Konten dari Pengguna

Jadwal Sidang Isbat 2026 sebagai Penetapan 1 Ramadan 1447 H

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Jadwal Sidang Isbat 2026. Foto: Unsplash/ Simon Infanger
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Jadwal Sidang Isbat 2026. Foto: Unsplash/ Simon Infanger

Jadwal sidang Isbat 2026 menjadi perhatian muslim di Indonesia karena berkaitan langsung dengan penentuan awal bulan suci Ramadan 1447 H.

Melalui sidang ini, pemerintah bersama berbagai pihak terkait akan menetapkan kapan umat Islam mulai menjalankan ibadah puasa. Oleh karena itu, pelaksanaan sidang Isbat selalu dinantikan setiap tahunnya sebagai acuan resmi dalam menyambut datangnya Ramadan.

Jadwal Sidang Isbat 2026, Penentuan Awal Puasa

/ Sid Balachandran

Berdasarkan informasi dari laman resmi diy.baznas.go.id, Kementerian Agama Republik Indonesia telah menetapkan jadwal sidang Isbat 2026 yang akan digelar pada Selasa, 17 Februari 2026, guna menentukan awal bulan suci Ramadan 1447 H.

Acara sidang isbat tersebut akan dilaksanakan di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia, Jakarta, dan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Sidang ini menjadi agenda penting bagi umat Islam di seluruh Indonesia karena berfungsi sebagai penentu resmi dimulainya ibadah puasa Ramadan. Adapun hasil akhir dari sidang Isbat akan diumumkan kepada masyarakat setelah seluruh rangkaian pembahasan selesai dilakukan.

Dalam penetapan 1 Ramadan, Sidang Isbat dilaksanakan melalui tiga tahap utama yang telah menjadi prosedur baku selama ini.

  1. Tahap pertama adalah penyampaian data hisab atau perhitungan astronomi.

    Pada sesi ini, tim pakar Kementerian Agama memaparkan posisi hilal berdasarkan kalkulasi perhitungan astronomi. Informasi tersebut menjadi landasan ilmiah awal sebelum dilakukan pengamatan di lapangan.

  2. Tahap selanjutnya yakni verifikasi hasil rukyatul hilal.

    Pengamatan hilal dilakukan dari 37 titik yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Lokasi-lokasi tersebut ditentukan secara strategis guna memperoleh laporan paling akurat mengenai kemungkinan terlihatnya hilal.

  3. Tahap terakhir adalah musyawarah dan penetapan keputusan.

    Seluruh peserta sidang akan melakukan pembahasan bersama untuk menentukan hasil akhir, yang kemudian dijadikan keputusan resmi pemerintah dan disampaikan kepada masyarakat melalui konferensi pers.

Sidang Isbat akan melibatkan berbagai elemen penting, di antaranya perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI), duta besar negara-negara Islam, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), para ahli astronomi, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), serta perwakilan Mahkamah Agung.

Keterlibatan beragam pihak tersebut diharapkan mampu menghasilkan keputusan yang komprehensif serta dapat dipertanggungjawabkan baik secara ilmiah maupun syariat. Penyelenggaraan Sidang Isbat juga mengacu pada landasan hukum yang kuat, termasuk fatwa MUI mengenai penetapan awal bulan Hijriah.

Meskipun sidang Isbat pemerintah dijadwalkan berlangsung pada 17 Februari 2026, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Penetapan tersebut didasarkan pada penggunaan metode hisab hakiki yang secara konsisten diterapkan oleh Muhammadiyah. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap menantikan pengumuman resmi pemerintah usai Sidang Isbat agar memperoleh kepastian tanggal awal puasa yang berlaku secara nasional.

Itulah informasi mengenai jadwal Sidang Isbat 2026 sebagai penentu awal bulan suci Ramadan. (Idaf)

Baca juga: 30 Quotes Menyambut Ramadhan 2026 untuk Membersihkan Hati dan Jiwa