Hasil Sidang Isbat Idul Fitri 2026 yang Ditunggu-tunggu

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hasil sidang isbat Idul Fitri 2026 menjadi acuan resmi penetapan 1 Syawal 1447 H bagi seluruh masyarakat di Indonesia yang mengikuti keputusan pemerintah.
Sidang isbat ini digelar dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia, hingga pakar astronomi yang melakukan pemantauan hilal di seluruh nusantara.
Keputusan yang dihasilkan dari sidang ini memastikan keselarasan antara aspek astronomis dan syariat dalam menentukan awal bulan Syawal secara tepat.
Hasil Sidang Isbat Idul Fitri 2026
Dikutip dari Instagram @kemenag_ri, berikut adalah hasil sidang isbat Idul Fitri 2026 yang diputuskan oleh Kementerian Agama pada Kamis, 19 Maret 2026.
Sidang menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026, setelah mempertimbangkan hasil pengamatan hilal di 117 titik di seluruh Indonesia.
Hasil hisab menunjukkan posisi hilal masih berada di bawah ufuk, sementara kriteria MABIMS yang mengharuskan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat tidak terpenuhi.
Pengamatan hilal dilakukan oleh Kanwil Kemenag, Kantor Kemenag kabupaten/kota, Pengadilan Agama, organisasi kemasyarakatan Islam, dan instansi terkait.
Dari seluruh titik pengamatan, tidak ada lokasi yang berhasil melihat hilal secara visual. Posisi hilal di Aceh tercatat sekitar 3 derajat, tetapi elongasinya masih berada di kisaran 5,8 hingga 6,1 derajat sehingga tidak memenuhi standar MABIMS.
Keputusan sidang isbat juga mempertimbangkan penggenapan bulan Ramadan menjadi 30 hari (istikmal) karena hilal tidak terlihat pada sore hari ke-29 Ramadan. Dengan kondisi tersebut, hari pertama Syawal jatuh otomatis pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Perbedaan penetapan dengan Muhammadiyah terjadi karena organisasi ini menggunakan metode Hisab Wujudul Hilal, sehingga menetapkan Lebaran sehari lebih awal pada Jumat, 20 Maret 2026.
Sidang isbat melibatkan tokoh penting, antara lain Wakil Ketua MUI Cholil Nafis, Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang, Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi’i, dan Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad.
Paparan tim hisab dan rukyat menegaskan pentingnya mengombinasikan perhitungan ilmiah dengan hasil pengamatan di lapangan agar penetapan awal bulan Syawal akurat dan sesuai syariat.
Proses penetapan ini menunjukkan sinergi antara pendekatan ilmiah dan keagamaan dalam menentukan kalender Hijriah di Indonesia.
Hasil rukyatul hilal menjadi acuan utama jika terjadi perbedaan dengan hisab, sementara keputusan Menteri Agama menjadi rujukan final yang diikuti secara konsisten di seluruh wilayah.
Hasil sidang isbat Idul Fitri 2026 menegaskan bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, berdasarkan penggenapan Ramadan menjadi 30 hari.
Keputusan ini menegaskan pentingnya memadukan hisab dan rukyat dalam menentukan awal bulan, sehingga seluruh mekanisme penetapan berjalan sesuai standar yang telah disepakati. (Shofia)
Baca Juga: Sidang Isbat Idul Fitri 2026 Jam Berapa? Cek di Sini
