Khutbah Jumat Tentang Tahun Baru Hijriyah dan Pentingnya Meneladani Rasulullah

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Khutbah Jumat tentang Tahun Baru Hijriyah menjadi salah satu tema yang relevan disampaikan ketika memasuki pergantian tahun dalam kalender Islam.
Momen ini bukan hanya menandai pergantian angka tahun, tetapi juga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri atas perjalanan hidup yang telah dilalui.
Pergantian tahun Hijriah mengingatkan bahwa waktu terus berjalan dan setiap manusia memiliki tanggung jawab untuk memperbaiki diri dari waktu ke waktu.
Khutbah Jumat Tentang Tahun Baru Hijriyah dan Teladan Rasulullah
Dalam khutbah Jumat tentang Tahun Baru Hijriyah, salah satu pesan utama yang dapat disampaikan adalah pentingnya menjadikan pergantian tahun sebagai sarana memperbaiki kualitas keimanan dan ketakwaan.
Berbeda dengan berbagai perayaan pergantian tahun yang identik dengan hiburan, berdasarkan informasi lampung.baznas.go.id, Tahun Baru Hijriah mengandung nilai spiritual yang mendalam karena mengajak umat Islam untuk mengevaluasi diri dan memperbanyak amal saleh.
Tahun Baru Hijriah memiliki hubungan erat dengan peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Peristiwa tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah Islam sekaligus awal dimulainya penanggalan Hijriah.
Oleh karena itu, pergantian tahun Islam selalu menjadi momentum untuk mengenang perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat dalam menegakkan ajaran Islam dengan penuh kesabaran, pengorbanan, dan keteguhan iman.
Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa Rasulullah SAW merupakan teladan terbaik bagi umat manusia. Allah SWT telah menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai uswah hasanah atau suri teladan dalam berbagai aspek kehidupan.
Berikut contoh teks khotbah yang dapat dijadikan referensi.
Khutbah pertama
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Tahun Baru Hijriah merupakan momentum yang tepat untuk melakukan muhasabah serta memperbaiki kualitas ibadah dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Peristiwa hijrah Rasulullah SAW mengajarkan pentingnya perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Hijrah tidak hanya bermakna perpindahan tempat, tetapi juga perpindahan dari kebiasaan buruk menuju kebiasaan yang diridhai Allah SWT. Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Hasyr: 18)
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam kehidupan. Beliau selalu berlaku adil, jujur, dan penuh kasih sayang. Bahkan kepada orang yang memusuhinya, Rasulullah SAW tidak membalas keburukan dengan keburukan, melainkan dengan kebaikan dan kesabaran.
Sikap inilah yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam pergaulan di era digital saat ini.
أَقُوْلُ قَوْلِي هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ.
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللَّهِ.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Mari menjadikan Tahun Baru Hijriah sebagai awal untuk memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, dan meneladani akhlak Rasulullah SAW. Kejujuran, amanah, kesabaran, serta kasih sayang kepada sesama merupakan nilai-nilai yang perlu terus dijaga dalam kehidupan.
Dengan meneladani Nabi Muhammad SAW dalam perkataan dan perbuatan, kehidupan akan lebih terarah kepada kebaikan serta memperoleh keselamatan di dunia maupun akhirat.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار.
Melalui contoh khutbah tersebut, jamaah dapat diajak memahami bahwa Tahun Baru Hijriah bukan sekadar pergantian kalender, melainkan kesempatan untuk memperbaiki diri dan memperkuat keimanan.
Selain itu, momentum ini juga menjadi pengingat untuk terus meneladani akhlak Rasulullah SAW yang selalu mengedepankan kejujuran, keadilan, kesabaran, dan kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari.
Khutbah Jumat tentang Tahun Baru Hijriyah dapat menjadi sarana untuk mengingatkan pentingnya muhasabah, meningkatkan kualitas ibadah, serta menjadikan Rasulullah SAW sebagai panutan utama dalam setiap aspek kehidupan. (Rahma)
Baca juga: Sekarang Tahun Baru Islam yang Ke Berapa? Ini Penjelasannya
