Konten dari Pengguna

Kapan Malam Takbiran 2026? Ketahui Jadwalnya di Sini

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kapan malam takbiran 2026. Foto: Unsplash.com/Jessica Favaro
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kapan malam takbiran 2026. Foto: Unsplash.com/Jessica Favaro

Pertanyaan kapan malam takbiran 2026 muncul ketika Ramadan memasuki hari-hari terakhir karena waktu pelaksanaannya bergantung pada penetapan awal Syawal.

Perbedaan metode penentuan kalender Hijriah di Indonesia sering menghadirkan kemungkinan tanggal yang berbeda untuk pelaksanaan malam takbiran.

Penentuan waktu tersebut berkaitan langsung dengan keputusan organisasi keagamaan dan hasil sidang resmi pemerintah mengenai awal bulan Syawal.

Kapan Malam Takbiran 2026 untuk Idulfitri 1447 Hijriah?

Ilustrasi pawai obor di malam takbiran. Foto: Unsplash.com/firman fatthul

Kapan malam takbiran 2026? Dikutip dari rri.co.id, malam takbiran berpotensi terjadi pada Kamis malam 19 Maret 2026 atau Jumat malam 20 Maret 2026 tergantung penetapan Idulfitri.

Penentuan tersebut berkaitan dengan dua kemungkinan tanggal 1 Syawal 1447 Hijriah yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan takbiran.

Takbiran secara umum dilakukan pada malam sebelum Hari Raya Idulfitri sebagai bentuk pengagungan kepada Allah setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Organisasi Islam Muhammadiyah telah menetapkan awal Syawal melalui metode hisab hakiki wujudul hilal. Metode ini menggunakan perhitungan astronomi untuk menentukan posisi bulan pada saat matahari terbenam di akhir bulan Ramadan.

Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan ini otomatis menentukan waktu malam takbiran berlangsung pada Kamis malam, 19 Maret 2026.

Dalam jadwal tersebut, salat tarawih terakhir bagi warga Muhammadiyah dilakukan pada Rabu malam, 18 Maret 2026.

Setelah malam tersebut, Ramadan dianggap selesai sehingga malam berikutnya diisi dengan lantunan takbir sebagai tanda menyambut hari raya.

Namun penentuan resmi Idulfitri secara nasional di Indonesia masih menunggu keputusan pemerintah melalui sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Sidang tersebut menjadi forum resmi untuk menetapkan awal bulan Syawal secara nasional. Sidang isbat biasanya melibatkan berbagai unsur seperti perwakilan organisasi Islam, ahli astronomi, pakar falak, serta instansi terkait.

Proses pengambilan keputusan mempertimbangkan dua metode utama, yaitu hisab dan rukyatul hilal.

Hisab merupakan perhitungan astronomi untuk mengetahui posisi hilal secara matematis. Rukyatul hilal merupakan proses pengamatan bulan sabit pertama yang dilakukan secara langsung di berbagai titik pemantauan di Indonesia.

Pelaksanaan sidang isbat penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah dijadwalkan pada Kamis, 19 Maret 2026. Agenda tersebut dilaksanakan di Auditorium H.M. Rasjidi yang berada di kantor Kementerian Agama di Jakarta Pusat.

Sidang biasanya dimulai pada sore hari dengan sesi pemaparan posisi hilal oleh para ahli astronomi. Sesi ini bertujuan menjelaskan kondisi astronomis yang menjadi dasar perhitungan awal bulan Hijriah.

Setelah pemaparan tersebut, laporan hasil rukyatul hilal dari berbagai wilayah akan disampaikan kepada peserta sidang. Data tersebut kemudian menjadi bahan pertimbangan sebelum keputusan resmi diumumkan kepada masyarakat.

Apabila hasil sidang menetapkan Idulfitri jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, maka malam takbiran akan berlangsung pada Kamis malam, 19 Maret 2026. Penetapan ini akan sama dengan keputusan Muhammadiyah sebelumnya.

Namun kemungkinan kedua juga dapat terjadi apabila hilal belum memenuhi kriteria yang ditetapkan pemerintah. Dalam kondisi tersebut pemerintah dapat menetapkan Idulfitri pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Apabila skenario tersebut terjadi, maka malam takbiran baru dilaksanakan pada Jumat malam, 20 Maret 2026. Tarawih terakhir dalam kemungkinan ini berlangsung pada Kamis malam, 19 Maret 2026.

Perbedaan kemungkinan waktu tersebut merupakan bagian dari dinamika penentuan kalender Hijriah yang bergantung pada data astronomi dan pengamatan langsung.

Proses tersebut dilakukan setiap tahun untuk memastikan penetapan hari raya sesuai ketentuan syariat.

Kapan malam takbiran 2026 bergantung pada penetapan resmi awal Syawal yang diputuskan melalui sidang isbat pemerintah.

Penetapan tersebut menentukan apakah malam takbiran berlangsung pada 19 Maret 2026 atau 20 Maret 2026. (Shofia)

Baca Juga: Takbiran Idul Fitri Tanggal Berapa 2026? Cari Tahu di Sini