Konten dari Pengguna

Ikan Belida: Ciri-Ciri, Habitat, dan Fakta Menariknya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ikan belida. Foto: Unsplash.com/Gigin Krishnan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ikan belida. Foto: Unsplash.com/Gigin Krishnan

Ikan belida merupakan ikan air tawar yang memiliki bentuk tubuh tidak biasa dibandingkan sebagian ikan sungai lainnya. Ikan belida dapat ditemukan di sejumlah perairan Indonesia, termasuk wilayah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.

Bentuk tubuh yang pipih serta gerakan berenangnya menjadi salah satu ciri yang mudah dikenali.

Ikan Belida yang Dimanfaatkan untuk Bahan Makanan Khas

Ilustrasi ikan. Foto: Unsplash.com/Pascal van de Vendel

Dikutip dari dkp.jatimprov.go.id, ikan belida memiliki tubuh memanjang dengan bagian samping yang tampak pipih. Ukurannya dapat mencapai sekitar 60 cm ketika tumbuh dewasa.

Bentuk kepala bagian atas hingga punggung terlihat melengkung, kemudian tubuhnya menyempit ke arah belakang. Mulutnya tergolong besar, sedangkan warna tubuh dan sirip cenderung berada dalam nuansa cokelat.

Salah satu jenisnya adalah belida Jawa atau Notopterus notopterus. Ikan ini dapat hidup di sungai, rawa, danau, serta wilayah perairan yang memiliki campuran air tawar dan air laut.

Kondisi habitat tersebut menyediakan tempat untuk mencari makanan sekaligus menjalankan aktivitas sehari-hari.

Pola makan belida termasuk karnivora, tetapi jenis makanan yang dikonsumsi cukup beragam. Ikan kecil, serangga, udang, cacing, keong, dan krustasea dapat menjadi sumber makanan.

Belida juga dapat memanfaatkan bagian tertentu dari tumbuhan air, serasah, serta sisa organisme yang berada di lingkungan perairan.

Kemampuan bergerak menjadi salah satu hal menarik dari ikan ini. Belida dapat berenang ke arah belakang dengan lincah, bukan hanya bergerak maju. Karakter tersebut berkaitan dengan bentuk tubuh dan gerakan siripnya.

Warna tubuh yang cenderung cokelat keemasan atau perunggu juga membuatnya memiliki nama populer Bronze Featherback.

Ciri lain dapat dilihat dari susunan siripnya. Sirip punggung berukuran pendek dan mempunyai sekitar 7–9 jari-jari. Sebaliknya, sirip dubur memanjang hampir sepanjang bagian bawah tubuh, dengan jumlah jari-jari sekitar 97–111.

Pada bagian tersebut terdapat pula deretan duri kecil yang jumlahnya berkisar 28–37 pasang.

Belida juga memiliki nilai dalam kehidupan masyarakat karena pernah digunakan sebagai bahan makanan khas daerah.

Dagingnya dimanfaatkan untuk membuat pempek dan kerupuk Palembang, sedangkan di Kalimantan ikan belida digunakan dalam pembuatan amplang. Bentuknya yang khas juga membuat ikan ini dipelihara sebagai penghuni akuarium.

Saat ini, keberadaan beberapa jenis belida mendapat perlindungan. Belida Jawa, belida lopis (Chitala lopis), belida Sumatera (Chitala hypselonotus), dan belida Kalimantan (Chitala borneensis) termasuk jenis yang dilindungi.

Keempatnya berasal dari dua genus, yaitu Notopterus dan Chitala. Salah satu pembeda kedua kelompok tersebut dapat dilihat dari bentuk bagian atas kepala, yang cenderung lurus pada Notopterus dan lebih cekung pada Chitala.

Menjaga habitat perairan menjadi langkah penting untuk mempertahankan populasi ikan belida di alam. Perlindungan tersebut juga membantu menjaga keberadaan salah satu kekayaan fauna air tawar Indonesia. (Khoirul)

Baca Juga: Kenapa Ikan Sapu Sapu Hama? Ini Faktor Penyebabnya