Konten dari Pengguna

Kebijakan Kurikulum untuk Anak Usia Dini, Panduan Membangun Generasi Cerdas

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi kurikulum untuk anak usia dini memastikan agar kegiatan di paud berpusat pada anak. bagaimana anda memaknai kebijakan ini dalam praktik perencanaan di satuan paud anda?. unsplash/gautamarora1991
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi kurikulum untuk anak usia dini memastikan agar kegiatan di paud berpusat pada anak. bagaimana anda memaknai kebijakan ini dalam praktik perencanaan di satuan paud anda?. unsplash/gautamarora1991

Kurikulum untuk anak usia dini memastikan agar kegiatan di PAUD berpusat pada anak. Bagaimana Anda memaknai kebijakan ini dalam praktik perencanaan di satuan PAUD Anda?.

Pertanyaan tersebut terdapat dalam Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar). Untuk menjawabnya dengan benar, pendidik perlu memahami konsep pembelajaran yang berpusat pada anak sesuai dengan kebijakan kurikulum PAUD.

Pemahaman tersebut menjadi dasar dalam menyusun kegiatan belajar yang mendukung perkembangan anak secara optimal. Secara umum, kurikulum merupakan rancangan yang digunakan untuk memfasilitasi peserta didik dalam membangun pengalaman belajar mengenai diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya.

Kurikulum untuk Anak Usia Dini Memastikan Kegiatan di PAUD Berpusat pada Anak

ilustrasi kurikulum untuk anak usia dini memastikan agar kegiatan di paud berpusat pada anak. bagaimana anda memaknai kebijakan ini dalam praktik perencanaan di satuan paud anda?. unsplash/cdc

Kurikulum untuk anak usia dini memastikan agar kegiatan di PAUD berpusat pada anak. Bagaimana Anda memaknai kebijakan ini dalam praktik perencanaan di satuan PAUD Anda? Berikut pilihan jawaban yang tersedia pada Sulingjar berdasarkan video yang diunggah akun YouTube Operator PAUD Ana Nurul Khotimah, S. Pd.

  • Opsi 1: Berpusat pada anak artinya pendidik di satuan PAUD saya memahami kemampuan yang perlu dibangun pada anak dan merancang kegiatan yang sesuai.

  • Opsi 2: Berpusat pada anak artinya tidak perlu ada rancangan pembelajaran. Pendidik di satuan PAUD saya cukup mengikuti keinginan anak untuk bermain sesuai minatnya.

  • Opsi 3: Berpusat pada anak artinya pendidik menyesuaikan rancangan pembelajaran dengan kurikulum satuan PAUD dengan kebutuhan belajar anak.

Jawaban yang tepat adalah Opsi 1. Konsep pembelajaran yang berpusat pada anak menekankan bahwa pendidik perlu memahami kemampuan, perkembangan, dan kebutuhan setiap anak sebelum menyusun kegiatan belajar.

Dengan cara tersebut, proses pembelajaran dapat dirancang agar sesuai dengan tahap perkembangan anak dan mendukung pencapaian kemampuan yang diharapkan. Sebaliknya, pembelajaran yang berpusat pada anak bukan berarti kegiatan belajar dilakukan tanpa perencanaan.

Pendidik tetap memiliki tanggung jawab untuk menyusun rancangan pembelajaran yang terarah sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai. Perencanaan tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman belajar yang sesuai bagi setiap anak.

Selain itu, kurikulum juga berfungsi sebagai kerangka penyelenggaraan pendidikan yang mengarahkan proses pembelajaran di satuan PAUD. Kurikulum memuat kemampuan yang ingin dicapai, pendekatan pembelajaran, strategi, materi, hingga metode untuk mengukur pencapaian kemampuan tersebut.

Kurikulum nasional menjadi pedoman dalam mencapai tujuan pendidikan. Melalui kurikulum, potensi peserta didik diarahkan agar berkembang menjadi pribadi yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Kurikulum untuk anak usia dini memastikan agar kegiatan di PAUD berpusat pada anak. Bagaimana Anda memaknai kebijakan ini dalam praktik perencanaan di satuan PAUD Anda?.

Jawaban yang benar adalah Opsi 1, karena paling sesuai dengan konsep pembelajaran yang berpusat pada anak, yaitu pendidik memahami kemampuan yang perlu dikembangkan kemudian merancang kegiatan belajar yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan setiap anak. (Rahma)

Baca juga: Tanggung Jawab Guru dalam Kaitannya dengan Ilmu Pengetahuan Sesuai Kode Etik Guru