Hubungan antara Problem-Focused Coping dan Emotion-Focused Coping

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernyataan yang paling tepat menggambarkan hubungan antara problem-focused coping dan emotion-focused coping adalah kemampuan mengatasi tekanan mental.
Dikutip dari Strategi Problem, Emotion Focused Coping, Spiritual Teistik untuk Meningkatkan Ketangguhan Mental Sebagai Pembentuk Wellbeing, olej Wahyu K.S. dkk., (2024), dalam situs journal.matappa.ac.id, ketangguhan mental adalah kemampuan seseorang untuk mengatasi tekanan.
Strategi problem focused coping yakni upaya menghadapi situasi sulit melalui tindakan pemecahan masalah secara langsung. Strategi emotion focused coping berperan dalam membangun ketangguhan mental individu.
Hubungan antara Problem-Focused Coping dan Emotion-Focused Coping
Pernyataan yang paling tepat menggambarkan hubungan antara problem-focused coping dan emotion-focused coping adalah kemampuan mengatasi tekanan emosional yang baik, memiliki tingkat ketangguhan mental yang lebih baik.
Problem-focused coping dan emotion-focused coping merupakan dua strategi koping yang saling berkaitan dalam upaya individu menghadapi stres dan tekanan psikologis.
Dikutip dalam situs journal.matappa.ac.id, pendekatan yang diterapkan untuk membantu dalam memperkuat ketahanan mental dilakukan melalui penerapan berbagai strategi coping.
Meliputi coping berorientasi pada pemecahan masalah (problem-focused coping), coping yang menitikberatkan pada pengelolaan emosi (emotion-focused coping), serta koping spiritual berbasis keyakinan teistik.
Strategi-strategi tersebut dirancang sebagai upaya komprehensif untuk membantu dalam menghadapi tekanan psikologis, mengelola stres, dan menumbuhkan sikap adaptif terhadap berbagai tantangan yang dihadapi.
Pelaksanaan strategi ini dilakukan secara terpadu melalui kegiatan pendampingan baik secara individu maupun dalam dinamika kelompok, agar mendapat dukungan personal dan juga kesempatan untuk berbagi pengalaman.
Dikutip dari Hubungan antara Problem Focused Coping dengan Kecemasan di Era Pandemi Covid-19 pada Mahasiswa Angkatan 2020 Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam, oleh Syahrani S. dkk., dalam situs academicjournal.yarsi.ac.id, problem focused coping merupakan strategi koping yang digunakan individu ketika menghadapi tekanan.
Tekanan ini bisa seperti stres atau beban psikologis dengan cara menitikberatkan perhatian pada sumber permasalahan yang dihadapi.
Dalam pendekatan ini, individu berusaha secara aktif untuk memahami situasi yang menimbulkan stres serta mencari langkah-langkah konkret guna mengatasi atau mengurangi dampak dari masalah tersebut.
Fokus utama problem focused coping bukan pada pengelolaan emosi yang muncul, melainkan pada upaya penyelesaian masalah secara langsung agar kondisi yang menimbulkan stres dapat diubah atau dikendalikan.
Salah satu bentuk nyata dari problem focused coping adalah upaya individu dalam mencari dan memanfaatkan dukungan sosial (social support).
Dukungan sosial ini dapat berasal dari berbagai pihak, seperti keluarga, teman, rekan kerja, maupun pihak lain yang dianggap mampu memberikan bantuan, baik berupa informasi, saran, maupun dukungan praktis.
Dengan memperoleh social support, individu diharapkan dapat memahami masalah secara lebih jelas, mendapatkan perspektif baru, serta merasa terbantu dalam menemukan solusi yang tepat.
Oleh karena itu, pencarian dukungan sosial menjadi bagian penting dalam strategi problem focused coping karena berperan dalam memperkuat kemampuan individu untuk mengatasi masalah secara lebih efektif dan adaptif. (IF)
Baca juga: Emotion-Focused Coping Paling Tepat Digunakan Ketika Apa?
