Konten dari Pengguna

Jadwal dan Rute Kirab Mahkota Binokasih 2026 Lengkap

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jadwal dan rute kirab Mahkota Binokasih 2026. Foto: Unsplash.com/Inna Safa
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jadwal dan rute kirab Mahkota Binokasih 2026. Foto: Unsplash.com/Inna Safa

Jadwal dan rute kirab Mahkota Binokasih 2026 mulai diperbincangkan sejak Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan rangkaian budaya berlangsung sepanjang awal Mei mendatang.

Tradisi budaya Sunda tersebut menghadirkan prosesi malam hari yang terhubung dengan sejarah Kerajaan Pajajaran serta simbol warisan kepemimpinan leluhur.

Kirab budaya tahunan itu berlangsung melintasi sejumlah daerah penting di Jawa Barat dengan rangkaian perjalanan menuju puncak acara di Bandung.

Jadwal dan Rute Kirab Mahkota Binokasih 2026, Tradisi Budaya Sunda

Ilustrasi jadwal dan rute kirab Mahkota Binokasih 2026. Foto: Unsplash.com/Inna Safa

Berikut adalah jadwal dan rute kirab Mahkota Binokasih 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai bagian dari rangkaian Milangkala Tatar Sunda di berbagai wilayah Jabar, dikutip dari Instagram @disparbudjabar dan rri.co.id.

Kirab pertama bertajuk “Binokasih Mulang Sakala” dilaksanakan pada Sabtu, 2 Mei 2026 pukul 19.30 WIB di Kabupaten Sumedang. Prosesi dimulai dari Keraton Sumedang Larang menuju kompleks Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang.

Rangkaian pembukaan tersebut menjadi simbol pengembalian nilai sejarah Sunda kepada masyarakat melalui jalur budaya dan tradisi kerajaan.

Suasana malam kirab di Sumedang dipadukan dengan iringan seni tradisional serta prosesi adat khas Tatar Sunda.

Rangkaian kedua berlangsung pada Minggu, 3 Mei 2026 pukul 18.30 WIB di Kabupaten Ciamis dengan tajuk “Kawali Mulang ka Diri”.

Kirab dimulai dari Alun-alun Kawali menuju Astana Gede Kawali yang dikenal sebagai kawasan bersejarah peninggalan Kerajaan Sunda. Jalur kirab tersebut dipilih karena memiliki keterkaitan langsung dengan perjalanan sejarah kerajaan masa lampau.

Prosesi budaya di kawasan Kawali juga memperlihatkan penghormatan terhadap nilai kepemimpinan dan persatuan masyarakat Sunda.

Kabupaten Tasikmalaya menjadi lokasi kirab ketiga pada Senin, 4 Mei 2026 pukul 18.30 WIB melalui tema “Kampung Naga Mapag Bagja”.

Rute perjalanan dimulai dari Polsek Salawu menuju area parkir Kampung Naga yang terkenal sebagai kampung adat tradisional Sunda. Lokasi tersebut dipilih karena masih mempertahankan pola hidup adat dan tradisi leluhur secara konsisten.

Kirab malam di Tasikmalaya menghadirkan nuansa budaya yang kuat melalui pertunjukan seni tradisional dan arak-arakan simbol kerajaan.

Kirab budaya berikutnya berlangsung di Kabupaten Cianjur pada Selasa, 5 Mei 2026 pukul 18.30 WIB.

Perjalanan budaya dimulai dari Taman Prawatasari menuju Pendopo Cianjur dengan melibatkan komunitas seni daerah dan tokoh adat setempat.

Jalur kirab melintasi kawasan pusat kota yang memiliki nilai historis bagi perkembangan budaya Sunda di wilayah Cianjur. Prosesi tersebut memperlihatkan hubungan erat antara pemerintahan daerah dan pelestarian tradisi budaya lokal.

Kota Bogor menjadi lokasi pelaksanaan kirab pada Rabu, 6 Mei 2026 pukul 18.30 WIB dengan rute Museum Pajajaran menuju Kebun Raya Bogor.

Kawasan tersebut dipilih karena berkaitan dengan sejarah Kerajaan Pajajaran yang memiliki pengaruh besar dalam budaya Sunda. Kirab di Bogor menghadirkan pertunjukan seni tradisional, musik daerah, dan simbol-simbol kerajaan Sunda.

Prosesi budaya malam itu juga menjadi ruang pertemuan masyarakat dengan warisan sejarah yang masih dikenang hingga sekarang.

Rangkaian budaya di Bogor kembali berlanjut pada Jumat, 8 Mei 2026 pukul 19.30 WIB melalui tema “Nitis Wanci Batutulis”. Jalur kirab dimulai dari Museum Padjadjaran menuju Lawang Suryakencana.

Pertunjukan budaya pada malam tersebut menampilkan tarian daerah, musik tradisional, serta arak-arakan budaya yang menggambarkan semangat persatuan nusantara.

Kawasan Suryakencana dipilih karena memiliki nilai budaya dan sejarah yang kuat di Kota Bogor.

Kabupaten Karawang menjadi lokasi berikutnya pada Sabtu, 9 Mei 2026 pukul 18.30 WIB. Kirab dimulai dari SDN Pulo Kelapa II menuju Makam Syekh Quro yang dikenal sebagai tokoh penting penyebaran Islam di Karawang.

Jalur tersebut menggambarkan hubungan antara budaya Sunda dan perkembangan sejarah keagamaan di Jawa Barat. Prosesi budaya malam hari di Karawang menghadirkan suasana khidmat dengan iringan kesenian tradisional.

Kota Cirebon mendapat giliran pelaksanaan kirab pada Minggu, 10 Mei 2026 pukul 18.30 WIB. Rute perjalanan budaya dimulai dari Bale Jaya Dewata menuju Alun-alun Sangkala Buana.

Kirab di Cirebon menampilkan perpaduan budaya Sunda dan tradisi pesisir yang berkembang di wilayah tersebut selama bertahun-tahun. Prosesi tersebut juga memperlihatkan kekayaan budaya lokal yang terus dijaga lintas generasi.

Puncak kirab budaya digelar di Kota Bandung pada Sabtu, 16 Mei 2026 pukul 18.30 WIB. Jalur perjalanan dimulai dari Monumen Perjuangan melewati Jalan Dipatiukur, Jalan Diponegoro, Jalan Cimandiri, hingga berakhir di Gedung Sate.

Perjalanan sepanjang kurang lebih tiga kilometer tersebut menjadi penutup rangkaian kirab budaya Tatar Sunda yang telah berlangsung sejak awal Mei.

Acara puncak bertema “Peuting Munggaran Milangkala Tatar Sunda” kemudian dilanjutkan pada Minggu, 17 Mei 2026 pukul 20.00 hingga 24.00 WIB di Parkir Barat Gedung Sate.

Jadwal dan rute kirab Mahkota Binokasih 2026 memperlihatkan perjalanan budaya Sunda yang terhubung dengan sejarah kerajaan, tradisi masyarakat, dan simbol persatuan daerah.

Rangkaian kirab malam di berbagai kota Jawa Barat menghadirkan penghormatan terhadap warisan leluhur melalui jalur budaya yang tetap hidup sampai sekarang. (Shofia)

Baca Juga: Kapan Grebeg Syawal 2026 Digelar? Ini Jadwal dan Informasinya