Konten dari Pengguna

Identitas Nasional: Pengertian, Unsur, hingga Contohnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bendera merah putih sebagai Identitas Nasional Indonesia. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bendera merah putih sebagai Identitas Nasional Indonesia. Foto: Pexels

Setiap negara tentu memiliki identitas nasional masing-masing, termasuk Indonesia. Oleh karenanya, penting bagi masyarakat Indonesia untuk mengetahui dan memahami identitas nasional negara ini.

Apa yang dimaksud dengan identitas nasional? Mengutip buku Pendidikan Kewarganegaraan: Civic Education terbitan Celebes Media Perkasa, identitas nasional mengacu kepada identitas-identitas yang sifatnya nasional. Identitas nasional bersifat buatan dan sekunder.

Bersifat buatan karena identitas nasional itu dibuat, dibentuk, dan disepakati oleh warga suatu bangsa sebagai identitasnya setelah mereka bernegara.

Bersifat sekunder, karena identitas nasional lahir belakangan dibandingkan dengan identitas kesukubangsaan yang memang telah dimiliki warga bangsa itu secara askriptif.

Agar semakin paham mengenai identitas nasional bangsa Indonesia, simak uraian artikel di bawah ini hingga tuntas.

Pengertian Identitas Nasional

Secara etimologis, istilah identitas nasional berasal dari dua kata, yakni identitas dan nasional. Identitas berasal dari kata identity yang artinya memiliki tanda, ciri atau jati diri yang melekat pada suatu individu, kelompok atau sesuatu yang membedakannya dengan yang lain. Sementara nasional berasal dari kata nation yang berarti bangsa.

Menurut Minanto Rahayu dalam buku Pendidikan Kewarganegaraan Perjuangan Menghidupi Jati Diri Bangsa, identitas nasional bangsa Indonesia adalah jati diri yang membentuk bangsa, yaitu berbagai suku bangsa, agama, bahasa, budaya nasional, wilayah nusantara dan ideologi pancasila.

Jati diri bangsa merupakan totalitas penampilan bangsa yang utuh dengan muatan dari masyarakat, sehingga dapat membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa lain.

Mengukuhkan jati diri bangsa merupakan usaha yang sangat dibutuhkan karena sebagai akar dalam keutuhan hidup berbangsa dan bernegara.

Unsur dan Jenis Identitas Nasional

Panorama dan bendera merah putih sebagai ilustrasi Identitas Nasional Indonesia. Foto: Pexels

Identitas nasional bangsa sudah pasti memiliki ciri khas, sifat, serta keunikan tersendiri yang sangat didukung oleh unsur pembentuk identitas nasional.

Menghimpun buku Pendidikan Kewarganegaraan: Civic Education terbitan Celebes Media Perkasa, unsur pembentuk identitas nasional adalah:

1. Suku bangsa

Suku bangsa adalah golongan sosial yang khusus yang bersifat askriptif (ada sejak lahir), yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin. Kekhususan dari suku bangsa dari sebuah golongan sosial ditandai oleh ciri-cirinya, yaitu:

  • Diperoleh secara askriptif atau didapat begitu saja bersama dengan kelahirannya;

  • Muncul dalam interaksi berdasarkan adanya pengakuan oleh warga suku bangsa yang bersangkutan dan diakui oleh suku bangsa lainnya.

2. Agama

Selain isu suku yang disebutkan di atas, ada isu lain dalam politik Indonesia yaitu dimensi agama yang dihubungkan dengan kekuasaan. Agama-agama yang tumbuh dan berkembang di nusantara adalah agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Kong Hu Cu.

3. Kebudayaan

Kebudayaan adalah pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang isinya berupa perangkat atau model pengetahuan yang secara kolektif digunakan untuk menafsirkan dan memahami tindakan yang harus dilakukan dalam menghadapi lingkungan sekitar.

4. Bahasa

Bahasa merupakan unsur pendukung identitas nasional lainnya. Bahasa dipahami sebagai sistem yang dibentuk dari ucapan manusia yang digunakan sebagai sarana berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Ani Sri Rahayu dalam buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, dari unsur-unsur pembentuk identitas nasional, jenis-jenis identitas nasional dapat dikelompokkan sebagai berikut:

1. Identitas Fundamental

Istilah fundamental dapat dimaknai sebagai penunjang atau berdirinya sebuah bangunan. Oleh karena itu, identitas fundamental ini memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan negara.

Identitas fundamental di antaranya meliputi dasar negara, falsafah, dan juga ideologi. Falsah dan dasar negara Indonesia berarti merujuk pada Pancasila.

2. Identitas Instrumental

Istilah instrumental dalam identitas nasional bisa diartikan sebagai sebuah alat atau media. Identitas instrumental negara Indonesia adalah UUD 1945. Instrumental identitas nasional negara Indonesia, antara lain:

3. Identitas Alamiah

Berbeda dengan kedua identitas sebelumnya, identitas alamiah merupakan yang bersifat alami. Hal alami ini tercipta langsung dari kuasa Tuhan Yang Maha Esa. Identitas alamiah negara Indonesia berupa negara yang berbentuk kepulauan dengan jumlah ribuan.

Faktor Identitas Nasional

Ilustrasi bendera merah putih sebagai Identitas Nasional Indonesia. Foto: Pexels

Merujuk buku Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan Panduan Kuliah di Perguruan Tinggi karya Winarno, faktor-faktor yang mendukung kelahiran identitas nasional bangsa Indonesia di antaranya:

1. Primordial

Faktor ini meliputi ikatan kekerabatan (darah dan keluarga), kesamaan sukubangsa, daerah asal (homeland), bahasa, dan adat-istiadat. Dengan faktor ini masyarakat dapat membentuk bangsa-negara. Contoh: Bangsa Yahudi membentuk negara Israel.

2. Sakral

Faktor ini dapat berupa agama atau ideologi yang dianut atau diakui oleh masyarakat bersangkutan. Contoh Agama Katholik mampu membentuk beberapa negara di Amerika Latin, Uni Soviet diikat oleh kesamaan ideologi komunisme.

3. Tokoh

Kepemimpinan para tokoh yang disegani dan dihormati masyarakat (kharismatik), dapat menjadi faktor yang menyatukan bangsa-negara. Contoh: Mahatma Ghandi di India, Yoseph Broz Tito di Yugoslavia, Nelson Mandela di Afrika Selatan, dan Sukarno (Bung Karno) di Indonesia.

4. Sejarah

Persepsi yang sama tentang pengalaman masa lalu yang menderita akibat penjajahan menimbulkan perasaan senasib sepenanggungan dan solidaritas warga masyarakat, sehingga melahirkan tekad dan tujuan untuk membentuk negara.

5. Bhinneka Tunggal Ika

Kesediaan warga masyarakat untuk bersatu dalam perbedaan (unity in diversity) tanpa menghilangkan keterikatannya pada suku bangsa, adat istiadat, ras, dan agama, dapat membentuk organisasi besar berupa negara.

6. Perkembangan Ekonomi

Perkembangan ekonomi (industrialisasi) akan melahirkan spesialisasi pekerjaan dan profesi sesuai dengan beberapa kebutuhan masyarakat. Semakin tinggi mutu dan variasi kebutuhan masyarakat, semakin saling bergantung di antara jenis pekerjaan, dan akan semakin besar solidaritas dan persatuan dalam masyarakat.

7. Kelembagaan

Lembaga pemerintahan dan politik yang baik dalam mempertemukan dan melayani warga tanpa membeda-bedakan (asal-usul, suku, agama, ras, dan lain sebagainya), juga dapat mempersatukan orang-orang hingga menjadi suatu bangsa.

Contoh Identitas Nasional

Ilustrasi bendera merah putih sebagai Identitas Nasional Indonesia. Foto: Pexels

Pada dasarnya, ada banyak sekali contoh identitas nasional negara Indonesia. Menurut Tim Nasional Dosen Pendidikan Kewarganegaraan dalam buku Pendidikan Kewarganegaraan : Civic Education, beberapa contoh identitas nasional negara Indonesia adalah:

  • Pancasila, ini merupakan dasar atau pondasi negara Indonesia;

  • Bendera Merah Putih, ini berfungsi sebagai lambang bahwa masyarakat Indonesia pemberani (warna merah pada bendera) dan memiliki jiwa yang suci (warna putih pada bendera).

  • Lagu Indonesia Raya, ini merupakan lagu kebangsaan negara Indonesia;

  • Bhineka Tunggal Ika, berfungsi sebagai semboyan dari bangsa Indonesia;

  • Burung Garuda, ini adalah lambang keseluruhan negara Indonesia.

Masalah Identitas Nasional di Indonesia

Meski memiliki banyak identitas nasional bangsa, ternyata saat ini Indonesia cenderung kehilangan jati dirinya. Banyak permasalahan berkaitan dengan identitas nasional yang kerap dialami oleh bangsa ini.

Disadur dari laman Universitas Pendidikan Indonesia, beberapa masalah identitas nasional di Indonesia di antaranya adalah:

  • Pengklaiman budaya tanah air oleh negara-negara tetangga. Contoh kasus: Kepulauan Sipadan dan Ligitan serta Pulau Ambalat yang diklaim oleh Malaysia.

  • Tercampurnya bahasa Indonesia dengan bahasa asing dan daerah.

  • Masyarakatnya cenderung mencintai produk luar negeri, daripada produk buatan dalam negeri.

(NDA)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan identitas nasional?

chevron-down

Identitas nasional bangsa Indonesia adalah jati diri yang membentuk bangsa, yaitu berbagai suku bangsa, agama, bahasa, budaya nasional, wilayah nusantara dan ideologi pancasila.

Apa saja contoh identitas nasional?

chevron-down

Beberapa contoh identitas nasional negara Indonesia adalah pancasila, bendera merah putih, lagu Indonesia Raya, hingga Burung Garuda.

Apa saja unsur-unsur identitas nasional?

chevron-down

Suku bangsa, agama, kebudayaan, dan bahasa.