Klasifikasi Platyhelminthes: Turbellaria, Trematoda, dan Cestoda

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Platyhelminthes adalah salah satu filum dalam kingdom Animalia atau hewan yang terdiri dari beberapa kelompok. Klasifikasi Platyhelminthes dibedakan berdasarkan struktur tubuh dan bentuknya.
Platyhelminthes sendiri merupakan istilah yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu platy yang artinya pipih dan helminthes yang berarti cacing. Oleh sebab itu, filum ini sering disebut sebagai cacing pipih.
Hewan yang termasuk dalam kelompok filum ini ialah hewan aselomata, yakni jenis hewan yang belum memiliki rongga tubuh.
Filum Platyhelminthes sendiri terdiri dari beberapa kelompok. Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai klasifikasi Platyhelminthes berdasarkan ciri dan jenisnya. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.
Klasifikasi Platyhelminthes
Platyhelminthes adalah kelompok hewan invertebrata dan triploblastik yang paling sederhana. Cacing ini mampu hidup bebas dan bisa hidup sebagai parasit yang bersifat merugikan.
Kelompok hewan ini berada pada tingkatan tiga kingdom Animalia setelah porifera dan coelenterata. Meskipun memiliki struktur tubuh yang sederhana, anggota Platyhelminthes memiliki struktur yang lebih kompleks jika dibandingkan dengan porifera dan coelenterata.
Hewan yang tergolong pada filum ini biasanya memiliki ciri-ciri tertentu. Ciri-ciri hewan dalam filum Platyhelminthes adalah memiliki ujung posterior (ekor), permukaan ventral, dan permukaan dorsal.
Kelompok hewan ini kemudian diklasifikasikan menjadi tiga kelompok sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya. Platyhelminthes terbagi menjadi tiga kelas yaitu kelas Turbellaria, kelas Trematoda, dan kelas Cestoda.
Dikutip dari buku Cerdas Belajar Biologi yang ditulis oleh Oman Karman, berikut adalah klasifikasi kelompok Platyhelminthes
1. Turbellaria
Turbellaria merupakan kelompok Platyhelminthes yang hidup secara bebas dan tidak memiliki alat isap. Nama kelompok hewan ini berasal dari kata turbulensi yang diakibatkannya di dalam habitat airnya berkat silianya yang berdenyut dengan keras.
Salah satu kelas Tubellaria yang dikenal adalah Planaria. Planaria merupakan jenis cacing pipih yang biasanya hidup di air tawar yang jernih dan belum terkontaminasi sama sekali.
Pada umumnya, Turbellaria bisa menggerakkan tubuhnya dengan cara menggerakkan bulu getarnya. Selain itu, jenis cacing pipih ini biasanya hidup dengan bebas, tetapi tidak hidup dengan bebas.
Ciri-ciri Turbellaria adalah sebagai berikut:
Bisa melakukan gerak dengan cara menggetarkan bulu getarnya.
Melangsungkan hidupnya dengan cara yang bebas
Mempunyai sel-sel kelenjar yang banyak dan menghasilkan mukosa yang berguna untuk subtrat yang dilaluinya dan melibas mangsa.
Panjang tubuh Tubellaria sangatlah bervariasi, ada jenis cacing dengan panjang tubuh 5 mmh hingga 50 mm.
Biasanya berhabitat pada air laut, air tawar, dan tanah yang banyak mengandung air.
Tidak bersifat merugikan karena bukan parasit
Bisa melakukan fragmentasi
Itulah beberapa ciri dari Turbellaria. Intinya, Turbellaria merupakan jenis cacing pipih yang hidup dengan bebas.
2. Trematoda
Trematoda adalah jenis cacing pipih yang bersifat parasit dan hemafrodit. Jenis hewan ini pada umumnya memiliki alat penghisap yang digunakan untuk menempelkan diri kepada inangnya.
Ciri-ciri dari Trematoda adalah sebagai berikut:
Melangsungkan hidupnya sebagai parasit yang tentunya merugikan
Tidak memiliki silia dan pada bagian tubuhnya, terdapat kutikula yang menjaga tubuh Trematoda tidak dicerna oleh inangnya
Memiliki alat isap yang memiliki pengait yang berfungsi sebagai pelekat agar tubuhnya menempel pada inangnya
Biasanya hidup ektoparasit dan endoparasit
Ada banyak jenis Trematoda. Jenis parasit ini bahkan banyak ditemukan dalam tubuh hewan dan manusia.
Contoh Trematoda adalah Fasciolopsis buski yang ada di usus manusia, Paragonimus westermanii yang hidup di paru-paru vertebrata, dan lain-lain.
3. Cestoda
Cestoda merupakan jenis cacing pipih yang pada umumnya ditemukan dalam usus vertebrata. Jenis cacing pipih ini bersifat endoparasit dan biasa disebut sebagai cacing pita
Adapun ciri-ciri dari hewan kelas Cestoda adalah sebagai berikut:
Mempunyai bentuk tubuh yang berbentuk seperti pita
Memiliki atau tidak memiliki segmen
Panjang tubuh hewan Cestoda biasanya mencapai 5–70 mm.
Memiliki organ pelekatan pada bagian anterior
Terdiri atas sebuah kepala anterior yang mengandung kait atau alat penambat lainnya untuk mencengkeram bagian interior usus.
Contoh Cestoda adalah Taenia saginata dan Taenia solium yang biasanya berhabitat atau hidup di dalam tubuh hewan maupun manusia.
Itulah macam-macam klasifikasi Platyhelminthes yang dikelompokkan berdasarkan struktur tubuh, ciri, dan sifatnya.
Baca Juga: Klasifikasi Makhluk Hidup Lautan: Plankton, Nekton, dan Bentos
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa klasifikasi Platyhelminthes?

Apa klasifikasi Platyhelminthes?
Platyhelminthes terbagi menjadi tiga kelas yaitu kelas Turbellaria, kelas Trematoda, dan kelas Cestoda.
Apa saja ciri-ciri dan klasifikasi dari filum Platyhelminthes?

Apa saja ciri-ciri dan klasifikasi dari filum Platyhelminthes?
Hewan yang tergolong pada filum ini biasanya memiliki ciri-ciri tertentu. Ciri-ciri hewan dalam filum Platyhelminthes adalah memiliki ujung posterior (ekor), permukaan ventral, dan permukaan dorsal.
Apa ciri kelas Turbellaria?

Apa ciri kelas Turbellaria?
Turbellaria merupakan kelompok Platyhelminthes yang hidup secara bebas dan tidak memiliki alat isap. Nama kelompok hewan ini berasal dari kata turbulensi yang diakibatkannya di dalam habitat airnya berkat silianya yang berdenyut dengan keras.
