kebebasan, bukan pada harga.
Menurutnya, istilah FLOSS lebih akurat jika tujuan komunikasi adalah netralitas dan kejelasan. Namun gerakan perangkat lunak bebas sendiri tetap tidak menggunakan FLOSS ataupun FOSS karena tidak ingin bersikap netral.
Penolakan ini menunjukkan bahwa bagi Stallman, penggunaan istilah adalah bagian dari perjuangan untuk menegaskan prinsip kebebasan, sehingga setiap penyebutan kata “free” atau “free (libre)” adalah bentuk konsistensi politis dan moral yang perlu dipertahankan.
ADVERTISEMENT
Sebagai penutup, perdebatan mengenai istilah ini menunjukkan bahwa hal yang digagas oleh Richard Stallman mengenai FOSS menekankan pentingnya bahasa yang mampu menjaga kejelasan pesan kebebasan pengguna.
Pemilihan istilah memiliki konsekuensi filosofis yang luas karena menentukan bagaimana publik memahami posisi politik di balik gerakan perangkat lunak bebas. (Suci)