Konten dari Pengguna

Harga BBM Pertamina per 2 Juli 2026 yang Alami Penyesuaian

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi harga BBM Pertamina per 2 Juli 2026. Foto: Unsplash.com/Anshor Halim
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi harga BBM Pertamina per 2 Juli 2026. Foto: Unsplash.com/Anshor Halim

Harga BBM Pertamina per 2 Juli 2026 mengalami penyesuaian pada sejumlah produk nonsubsidi setelah evaluasi berkala yang mulai berlaku sejak awal bulan.

Perubahan tarif tersebut mencerminkan penyesuaian yang diterapkan pada berbagai wilayah dengan besaran harga mengikuti ketentuan distribusi masing-masing daerah.

Beberapa jenis bahan bakar mengalami penurunan nilai jual, sementara produk lain tetap dipasarkan dengan tarif yang berlaku sesuai kategori dan lokasi penyaluran.

Harga BBM Pertamina per 2 Juli 2026

Ilustrasi harga BBM Pertamina per 2 Juli 2026. Foto: Unsplash.com/dino kominfo

Dikutip dari pertaminapatraniaga.com, harga BBM Pertamina per 2 Juli 2026 yang masih mengacu pada penyesuaian resmi efektif mulai 1 Juli 2026 pukul 00.00 WIB.

Penyesuaian dilakukan untuk produk BBM nonsubsidi melalui evaluasi berkala yang mempertimbangkan dinamika harga minyak dunia, aspek fiskal, serta kondisi perekonomian dan daya beli masyarakat.

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa perubahan harga mengikuti mekanisme yang berlaku serta telah dikoordinasikan bersama pemerintah.

Penyesuaian tersebut menghasilkan penurunan harga pada beberapa produk unggulan sehingga tarif menjadi lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.

Empat produk yang mengalami penurunan harga meliputi:

  • Pertamax Turbo turun dari Rp20.750 per liter menjadi Rp19.300 per liter atau berkurang Rp1.450 per liter setara sekitar 7 persen.

  • Pertamina Dex turun dari Rp24.800 per liter menjadi Rp21.150 per liter atau berkurang Rp3.650 per liter setara sekitar 15 persen.

  • Dexlite turun dari Rp23.000 per liter menjadi Rp19.700 per liter atau berkurang Rp3.300 per liter setara sekitar 14 persen.

  • Avtur untuk penerbangan domestik di Bandara Soekarno-Hatta turun dari Rp22.190 per liter menjadi Rp19.190 per liter sebelum pajak atau berkurang Rp3.000 per liter setara sekitar 14 persen.

Penurunan tersebut menjadi salah satu perubahan terbesar pada penyesuaian harga Juli 2026.

Produk Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite memperoleh penurunan cukup signifikan sehingga selisih harga dibandingkan bulan sebelumnya mencapai ribuan rupiah per liter.

Untuk wilayah dengan tarif Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, harga BBM nonsubsidi per 2 Juli 2026 sebagai berikut:

  • Pertamax Turbo: Rp19.300 per liter.

  • Pertamax Green 95: Rp17.000 per liter.

  • Pertamax: Rp16.250 per liter.

  • Pertamax Green 92: Rp16.150 per liter.

  • Pertalite: Rp10.000 per liter.

Wilayah lain juga menerapkan penyesuaian harga BBM sesuai ketentuan distribusi yang berlaku.

Di Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, hingga Papua, harga Pertamax Turbo ditetapkan Rp19.750 per liter.

Sementara itu, Pertamax dibanderol Rp16.650 per liter dan Pertamax Green 92 dijual Rp16.550 per liter. Adapun harga Pertalite di seluruh wilayah tersebut tetap Rp10.000 per liter.

Provinsi Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara menerapkan harga sedikit lebih tinggi.

Pertamax Turbo dijual Rp20.150 per liter, Pertamax Rp17.000 per liter, Pertamax Green 92 Rp16.900 per liter, sedangkan Pertalite tetap Rp10.000 per liter.

Wilayah Free Trade Zone juga memiliki tarif tersendiri. Free Trade Zone Batam menetapkan Pertamax Turbo Rp18.350 per liter, Pertamax Rp15.500 per liter, Pertamax Green 92 Rp15.400 per liter, sedangkan Pertalite tetap Rp10.000 per liter.

Free Trade Zone Sabang mencatat harga Pertamax Rp15.250 per liter, Pertamax Green 92 Rp15.150 per liter, dan Pertalite Rp10.000 per liter.

Beberapa daerah seperti Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur tidak mencantumkan penjualan Pertamax Green 95.

Meskipun demikian, Pertamax Turbo tetap dijual Rp19.300 per liter, Pertamax Rp16.250 per liter, Pertamax Green 92 Rp16.150 per liter, sedangkan Pertalite dipasarkan Rp10.000 per liter.

Wilayah Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya juga tidak mencantumkan harga Pertamax Turbo maupun Pertamax Green 95.

Daerah tersebut tetap memasarkan Pertamax Rp16.650 per liter, Pertamax Green 92 Rp16.550 per liter, serta Pertalite Rp10.000 per liter.

Pertamina Patra Niaga juga menegaskan bahwa penyesuaian tarif tidak hanya mempertimbangkan aspek harga.

Kualitas setiap produk tetap dijaga sesuai spesifikasi sehingga performa kendaraan dan efisiensi penggunaan bahan bakar tetap menjadi perhatian dalam penyaluran BBM kepada masyarakat.

Harga BBM Pertamina per 2 Juli 2026 masih mengacu pada daftar resmi yang mulai berlaku sejak 1 Juli 2026 dengan penyesuaian berbeda pada setiap wilayah.

Perbedaan tarif antardaerah dipengaruhi ketentuan distribusi dan komponen biaya yang berlaku pada masing-masing provinsi. (Khoirul)

Baca Juga: Harga B50 Solar, BBM Baru yang Hadir pada Bulan Juli 2026