Konten dari Pengguna

Kesulitan yang Ditemui Selama Pelaksanaan Praktikum IPA

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kesulitan yang Ditemui Selama Pelaksanaan Praktikum, Foto: Unsplash/Hans Reniers
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kesulitan yang Ditemui Selama Pelaksanaan Praktikum, Foto: Unsplash/Hans Reniers

Jelaskan kesulitan yang anda temui selama pelaksanaan praktikum pada sesi ini serta solusi yang anda lakukan untuk mengatasinya.

Dalam pelaksanaannya, setiap peserta praktikum dapat mengalami berbagai hambatan, baik yang berkaitan dengan pemahaman materi, penggunaan alat dan bahan, maupun proses pengamatan dan analisis data.

Oleh sebab itu, diperlukan upaya penyelesaian yang tepat agar kegiatan praktikum tetap berjalan secara efektif dan tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan optimal.

Jelaskan Kesulitan yang Anda Ditemui Selama Pelaksanaan Praktikum IPA dan Solusi untuk Mengatasinya

Ilustrasi Kesulitan yang Ditemui Selama Pelaksanaan Praktikum, Foto: Unsplash/Egor Myznik

Jelaskan kesulitan yang anda temui selama pelaksanaan praktikum pada sesi ini serta solusi yang anda lakukan untuk mengatasinya.

Dikutip dari Hambatan dan Solusi Pelaksanaan Praktikum IPA (Studi kasus di SMP Negeri 3 Purwantoro Kabupaten Wonogiri), Agus, et al. (2023), dalam situs proceeding.uns.ac.id, berbagai hambatan menyebabkan kegiatan praktikum dalam pembelajaran belum terlaksana secara optimal.

Kendala tersebut meliputi belum tersedianya laboratorium IPA di sekolah, terbatasnya alat dan bahan praktikum, rendahnya latar belakang pendidikan IPA yang dimiliki guru, serta keterbatasan waktu pembelajaran untuk pelaksanaan praktikum.

Selain itu, ruang praktikum yang kurang memadai, pemahaman guru yang masih rendah terkait pemanfaatan fasilitas laboratorium, dan tidak adanya tenaga laboran juga turut menghambat kegiatan praktikum di sekolah.

Kondisi tersebut akhirnya berdampak pada rendahnya penerapan praktikum dalam proses pembelajaran.

Dalam menghadapi permasalahan tersebut, pemerintah bersama masyarakat harus terus melakukan berbagai upaya guna meningkatkan mutu pendidikan nasional.

Langkah yang dilakukan antara lain melalui penguatan kurikulum serta penyediaan dan perbaikan sarana maupun prasarana pendidikan.

Penerapan metode pembelajaran yang tepat disertai pengelolaan kelas yang optimal menjadi hal penting dalam membangun suasana belajar yang nyaman dan mendukung proses pembelajaran, khususnya pada kondisi dengan keterbatasan fasilitas maupun sumber daya.

Adapun beberapa langkah yang dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan tersebut antara lain sebagai berikut:

  1. Peningkatan Kerja Sama Guru melalui KKG: Memperkuat kerja sama antarguru melalui forum Kelompok Kerja Guru (KKG) dalam menyusun pembelajaran sains secara terpadu yang mencakup materi Biologi, Fisika, dan Kimia.

  2. Pengadaan Pelatihan bagi Guru: Meningkatkan keterlibatan guru dalam pelatihan khusus guna memperdalam pemahaman dan kemampuan mengajar pada mata pelajaran tertentu, termasuk penggunaan media, alat, dan bahan praktikum.

  3. Penyediaan Dana untuk Praktikum: Pihak sekolah dapat menyediakan anggaran khusus yang bersumber dari APBS untuk memenuhi kebutuhan alat serta bahan praktikum, termasuk biaya pemeliharaannya.

Melalui langkah-langkah tersebut, diharapkan proses pembelajaran dapat berjalan lebih optimal dan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sains di sekolah. (IF)

Baca juga: Jelaskan Kondisi Pelestarian Kearifan Lokal di Era Modernisasi, Simak di Sini