Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Penerapan Experiential Learning

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hal apa yang perlu diperhatikan dalam penerapan experiential learning? Jawaban dari pertanyaan tersebut menjadi salah satu yang dicari oleh peserta PPG karena menjadi salah satu pertanyaan yang harus dijawab dalam Cerita Reflektif Modul 2 PSE Topik 3.
Diketahui bahwa Topik 3 adalah tentang Experiential Learning. Sebelum menghadapi UKPPG atau Uji Kompetensi Pendidikan Profesi Guru, para peserta PPG harus menjawab sejumlah modul yang telah dipersiapkan sebelumnya terlebih dahulu.
Dikutip dari situs repository.uin-suska.ac.id, experiential learning sendiri berarti pembelajaran berdasarkan pengalaman.
Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Penerapan Experiential Learning
Hal apa yang perlu diperhatikan dalam penerapan experiential learning? Dikutip dari situs misslena.sch.id, inilah contoh jawabannya.
Pertanyaan:
Hal apa yang perlu diperhatikan dalam penerapan experiential learning?
Contoh Jawaban:
Dalam penerapan ‘experiential learning’ atau pembelajaran berbasis pengalaman, yang pertama adalah ‘kegiatan yang dirancang harus relevan dengan tujuan pembelajaran’ serta ‘melibatkan siswa secara aktif’.
Peserta didik menjadi pelaku utama dalam proses belajar yang diadakan lewat pengalaman langsung dan tidak hanya menjadi penerima informasi saja. Setelah itu, perlu dilakukan ‘refleksi yang terstruktur’.
Tujuannya adalah agar peserta didik dapat mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam, memahami makna dari pengalaman tersebut, serta mengaitkannya dengan konsep yang dipelajari.
Kedua, guru selaku tenaga pendidik juga perlu mengikuti ‘siklus pembelajaran experiential’ seperti yang dikembangkan oleh David Kolb, yakni ‘refleksi, penerapan, konseptualisasi, dan pengalaman konkret’.
Penting juga untuk menciptakan lingkungan belajar yang fleksibel terhadap perbedaan karakter serta kebutuhan peserta didik dan lingkungan belajar yang ‘aman serta mendukung’.
Dengan begitu, pembelajaran juga melatih keterampilan kolaborasi, berpikir kritis, dan kesadaran diri dari para peserta didik.
Dikutip dari situs repository.uin-suska.ac.id, experiential learning berasal dari 2 kata, yakni ‘experiential’ yang berasal dari kata ‘experience’, yang berarti pengalaman, serta ‘learning’ yang artinya belajar.
Model experiential learning mulai diperkenalkan oleh David Kolb pada tahun 1984 lalu.
Hal apa yang perlu diperhatikan dalam penerapan experiential learning? Perlu diingat bahwa contoh jawaban di atas bukanlah jawaban mutlak melainkan hanya sebagai referensi para peserta PPG.
Peserta PPG dapat menggunakan jawaban lain dari rujukan lain dalam menjawab pertanyaan tersebut. (Mey)
Baca juga: Elemen Kunci Pengelolaan Stres di Sekolah menurut Konu yang Harus Diketahui
