Imunisasi Campak: Batas Usia, Efek Samping, hingga Manfaatnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Imunisasi campak adalah salah satu jenis imunisasi yang diberikan kepada manusia untuk membentuk sistem kekebalan tubuh agar tidak terkena penyakit campak.
Penyakit campak adalah jenis penyakit menular melalui udara yang mengakibatkan timbulnya ruam kemerahan di seluruh tubuh. Penyakit ini juga dapat menyebabkan berbagai macam gangguan saluran pernapasan.
Oleh karena itu, imunisasi campak merupakan salah satu imunisasi yang wajib diperoleh masyarakat. Imunisasi campak tidak hanya diberikan kepada anak-anak, tetapi juga kepada orang dewasa sebagai imunisasi lanjutan.
Akan tetapi, ada rekomendasi usia pemberian vaksin campak yang baik untuk memperoleh manfaat optimal dari vaksinasi campak. Untuk mengetahui informasi mengenai imunisasi campak lebih lanjut, simak penjelasan di bawah ini.
Batas Usia Imunisasi Campak
Mengutip dari situs Ikatan Dokter Indonesia, sebenarnya tidak ada batasan usia untuk imunisasi campak, tetapi, sebaiknya imunisasi campak diberikan pada waktu-waktu terbaik.
Imunisasi campak pertama dianjurkan untuk diberikan kepada anak ketika mulai berusia 9 bulan dan sebelum masuk sekolah.
Kemudian untuk penunjangnya, vaksin campak kedua diberikan pada anak berusia 18 bulan. Namun, vaksin campak kedua tidak perlu diberikan apabila seorang anak sudah mendapatkan vaksin MMR (mumps, measles, rubella).
Apabila ketika anak berumur 12 bulan belum mendapatkan vaksin campak, anak dapat diberikan vaksin MMR. Adapun batas usia imunisasi campak lanjutan atau imunsasi campak tambahan adalah umur 5-6 tahun melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
Untuk orang dewasa, imunisasi campak masih dapat diperoleh terutama bagi mereka yang memiliki risiko tinggi terserang virus campak.
Efek Imunisasi Campak
Imunisasi campak sebagai hasil dari proses pemberian vaksin tentunya akan menimbulkan sejumlah efek samping setelah diberikan. Vaksin campak diberikan untuk membentuk sistem kekebalan tubuh agar tahan dari berbagai jenis virus Measles (campak).
Adapun sejumlah efek samping yang akan dirasakan setelah pemberian vaksin campak adalah sebagai berikut:
Demam ringan
Kulit ruam merah di beberapa area
Nyeri di bagian yang disuntik
Kehilangan nafsu makan
Mual dan muntah
Nyeri otot, lelah, dan lemas.
Beberapa efek samping tersebut merupakan hal yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Pada umumnya, reaksi normal tersebut akan menghilang dalam 2-3 hari setelah pemberian vaksin.
Akan tetapi, ada beberapa kasus yang mana seseorang mengalami demam seminggu setelah imunisasi campak. Hal ini merupakan efek samping yang dapat diatasi dengan meminum obat-obat penurun demam.
Cara mengatasi efek samping imunisasi campak berupa kulit meruam dan nyeri di bagian yang disuntik adalah dengan mengompres area tersebut dengan air hangat.
Apabila efek samping imunisasi campak berlanjut dalam waktu yang lebih lama, segera konsultasikan masalah tersebut dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.
Syarat Imunisasi Campak
Ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi oleh anak untuk mendapatkan imunisasi campak, yaitu:
Vaksin campak diberikan kepada anak yang berusia 9 bulan ke atas dan tidak dianjurkan untuk diberikan kepada anak di bawah usia 9 bulan.
Penerima vaksin campak harus dalam kondisi sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit berat.
Penerima vaksin tidak memiliki riwayat alergi terhadap produk vaksin yang akan diberikan.
Vaksin harus diberikan atau disuntik secara profesional oleh para ahli kesehatan.
Dosis Imunisasi Campak
Mengutip dari laman resmi Pusat Informasi Obat Nasional Badan POM RI, imunisasi campak diberikan dalam dosis 0,5 mL.
Vaksin campak mengandung virus campak hidup yang dilemahkan strain CAM 70 tidak kurang dari 1000 CCID50, vial@20 dosis, vial@10 dosis (K).
Virus campak yang sudah lemah tersebut dimasukkan ke dalam tubuh manusia dengan tujuan untuk merangsang. Dengan begitu, tubuh manusia dapat membentuk sistem imun yang kebal terhadap virus tersebut.
Imunisasi Campak Rubela
Imunisasi campak dan rubela adalah program pembentukan sistem imun tubuh melalui pemberian vaksin untuk mencegah penyakit campak dan rubela.
Untuk mencegah munculnya penyakit campak dan rubela, manusia dianjurkan untuk memperoleh vaksin MR.
Vaksin MR adalah kombinasi vaksin campak atau measles (M) dan rubela (R). Vaksin ini telah mendapatkan rekomendasi dari WHO dan Badan POM serta dapat diakses di berbagai fasilitas kesehatan di Indonesia.
Manfaat Imunisasi Campak
Mengutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, imunisasi campak diberikan untuk mencegah penyakit campak.
Penyakit campak adalah penyakit yang ditandai dengan beberapa gejala, seperti munculnya ruam kemerahan yang disertai dengan demam, batuk, dan pilek.
Penyakit campak adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh infeksi berbagai macam virus, sebagaian besar penyakit campak sendiri diakibatkan oleh virus keluarga Paramyxovirus.
Virus penyebab campak sendiri biasanya masuk pada saluran pernapasan. Akibatnya, penyakit campak dapat menyebabkan munculnya berbagai macam gangguan saluran pernapasan.
Gangguan saluran pernapasan yang timbul akibat adanya komplikasi campak adalah pneumonia, radang paru-paru, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, imunisasi campak perlu diberikan agar seseorang dapat terhindar dari penyakit campak dan berbagai penyakit komplikasi campak.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Imunisasi campak diberikan pada usia berapa?

Imunisasi campak diberikan pada usia berapa?
Vaksin campak diberikan kepada anak yang berusia 9 bulan ke atas dan tidak dianjurkan untuk diberikan kepada anak di bawah usia 9 bulan.
Apa kandungan vaksin campak?

Apa kandungan vaksin campak?
Vaksin campak mengandung virus campak hidup yang dilemahkan strain CAM 70 tidak kurang dari 1000 CCID50, vial@20 dosis, vial@10 dosis (K).
Imunisasi campak apa efeknya?

Imunisasi campak apa efeknya?
Efek imunisasi campak di antaranya demam ringan, kulit ruam, nyeri di bagian yang disuntik, mual dan muntah, hingga nyeri otot.
