Filsafat Pancasila & Pemikiran Ki Hajar Dewantara, Landasan Pendidikan Nasional

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Filsafat Pancasila dan pemikiran Ki Hajar Dewantara sebagai landasan pendidikan nasional memiliki makna yang sangat penting dalam membentuk arah serta karakter pendidikan di Indonesia.
Pancasila sebagai dasar negara bukan hanya dijadikan pedoman hidup berbangsa dan bernegara, tetapi juga menjadi sumber nilai moral yang harus diinternalisasikan dalam sistem pendidikan nasional.
Pendidikan yang berlandaskan Pancasila bertujuan menciptakan manusia Indonesia yang beriman, berakhlak, berjiwa sosial, dan menjunjung tinggi kemanusiaan.
Sementara itu, Ki Hajar Dewantara menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar pengajaran ilmu, melainkan proses menuntun tumbuhnya potensi anak agar menjadi manusia yang merdeka lahir dan batin.
Filsafat Pancasila & Pemikiran Ki Hajar Dewantara, Landasan Pendidikan Nasional
Filsafat Pancasila dan pemikiran Ki Hajar Dewantara sebagai landasan pendidikan nasional menegaskan bahwa pendidikan harus berpijak pada nilai kemanusiaan, kebudayaan, dan kemandirian bangsa.
Nilai-nilai dalam Pancasila seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan menjadi panduan untuk membentuk peserta didik yang utuh secara spiritual, intelektual, dan sosial.
Ki Hajar Dewantara melalui semboyannya “Ing ngarsa sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani” memberikan pandangan bahwa pendidik memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa.
Guru harus mampu menjadi teladan, motivator, dan pendukung bagi murid agar mereka tumbuh sesuai dengan kodrat alam dan zamannya.
Menurut artikel di laman resmi www.sman1sonder.sch.id, Ki Hajar Dewantara memandang pendidikan sebagai tuntunan terhadap kekuatan kodrat anak untuk mencapai kebahagiaan dan keselamatan tertinggi, baik sebagai individu maupun anggota masyarakat.
Pemikiran tersebut selaras dengan nilai-nilai Pancasila yang mengedepankan kemanusiaan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dengan demikian, integrasi antara filsafat Pancasila dan pemikiran Ki Hajar Dewantara menjadi dasar yang kokoh dalam membangun sistem pendidikan nasional yang berkarakter dan berjiwa kebangsaan.
Pendidikan tidak hanya diarahkan untuk mencetak individu yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki moral, empati, dan semangat gotong royong.
Di tengah tantangan globalisasi dan kemajuan teknologi, nilai-nilai ini menjadi pedoman agar peserta didik tidak kehilangan jati diri bangsa.
Pendidikan yang berakar pada Pancasila dan pemikiran Ki Hajar Dewantara akan melahirkan generasi Indonesia yang beriman, berbudaya, dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa serta kemanusiaan. (Arif)
Baca juga: Budi Pekerti Menurut Ki Hajar Dewantara, Fondasi Karakter Bangsa sejak Dini
