Konten dari Pengguna

Khutbah Jumat Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah Penuh Pahala

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Khutbah Jumat Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah, Foto: Unsplash/Raka Dwi Wicaksana
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Khutbah Jumat Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah, Foto: Unsplash/Raka Dwi Wicaksana

Tema khutbah Jumat keutamaan 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah banyak dicari umat Islam menjelang datangnya bulan penuh kemuliaan tersebut.

Mengutip situs https://dayahathiyah.sch.id, 10 hari awal bulan Dzulhijjah memiliki banyak keutamaan bagi umat Islam, seperti dilipatgandakannya pahala amal, kesempatan memperbanyak tobat dan zikir, hingga meraih ampunan Allah SWT.

Khutbah Jumat Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Ilustrasi Khutbah Jumat, Foto: Unsplash/Masjid Pogung Raya

Berikut contoh khutbah Jumat keutamaan 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah:

Saat ini umat Islam telah memasuki bulan Dzulhijjah 1447 Hijriah yang dimulai sejak Senin, 18 Mei 2026. Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan mulia dalam Islam yang memiliki banyak keutamaan.

Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah karena pahala kebaikan akan dilipatgandakan oleh Allah Swt.

Selain itu, di bulan ini pula umat Islam akan menyambut Hari Raya Idul Adha yang identik dengan ibadah kurban dan semangat pengorbanan.

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ للهِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ، أَمَّا بَعْدُ

فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْقَائِلِ في مُحْكَمِ كِتَابِهِ:

وَالْفَجْرِ ۝ وَلَيَالٍ عَشْرٍ ۝ وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Pada kesempatan khutbah Jumat ini, khatib mengajak diri pribadi dan seluruh jamaah untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Ketakwaan merupakan bekal terbaik dalam menjalani kehidupan di dunia maupun di akhirat kelak.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Kini kita sedang berada pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, yaitu hari-hari yang sangat istimewa dan dicintai oleh Allah Swt.

Dalam Islam, sepuluh hari awal Dzulhijjah termasuk waktu terbaik untuk memperbanyak amal saleh. Bahkan Allah bersumpah dengan hari-hari tersebut dalam Al-Qur’an sebagaimana firman-Nya:

وَالْفَجْرِ ۝ وَلَيَالٍ عَشْرٍ ۝ وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ

Artinya: “Demi waktu fajar, demi sepuluh malam pertama bulan Dzulhijjah, demi yang genap dan yang ganjil.” (QS. Al-Fajr: 1-3)

Ayat ini menunjukkan betapa mulianya sepuluh hari pertama Dzulhijjah di sisi Allah. Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak berbagai ibadah dan amal kebaikan selama hari-hari tersebut.

Hadirin rahimakumullah,

Di antara amalan yang dianjurkan pada awal Dzulhijjah adalah memperbanyak puasa sunnah, terutama puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Selain itu, kita juga dianjurkan memperbanyak membaca Al-Qur’an, berdzikir, bertahlil, bertakbir, bersedekah, mempererat silaturahmi, berbakti kepada orang tua, serta memperbanyak doa dan istighfar.

Rasulullah saw., bersabda:

مَا مِنْ أيّامٍ الْعَمَلُ الصّالِحُ فيهَا أحَبُّ إلَى الله مِنْ هَذِهِ الأيّامِ يَعْني أيّامَ الْعَشْرِ

Artinya: “Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada amal saleh yang dilakukan pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah.” (HR. Bukhari dan lainnya)

Para sahabat bahkan bertanya apakah amal di hari-hari tersebut lebih utama daripada jihad di jalan Allah, lalu Rasulullah saw., menjelaskan bahwa keutamaannya sangat besar kecuali bagi orang yang berjihad dengan seluruh jiwa dan hartanya hingga syahid.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Salah satu hari paling utama dalam sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah Hari Arafah. Pada hari itu, umat Islam sangat dianjurkan memperbanyak doa dan berpuasa sunnah. Rasulullah saw., bersabda:

يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ

Artinya: “Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)

Selain itu, Hari Arafah juga dikenal sebagai hari penuh ampunan dan rahmat Allah. Pada hari tersebut, banyak hamba yang dibebaskan dari api neraka.

Hadirin yang berbahagia,

Bagi umat Islam yang berniat melaksanakan ibadah kurban, disunnahkan untuk tidak memotong kuku dan rambut sejak awal Dzulhijjah hingga hewan kurbannya disembelih. Hal ini sebagai bentuk mengikuti sunnah Rasulullah saw.

Marilah kita manfaatkan hari-hari mulia ini dengan memperbanyak amal ibadah dan memperbaiki hubungan dengan Allah maupun sesama manusia.

Jangan sampai kesempatan besar yang datang hanya sekali dalam setahun ini berlalu begitu saja tanpa kita isi dengan kebaikan.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Mari kita jadikan momentum sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah ini untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal saleh. Jangan hanya sibuk mempersiapkan kebutuhan dunia, tetapi lalai memperbanyak bekal akhirat.

Sesungguhnya orang yang beruntung adalah mereka yang mampu memanfaatkan waktu-waktu mulia dengan penuh ketakwaan dan keikhlasan.

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, serta seluruh kaum Muslimin dan Muslimat. Limpahkan kepada kami keberkahan di bulan Dzulhijjah ini, mudahkan kami dalam beribadah, dan jadikan kami termasuk hamba-hamba yang memperoleh rahmat dan ampunan-Mu.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Demikian contoh khutbah Jumat tentang keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

Semoga khutbah ini dapat menjadi pengingat bagi umat Islam untuk memanfaatkan hari istimewa tersebut dengan memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. (Fikah)

Baca juga: Puasa Dzulhijjah Apakah Harus 9 Hari? Ini Penjelasannya