Harga Avtur Naik Berapa Persen? Ini Info Terbarunya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Harga avtur naik berapa persen? Pertanyaan ini banyak diajukan oleh warga dunia saat ini. Hal ini karena harga avtur atau bahan bakar pesawat (jet fuel) mengalami kenaikan tajam secara global pada awal tahun 2026.
Kenaikan harga ini dipicu oleh gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak langsung pada pasar energi dunia. Beberapa laporan lembaga industri penerbangan menunjukkan bahwa lonjakan harga avtur terjadi dalam waktu yang relatif singkat dan signifikan.
Harga Avtur Naik Berapa Persen?
Harga avtur naik berapa persen? Dikutip dari www.reuters.com, data dari pemantauan bahan bakar penerbangan menunjukkan bahwa harga jet fuel global mengalami kenaikan drastis dalam beberapa minggu terakhir.
Rata-rata harga avtur dunia melonjak hingga 58,4% dalam satu minggu, yaitu mencapai sekitar 157,41 dolar AS per barel menurut laporan pemantauan bahan bakar industri penerbangan internasional.
Selain itu, beberapa laporan media internasional juga menyebutkan bahwa harga bahan bakar jet sebelumnya berada di kisaran 85–90 dolar AS per barel, namun kemudian melonjak hingga 150–200 dolar AS per barel setelah adanya konflik geopolitik yang semakin meningkat.
Apabila dihitung dari kisaran tersebut, kenaikannya dapat mencapai sekitar 70% hingga lebih dari 100% dalam waktu singkat. Lonjakan harga ini membuat biaya operasional maskapai penerbangan meningkat drastis karena bahan bakar adalah komponen terbesar dalam biaya penerbangan.
Faktor Penyebab Harga Avtur Naik Tajam
Beberapa faktor utama yang menyebabkan kenaikan harga avtur di dunia antara lain:
1. Adanya Konflik Geopolitik Timur Tengah
Ketegangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah mengganggu pasokan minyak global. Jalur energi penting seperti Selat Hormuz yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia sedang mengalami gangguan hingga memicu terjadinya lonjakan harga energi.
2. Lonjakan Harga Minyak Dunia
Krisis geopolitik memicu naiknya harga minyak mentah hingga lebih dari 100 dolar AS per barel. Karena avtur berasal dari produk turunan minyak bumi, maka kenaikan harga minyak langsung memengaruhi harga bahan bakar pesawat.
3. Jumlah Permintaan Penerbangan yang Tinggi
Di tengah pemulihan industri penerbangan global, permintaan perjalanan udara pun turut meningkat. Kondisi ini menyebabkan kebutuhan avtur semakin besar dan memperkuat tekanan kenaikan harga.
Kenaikan harga avtur berdampak besar terhadap industri penerbangan global. Bahan bakar pesawat dapat menyumbang sekitar seperempat hingga sepertiga biaya operasional maskapai.
Bahkan, beberapa maskapai juga sudah menaikkan biaya tambahan bahan bakar atau tarif tiket untuk menutup terjadinya lonjakan biaya operasional ini.
Harga avtur naik berapa persen? Dalam beberapa kasus, harga melonjak dari 85–90 dolar menjadi 150–200 dolar per barel, yaitu setara dengan kenaikan sekitar 70% hingga lebih dari 100%. Dengan kondisi pasar energi yang masih belum stabil, harga avtur dan tiket pesawat masih berpotensi mengalami fluktuasi dalam beberapa waktu ke depan. (Aya)
Baca juga: BMKG Memprediksi Potensi Hujan Lebat Selama Periode Lebaran 2026, Cek di Sini
